
Andrew melajukan mobilnya begitu kencang sudah cukup baginya mendiamkannya saja kali ini sudah berlebihan dia tidak akan lagi tinggal diam dan duduk tenang hanya melihat dan memperhatikan.
Saat sampai ketempat tujuan nya Andrew melangkah dengan langkah cepat dengan kaki panjangnya, aurat membunuhnya yang sudah lama tidak muncul kini telah keluar lagi tatapan dingin nya Begitu menusuk tulang punggung, ada kilatan kemarahan yang tidak dapat dimengerti oleh siapapun yang melihatnya yg ada hanya ketakutan jika melihat wajah dinginnya.
Saat dia sudah sampai ditempat tujuan nya dia melihat seorang gadis Begitu tenang berbaring bangku pinggiran kulam renang, Andrew semakin cepat mengambil langkahnya bahkan sapaan seseorang yg memanggilnya bahkan tak terdengar oleh Andrew.
Brruuukk...
Andrew menendang bangku dimana gadis itu sedang bersantai hingga dia terjatuh dilantai dia tidak menyadari kedatangan Andrew hingga dia tidak siap dan jatuh begitu saja
"Aahh... apa yg kamu lakukan?!" teriaknya saat melihat Andrew yg tengah berdiri dengan wajah merah padam menatapnya dingin
"Kau bertanya apa yg akau lakukan?!! ikut denganku... Andrew menariknya keluar dari taman belakang Mansion dan menyeretnya kedalam ruang tengah dimana Aunty Amelia Kakek Tetua Nyonya Melia dan Tuan Geordan yg tengah bersantai sehabis kembali dari hotel dimana Claudia dan Andrew telah melangsungkan pernikahan tadi malam.
BUUGGH
Gadis itu jatih dilantai dihadapan Semua orang hingga membuat Nyonya Melia terperanjat kaget ketika melihat Andrew yg tidak pernah berbuat kasar terhadap keluarganya sendiri terlebih lagi adiknya sendiri, walaupun dia membencinya sekalipun andrew tidak pernah berbuat kasar atau hal apapun yang membuat pertengkaran hebat terjadi..
berbida hal dengan Aunty Amelia dia hanya tersenyum menyeringai melihat pemandangan indah dihadapannya itu..
"Andrew apa yg kamu lakukan?!" Teriak Nyonya Melia langsung memeluk putrinya sedangkan Tuan Geordan dan Kakek Tetua hanya dia menyimak apa yg terjadi merika yakin jika andrew sampai kehilangan kesabaran dan kendali atas dirinya sendiri, sesuatu yang bersar dan vatal bisa saja telah terjadi.
"Tanyakan pada putri kesayangan Mama, apa yg telah dia lakukan?!!" Andrew menyahut dengan tatapan menusuk dan tajam seperti elang sedang mengintai musuhnya pada Maura dan itu cukup berhasil meruntuhkan keangkuhan yg dimiliki Maura hingga membuatnya sedikit bergetar menggigil ketakutan, pasalnya Andrew tidak pernah berbuat semacam ini dengan dirinya.
Nyonya Melia langsung menoleh kembali pada Maura yg yg tengah melotot menatap kearah Andrew, namun dia dapat melihat dengan jelas wajah Maura berubah warna menjadi seputih kapas pucat.
"Kamu tidak mau bicara?!"
Tidak ada sahutan sama sekali dari Maura dia hanya bungkam tak bersuara hingga suara Andrew yg terakhir membuatnya merasa ketakutan "Baek maka aku yg akan mengatakan nya!!!"
__ADS_1
Andrew mengambil ponselnya dan memanggil seseorang dengan melakukan Video Call "Kevin bagaimana?!" tanya Andrew yg nampak berubah sedikit tenang
"Masih sama tidak ada perubahan"
"Aku ingin melihatnya?!" ucapnya kemudia Kevin membalik kameranya kearah Claudia yg nampak duduk tenang diatas Ranjang tak bergeming, wajahnya sangat pucat namun buliran bening tiada hentinya keluar dari pelupuk matanya
"Apa kau melihat ini?!" Andrew memperlihatkan bagaimana kondisi Claudia saat ini pada Maura yg nampak masih diam dalam pelukan nyonya Melia, dia sendiri sangat terkejut saat melihat kondisi Claudia yg berubah menjadi seperti mayat hidup.
sedikit senyuman muncul disudut bibirnya walaupun dia merasakan hal yg sangat luar biasa namun dia merasa puas karna sudah mampu membuat Claudia kehilangan jiwanya.
"Andrew apa yg terjadi?! kenapa Claudia jadi seperti ini?!" Nyonya Melia benar-benar tidak percaya dengan apa yg dia lihat barusan, baru saja merika bersenda gurau dan setelah merika pulang tiba-tiba saja hal seperti ini terjadi..
Kini Aunty Amelia Tuan Geordan dan Kakek Tetua mulai mengerti sekarang mengapa Andrew tiba-tiba sangat murka, merika yakin sesuatu yg besar pasti telah dilakukan Maura pada Claudia hingga membuatnya seperti itu, merika sudah mengenal Maura dengan sangat baek dia adalah anak manja yg angkuh, pembangkang dan jika menginginkan sesuatu dia pasti akan melakukan apa saja agar dia bisa mendapatkan.
Semua orang mulai marah dan keciwa pada Maura terlebih lagi Tuan Geordan dan Kakek Tetua sedari awal merika sama halnya dengan Andrew tidak pernah menyukainya, namun hanya Mama Melia yg masih mengontrol emosi nya.
"Kevin bawa Claudia kerumah sakit, aku ingin dia mendapatkan perawatan secepatnya dan ditangani aku takut akan sesuatu yg buruk mungkin saja terjadi!"
Andrew terus menatap tajam pada Maura yg masih diam membisu "Katakan apa sudah kamu lakukan?!" tanyanya lagi tanpa peduli dengan Nyonya Melia yg tengah memeluk putrinya itu
"Heehhh... dia sangat licik, pengecut.. beraninya dia bergantung pada kakak ku!!"
"DIAM..!!!!! Bentak Andrew begitu marah nya saat mendengar penuturan Maura yg mencela Wanita nya
"Bukan itu yg ingin kudengar, apa kamu ingi aku sendiri yang mengatakan nya?!" ucap Andrew begitu dinginnya..
"Cukup Andrew.. Cukup!!! sudah cukup kamu berperilaku seperti ini dengan adikmu sendiri, apa seperti ini cara kamu memperlakukan adik kamu sendiri?!!" Nyonya Melia mulai tidak tahan lagi melihat keadaan yang semakin memanas dia mencuba sebisa dia mampu agar melerai dan menghentikan perdebatan ini.
"Hahahaha... Mama bilang adik?!" Andrew tergelak tertawa menyeringi, saat mendengar penuturan nyonya Melia dia merasa ingin menertawakan dirinya sendiri.
__ADS_1
"adikku sendiri?! tidak lagi mah, aku tidak akan lagi diam dia sudah meliwati garis bawahku dia telah mengusik hidupku Wanitaku!! dia dengan berani membuat jiwa istriku benar-benar menghilang... apa mama ingin aku diam saja setelah apan yg dia lakukan terhadap Istriku?! dia dengan sangat berani membuat istriku menjadi seperti mayat hidup hanya dalam hitungan jam apa Mama pikir aku akan diam saja?!"
DEEGGGH
Seluruh orang yang ada di ruangan itu menjadi terdiam saat mendengar penuturan Andrew.. Mayat hidup?! apa itu artinya Claudia telah mengalami guncangan didalam jiwanya...
Andrew melangkah menuju layar besar yg tidak jauh dari mereka kemudian dia menghubungkan gawainya dengan kabel penghubung tv besar yg ada dihadapannya itu dan mulai memutar Video dia memalingkan wajahnya tidak sanggup melihat bagaimana Wanita nya yang nampak sangat kesakitan.
Maura semakin gemetar ketakutan dia tidak berharap perbuatannya akan dengan cepat terungkap, saat melihat apa yg ada dilayar dimana waktu dia berada di hotel mengintai Andrew bersama Claudia saat dilurung Hotel, hingga sampai dimana dia menyeret dan membawa Claudia kesatu Ruangan, semua orang terperanjat kaget ketika melihat adegan kekerasan yang telah dilakukan Maura pada Claudia bahkan Nyonya Melia menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat putri kesayangan nya yg biasanya selalu bersikap manis dihadapannya ternyata memiliki sipat yg sangat tercela dibelakang nya selama ini.
"Maura... bisa kamu jelaskan apa ini?!" tanya Aunty Amelia, hanya dia yg terlihat masih tenang dari semua orang yang ada di ruangan itu...
"Dia Pel******r...!!! sudah selayaknya dia menjadi seperti itu, sudah cukup dia mengambil orang-orang yg aku cintai!! ucapnya terkekeh mengingat bagaimana kondisi Claudia yg seperti mayat hidup di Video yg dia lihat s belumnya
"MAURA!!!!!!!!
Teriak Andrew tidak terima dengan apa yg dia dengar, dia melangkah dengan Langkah besarnya menuju Maura namun tiba-tiba saja langkah-langkah nya terhenti mana kala tamparan keras menerpa pipi Maura Begitu kerasnya hingga mengeluarkan darah segar disudut bibirnya.
PLAAAKKKKKK
"Kamu keterlaluan... apa yg kamu pikirkan?! aku membesarkan kamu penuh kasih sayang dan tata krama layaknya kau seorang bangsawan, apa seperti ini cara kamu bicara dan memperlakukan saudara ipar kamu sendiri..hehh?!" Semua orang terkejut saat melihat Nyonya Melia yg biasanya selalu sabar menghadapi Maura kini tiba-tiba kehilangan kendali bahkan dia melayangkan tangan lembutnya dengan keras kewajah Maura tanpa rasa ragu sedikitpun.
Maura tidak percaya dengan apa yg didapatkan kali ini, dia tidak pernah menduga bahwa Mama nya yg selalu sabar dan tidak pernah marah dengannya dihari ini melayangkan tangannya hanya karna seorang wanita yang tidak berguna baginya.
"Aku melakukan hal yg benar aku hanya ingin menjauhkan kakak ku dari Wanita pengguda sepertinya, lalu dimana salah ku??!! Asal kalian semua tahu dia lah wanita yg sudah membuatku kehilangan Pria yg aku Cintai dia Wanita yg sudah merusak hubungnku dengan tunanganku dulu!!" Teriaknya sambil mengusap darah yg ada disudut bibirnya.
"Maksudmu Hery?!" ucap Nyonya Melia langsung mengalihkan pandangan matanya kearah Maura yg sudah berdiri kembali
"Hery?!!" ucap Andrew tak kalah terkejutnya dia tidak pernah menduga semua ini akan berhubungan dengan Hery mantan kekasih Claudia dimasa Kuliahnya dulu.
__ADS_1
Andrew saling memandang dengan Aunty Amelia kini merika mulai mengerti dimana letak asal muasal kenapa Maura berbuat hal itu "Ckckck... Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya" Aunty Amelia menggeleng sambil terus menatap wajah Maura tanpa berkedip tersenyum menyeringai memahami segala yg terjadi saat ini.
"Lihat Melia aku sudah pernah mengingatkan kamu dan apa yg terjadi hari ini adalah hal yg serupa kau alami seperti dulu" Ucap Aunty Amelia dengan tenangnya