
Nyonya Helina menatap Claudia semakin Jijik Setelah mendengar penuturan Claudia, baginya Claudia hanya berpura-pura menjadi wanita Baek dimatanya.
Merasa tidak ada yg perlu di katakan lagi Claudia berencana untuk pergi meninggalkan nyonya Helina namun Langkah nya terhenti setelah mendengar perkataan nyonya Helina.
"Ingat jangan pernah kamu mencuba mendekati putra ku lagi, jika aku tahu kamu melakukannya maka aku sendiri yang akan menghancurkan kamu" ucapnya begitu angkuh, Claudia hanya tersenyum dan mendekati nyonya Helina.
"saya tahu...!! tanpa anda katakan pada saya, saya sangat tahu itu nyonya bahkan anda juga yg membuat saya kehilangan beasiswa prestasi saat saya di universitas saat itu bukan!" ucapnya begitu tenang
"hahahaha... tidak ku duga kamu benar-benar gadis cerdik dan pintar, ya memang aku yg melakukan nya apa kamu akan marah?! Asal kamu tahu kamu tidak pantas berada bersama dengan Siapapun karna aku tahu kamu hanya menggunakan kepintaran dan kecantikan kamu itu hanya untuk memanfaatkan merika para pria kaya saja!!" ucapnya begitu pedasnya
"Cukup Nyonya anda sudah sangat berlebihan, tidakkah anda sadar siapa disini yg begitu terobsesi? tidakkah anda menyadari bahwa putra andalah yg selama ini terus mengganggu saya?!, dan Anda harus ingat anda sendiri yg mengatakan bahwa saya gadis cerdik dan pintar hati-hati suatu hari nanti anda sendiri akan menyesal tidak bisa memiliki Menantu Seperti saya yg anda harapkan untuk putra tercinta Anda" ucapnya begitu dingin
"Hahahaha.... gadis munafik!!! siapa yg akan percaya bahwa itu benar adanya..?! kau hanya seorang Jalang dan dengan berani nya berkicau bahwa putraku yg sudah mengejarmu?!! ingat satu hal jika Setelah ini aku tahu kamu mendekati putraku lagi kamu akan tahu akibatnya...
Claudia hanya dapat menghempaskan Nafas beratnya, dia sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran Nyonya Helina yg ada dihadapannya, dia ingat dengan baek dulu Nyonya Helina begitu baek dengan dirinya bahkan sempat menyetujui hubungan putranya dengan Claudia, namun seiring berjalannya waktu entah apa yg terjadi hingga tiba-tiba dia begitu membenci Claudia.
Sepulang dari Hotel Claudia lebih banyak diam, pikiran nya benar-benar terganggu setelah bertemu Nyonya Helena bahkan dia melupakan bahwa hari ini adalah hari dimana Andrew telah melamarnya, seharusnya dia sangat bahagia namun apa yg terjadi saat ini Claudia nampak murung.
Sesampainya di Mansion orang tua Claudia andrew diam sejenak Mantap Claudia yg nampak nya tidak menyadari bahwa merika sudah sampai.
"Sayang kita sudah sampai" ucap Andrew lembut namun Claudia masih diam tak bergeming seolah tidak mendengar apapun.
"Sayang.... Andrew menggenggam tangan Claudia mencuba menyadarkan hingga Claudia terkejut dan langsung menoleh padanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa Sayang?!" tanya Andrew heran
Lama Claudia menatap lekat wajah Andrew tiba-tiba buliran bening mengalir deras dipelupuk mata nya "Andrew apa kamu juga akan meninggalkan aku?!!" lirihnya
Deegggh
Andrew terdiam sejenak kemudian dia terkejut dengan penuturan Claudia yg tidak biasa, bukankah selama ini yg selalu lari dan menghindari dirinya adalah Claudia sendiri.
"Apa yg kamu pikirkan?! kenapa kamu berpikir seperti itu, bukankah kamu sudah tahu bahwa aku sangat mencintaimu?! apa selama ini masih kurang bagaimana sikapku padamu sayang?! kau tahu aku dulu bagaimana dan setelah bertemu dengan mu kaulah yg sudah mengubahku dan menjadikan aku pria yg lebih dewasa dan selalu menjaga hatiku untukmu"
"Aku tahu Andrew, tetapi bukankah dulu Hery juga Mencintai ku?! tapi apa nyatanya dia juga meninggalkan aku demi Wanita lain yg lebih cantik Kaya dan lebih dari segala-galanya dariku" Claudia nampak tertunduk terisak-isak sambil berbicara bahkan saat Andrew ingin menariknya ke dalam dekapannya Claudia lebih memilih menghindar.
"Jadi karna ini kamu diam sejak tadi?!" Andrew nampak tidak senang Setelah mengetahui penyebab perubahan Claudia, dia mengingat ingat saat dia belum meninggal kan Claudia diluby dia baek-baek saja, namun sesudah dia kembali Claudia berubah drastis, Andrew sangat yakin pasti sesuatu terjadi saat dia meninggalkan Claudia saat itu hingga membuat Claudia terguncang hebat dengan traumanya dulu karna dihianati.
"Sayang dengarkan aku Baek-baek!!! kamu adalah wanita satu satunya dalam hatiku apapun yang terjadi pada kamu atau diriku aku tidak akan pernah bisa melepaskan kamu dariku!! sudah cukup aku kehilanganmu berat bagiku untuk meliwati semua itu, Aku dapat memahami bahwa kamu merasa takut kalau aku melakukan hal yg sama bukan? tapi percayalah bahwa aku tidak akan pernah melakukan hal itu Sayang''
Claudia mulai bisa menenangkan diri nya dan tidak lagi terisak dia menatap wajah Andrew dan melihat kesungguhan dimata hitam pekat nya "Aku percaya dengan mu" ucap Claudia Sendu
"Hhmm.. tetaplah mempercayai ku dan jangan pernah mendengarkan perkataan orang lain, kau harus tahu sayang jika aku sudah berkometmen dan mengambil keputusan maka itu tidak akan pernah bisa diubah lagi! karna bagiku satu Claudia sudah cukup untukku dan jika ada wanita lagi dalam hidupku yang ada hanya lah putri kita nanti dan laki-laki dalam hidupmu juga hanya aku dan putra kita nantinya!!"
Senyuman Claudia terlihat lagi setelah mendengar penuturan Andrew dan itu membuat Andrew bernafas merasa lega karena Claudia sudah mulai tenang perlahan Andrew menarik Claudia kedalam pelukannya dan mengecup kening Claudia cukup lama.
"Sudah sekarang kamu masuk kedalam ini sudah malam, besuk kamu harus kerumah sakit bukan? aku akan menjemput mengantarmu nanti"
__ADS_1
"hhmmm... baeklah kamu hati-hati" Ucap Claudia kemudian dia membuka pintu mobil dan turun.
Sepulang Andrew mengantar Claudia pulang dia tidak kembali kerumah melainkan pergi kemansion Keluarga besarnya untuk membicarakan tentang pernikahan nya dengan Claudia, Andrew berencana untuk tidak memberikan kabar kepada adiknya Maura yg sudah kembali ke Eropa dan akan memintanya kembali saat Acara pernikahan nya sudah ditentukan.
Saat Claudia sudah membersihkan tubuhnya dia pergi kedapur untuk mengambil minuman dan duduk dibar sendiri an, Walau andrew sudah membuat dirinya lebih tenang namun dia masih takut hal yg sama akan terulang lagi dia mengingat dengan jelas bagaimana saat dia mengetahui bahwa ternyata Hery telah bertunangan dengan wanita lain Tanpa sepengatahuan nya.
"Apa yg kamu lakukan Sayang'' Mama Nadila heran saat melihat putrinya yang tengah duduk sendiri nampak murung
"Iihh Mama?!! kapan Mama kesini?"
"Baru saja.. Mama Nadila Duduk disamping sang putri sambil mengambil tangan putrinya "Apa yg terjadi sayang? apa kamu sedang ada masalah? ceritakan saja sama mama kalau kamu merasa itu jadi bebanmu"
Claudia memandangi wajah cantik sang Mama kemudian dia menghembuskan nafasnya lemah "hari ini Andrew melamar Keyra ma!"
"Benarkah?! itu bagus Sayang Andrew pria yang baek untukmu!" jawab Mama Nadila antusias namun dia menangkap ada kesedihan dimata Claudia bukan kebahagiaan yang semestinya Seperti orang-orang yg habis dilamar dan bahagia.
" Tapi Keyra takut mah, Keyra takut hal yg sama terulang lagi... Keyra takut Andrew juga akan meninggalkan Claudia sama seperti sebelumnya saat Keyra pernah ditinggalkan kekasih Keyra dulu"
Kini Mama Nadila mulai memahami kegundahan hati putrinya "Sayang dengarkan Mama baek-baek, tidak semua nya sama Mama tahu kamu pernah terluka sebelumnya tapi kamu tahu bukan itu bukan kemauan mantan kekasih kamu saat itu, melainkan keinginan orang tua nya dan kamu juga tahu dia sangat mencintai kamu namun dia lebih memilih baktinya kepada orang tuanya.
jangan jadikan semua itu membuatmu trauma Sayang, jadikanlah semua itu pelajaran hidup kamu dan percayalah Bahwa Andrew bukan orang seperti itu, bukankah kamu melihat sendiri ada cinta dimatanya untukmu?! lalu kenapa kamu masih meragukan nya!! jika semua itu terlihat begitu jelas akan kesungguhan hatinya untukmu, ingat sayang jangan sampai kamu menyesali segala nya setelah kamu kehilangannya sesuatu yang sangat berharga dalam hidup kamu"
__ADS_1