Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Janjinya pada dirinya


__ADS_3

"Andrew aku takut hamil diluar nikah aku ingin aku hamil saat kamu sudah menikahiku dulu seperti semestinya" lirih Claudia yg nampak menahan diri walau dia juga menginginkan nya, Andrew tersadar dan segera pergi menuju kamar mandi dan tak lagi menoleh pada Claudia dia takut jika kembali melihat tidak akan mampu untuk menahan diri


"Aaahhhhh..!!!! teriak Andrew dibawah guyuran air Shower saat teringat bahwa dia masih belum menikahi Claudia dia tidak ingin melakukan hubungan intim jika dia belum menikahi Claudia dan memiliki seutuhnya karna itulah janjinya pada dirinya sendiri tetapi malam ini dia sendiri yang hampir mengingkari janjinya itu.


namun seolah dirasuki setan dia selalu tidak bisa mengontrol hasratnya jika Tengah berduaan dengan Claudia.


Setelah beberapa waktu berlalu Andrew keluar dengan handuk yg melilit pinggangnya dengan Air yg masih membasahi punggungnya, dengan Cepat Claudia masuk ke kamar mandi dan berendam didalam Bethup yg sudah Andrew isikan untuknya mandi dengan membawa Piama yg sudah dia bawa sedangkan Andrew memakai pakaian yg sudah siapkan diatas ranjang.


Tok tok tok


"Sayang apa masih belum selesai? ini sudah tengah malam sudah satu jam lebih kamu berendam" ucap Andrew khawatir karena Claudia tak kunjung selesai.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka lebar dengan bersamaan Claudia yg nampak sudah mengenakan piyama tidurnya "Maaf aku ketiduran Sayang''


"_______"


"Ya sudah tidur saja lagi" ucapnya dan menyuruh Claudia berbaring di ranjang kemudian Andrew juga merebahkan tubuhnya dengan memeluk tubuh Claudia yg membekali dirinya.


"Sayang'' panggil Andrew pelan


"hhmmm...?!!" Sahut Claudia masih memejamkan matanya yg mulai larut dalam alam bawah sadarnya


"Apa artinya aku bagimu?!" tanya andrew terdengar ada kesedihan dalam nada bicaranya.


"Apa maksudmu?!" Claudia langsung membuka matanya dan mengubah pusisi tubuh nya menghadap kearah Andrew.


"Kenapa aku adalah orang terakhir yang mengetahui ini? apa kamu masih belum sepenuhnya menerima ku?! dan tak ingin membaginya dengan ku?!" tanyanya sambil mengusap lembut pipi Claudia dengan ibu jarinya Sayang.


Claudia langsung memeluk tubuh kekar Andrew dan menghirup aroma harum tubuh maskulinnya dan mencari ketenangan dalam dekapannya sambil memejamkan matanya.


"Apa Semuanya masih nampak samar?!" tanyanya tertahan sambil menatap manik mata Andrew.

__ADS_1


"ya Tuhan.... Kenapa dia Sangat menggemaskan sungguh jika terus menerus seperti ini aku tidak akan bisa menahannya!! sungguh Dia adalah Ciptaan mu yg sungguh sangat sempurna, aku sangat beruntung memiliki dia dihidupku!!" Gumam Andrew dalam hatinya merasa tidak lagi mampu menahan diri hanya mendapatkan tatapan matanya Claudia.


"Tidak seperti itu Sayang hanya saja aku merasa keciwa, kenapa aku adalah orang terakhir yang tahu tentang semua ini, kau tahu kamu adalah Segalanya untukku tapi disaat membahagiakan ini kenapa aku yg menjadi orang terakhir yang mengetahui nya dan itu bukan dari kamu sendiri Sayang'' Ucapnya nampak sangat Keciwa


"Maafkan aku Bebe, aku tidak bermaksud menyembunyikan sesuatu pada kamu! aku juga baru tahu setelah pulang dari rumah sakit dan kebetulan Davin dan Kiara juga ada disana, aku Sebelumnya tidak percaya tetapi tanpa aku sadari kak kevin sudah melakukan Tes DNA yang membuktikan bahwa aku adalah anak kandung merika"


"Apa kamu bahagia?!" tanya Andrew menatap lekat wajah Wanita nya


"Hhmmm... ini sungguh diluar dugaan ternyata orang yang aku cari merika ada didekat kita" Sahutnya tersenyum lebar


"Maka aku juga bahagia untukmu Sayang! harusnya kamu memberitahu aku kalau kamu sedang mencari keberadaan orang tua kandung kamu Sayang dan mungkin akan lebih Cepat kalian akan berkumpul bersama" Ucapnya tersenyum senang


"Mungkin ini sudah jalan yg ditentukan tuhan untukku, dan aku bersyukur memiliki Keluarga yg begitu peduli denganku!"


"______"


"Lalu bagaimana dengan ku Sayang?! Kevin sangat tahu bagaimana aku yg dulu, apa dia masih bisa menerima kenyataan bahwa aku yg akan menjadi adik iparnya?!" tanya Andrew cemberut dengan wajah masam nya


"Aku berharap Seperti itu Sayang dan aku berharap setelah kita terbangun nanti dia dengan senang hati memintaku untuk menikahimu secepatnya!" Kekeh andrew kemudian mengecup kening Claudia yg juga ikut terkekeh dan kemudian merika memejamkan matanya dan tertidur bersama dengan saling memeluk satu samalain.


Braakkk


Pintu kamar utama terbuka lebar saat seseorang menendang pintu dengan sangat kencang, mata tajamnya menangkap dua insan yang tengah terlelap tidur dengan nyenyak nya bahkan hari sudah menjelang siang namun tidak ada tanda-tanda bahwa akan ada pergerakan yg menandakan bahwa pemilik tubuh akan bangun dari tidur panjangnya.


"PRIA BRENGSEKKKK!!!! Teriak nya memekikkan telinga bagi siapa saja yg mendengarkan dengan kasarnya dia menarik kaki sang Pria hingga terjatuh dari ranjangnya


Bugg


"Aahhh!! apa ada Gempa?!!" ucapnya panik menoleh ke kanan dan kiri namun tidak mendapati pergerakan pada benda-benda yang ada di dalam kamar dan dia melihat Claudia yg masih tertidur pulas di Ranjangnya.


"Kamu?!" ucapnya terkejut saat melihat Kevin yg tengah menatapnya tajam dan dengan telunjuknya mengisaratkan agar mengikutinya untuk keluar dari kamarnya, dengan perlahan Andrew bangkit dari duduknya dilantai sambil menggaruk-garuk kepalanya dan mengikuti langkah Kevin yg nampak sangat murka keluar dari kamarnya.


"Ada apa ini?!" ucap Kevin membuka suaranya terdengar sangat dingin sambil bersedekap Menatap kearah Andrew

__ADS_1


"Kami hanya tidur bersama dan tidak melakukan apa-apa, lihat bukankah pakayan kami tetap utuh?!" jawab andrew Jujur sedangkan Kevin menganggkat Sebelah alisnya terangkat tak percaya.


"Jangan mencoba membodohi ku!! Aku sangat tahu Pria macam apa kamu itu"


"Hey aku sudah tidak seperti dulu lagi" Prutis Andrew tak terima mendengar penuturan Kevin tentang dirinya.


"Apa bedanya?! bahkan dengan terang-terangan kamu tidur dengan adikku, apa kamu masih mau mengelak!"


T________T


"sungguh Kevin aku hanya tidur dengan Nya kami tidak melakukan apa-apa, aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan melakukan nya Sebelum aku Sah menikah dengan Claudia!"


"Apa ucapan mu dapat dipegang?! Seharusnya kamu mengantarnya pulang dan bukan membiarkan dia tinggal di rumah Pria seperti mu dimansion ini!!" tambahnya lagi


T_________T


"Ini bukan rumah orang Lain Kevin ini rumah Claudia juga, aku sudah memberikan Mansion ini untuknya saat kami menikah dulu dan dia berhak atas Mansion ini untuk tinggal di sini atau tidak!"


"Ya aku tahu, tapi sangat tidak aman jika Hanya kalian berdua saja yg berada di Mansion ini!! terlebih kalian bukan pasangan suami istri lagi" ucapnya sambil terus menatap dingin pada Andrew yg nampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan itu membuat Kevin menarik sudut bibirnya memperlihatkan Senyum manis nya namun dengan cepat dia sembunyikan lagi.


"Lalu nikahkan saja kami kembali gampang kan?!" ucap Andrew enteng dan dengan Cepatnya dia mendapat lemparan bantal diwajahnya.


"Kakak kapan tiba?!" pertanyaan yang tiba-tiba membuat andrew dan Kevin langsung menoleh kearah Claudia yg nampak tengah menuruni anak tangga dengan menguncir rambut nya dan saat semakin dekat Kevin melihat ada sesuatu yang membuatnya marah dan langsung menatap tajam kearah Andrew yg nampak tersenyum kikuk.


"Maaf aku Khilaf!!! ucapnya sambil mengusap tengkuk lehernya salah tingkah.


"____"


"ayu pulang Mama mencarimu sejak tadi malam Sayang'' Kevin mengajak Claudia untuk pulang


"Hhmm.. tunggu aku akan mengambil tasku dulu dan ya aku membawa mobilku kak" ucapnya lembut


"Biarkan saja, biar sopir yg mengambilnya" Tanpa mengatakan apapun lagi Claudia langsung berbalik dan mengembil barang-barang miliknya

__ADS_1


__ADS_2