
Setelah saling melepas rindu di luar rumah, Bu Nani memberitahu pada karyawannya untuk menghandel pekerjaannya itu.
Bu Nani, Tio, Sandi dan Vino duduk di ruang tamu setelah Tio mengambil tas dan juga koper di mobil.
Bu Nani terus tersenyum menatap wajah Tio yang semakin hitam setelah lama tidak melihat putranya selama 2 tahun.
Saking bahagianya, Bu Nani tampak celingak celinguk mencari seseorang.
"Tio, apakah istrimu tidak kamu ajak?" Bu Nani menanyakan istri Tio yang sempat dinikahinya di Riau.
Tio pun seketika terdiam dan senyum yang dari tadi terukir kini hilang begitu saja. "Kami sudah bercerai Buk!" jawab Tio menatap wajah Ibunya.
"Kenapa dan kok bisa?"
"Dia selingkuh Bu." terang Tio menceritakan semuanya kejadiaannya kepada Ibunya.
Bu Nani, Sandi dan Vino yang mendengar hal itu ikut terkejut dan tak menyangka pernikahan Tio berakhir dengan perselingkuhan istrinya yang main belakang tersebut.
"Sabar ya Tio, Ibu tidak bisa berbuat apa - apa dan hanya bisa mendoakan, semoga kelak akan mendapat gantinya yang lebih baik."
"Aamiin," jawab ketiga lelaki itu kompak.
Setelah mengobrol panjang kali lebar, Sandi akhirnya memilih berpamitan kepada Tio, Bu Nani dan Vino karena hari sudah siang.
Sepeninggal Sandi, Tio juga pamit kepada Ibunya karena sangat lelah dan ngantuk setelah melakukan perjalanan panjang.
Sedang Vino memilih kembali ke kamar dan Bu Nani menutup warungnya karena ingin memasak untuk putra sulungnya yang telah kembali pulang.
Bu Nani segera pergi ke warung untuk membeli 2 kg ayam dan juga beberapa sayuran. Setelah membayar, Bu Nani segera kembali pulang untuk memasak.
Meletakkan bahan sayuran di kulkas dan membersihkan ayam di dapur dan memasak makanan kesukaan Tio ayam bakar dan juga sambel terasi plus tempe goreng yang menggoda selera.
Satu jam memasak, akhirnya makanan telah siap dan Bu Nani meletakkannya di meja dengan senyum mengembang di wajahnya.
__ADS_1
Tak terasa hari sudah sore, Bu Nani pun segera membersihkan badannya yang lengket menuju kamar mandi.
Tio meregangkan ototnya, mengerjapkan matanya beberapa kali. Memandang keluar jendela nampak hari semakin sore.
"Jam berapa ini? Astaga, sudah jam 5 sore!" Tio bangun dari kasurnya dan berjalan keluar kamar untuk segera mandi karena bau badannya yang sejak kemarin tidak mandi.
"Baru bangun Nak?" Bu Nani melihat Tio dengan rambuk acak - acakan. "Iya Buk, badanku rasanya pegap semua." jawab Tio dengan langkah gontai.
"Sana mandi, baunya ya ampun!" titah Bu Nani seraya menutup hidungnya mencium bau badan Tio yang mendekat padanya.
Tak lama Vino pun keluar dari kamar mandi dan bergantian Tio masuk ke dalam dengan handuk yang melingkar di lehernya.
Setengah jam kemudian, Tio keluar dengan badan yang segar dan rambut basahnya.
Tio, masuk ke kamar membuka lemari dan memilih kaos lengan panjang dan celana boxer karena hari ini dirinya ingin berkumpul dengan Ibu dan juga adiknya.
Malam pun tiba…
Mereka bertiga makan malam bersama. Tio sudah lama merindukan masakan Ibunya saat melihat menu makanan kali ini ayam bakar, tempe goreng dan juga tak ketinggalan sambel terasi.
Bu Nani memandang Tio dengan penuh kebahagiaan dan terus tersenyum.
"Makan yang banyak Tio, lihat badanmu sedikit kurusan." tutur Bu Nani.
"Masa sih Buk, padahal Tio selama merantau makannya banyak." sahut Tio sambil mengunyah.
Bu Nani dan Vino hanya tersenyum menanggapi celotehan Tio yang menceritakan kegiatannya selama di Riau.
Setelah makan malam, Bu Nani membawa piring kotor tersebut ke dapur dan dibantu Tio membawakan wadah nasi dan lauknya agar disimpan di lemari dapur.
Lalu, ketiganya mengobrol bersama di ruang tamu untuk melepas rindu karena kebersamaannya dengan Ibu dan adiknya lah Tio bisa merasa nyaman.
"Buk, pijat Tio ya? Badan Tio pegal ini!" pinta Tio pada Ibunya.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu Vino tolong ambilkan tikar di kamar Ibu ya?" Bu Nani meminta pada Vino mengambil tikar, sedang Bu Nani menyiapkan minyak bawang merah ditambah minyak tawon untuk menghangatkan badan.
Setelah semua siap, Bu Nani memijat Tio hingga sang empunya tertidur karena saking enaknya dipijat.
Sedang Vino duduk di samping Ibunya seraya belajar karena besok ulangan harian.
Malam ini adalah malam yang terindah karena Bu Nani bisa tidur dengan nyenyak setelah selama ini selalu mendoakan dan berharap Tio baik - baik saja selama pergi bekerja jauh dari dirinya.
Keesokan harinya.
Tio bangun pagi - pagi sekali untuk melaksanakan sholat subuhnya bersama Ibu dan Vino dirumah dan Tio yang menjadi Imamnya.
Selesai sholat, Tio membantu Ibunya di dapur menyiapkan segala bahan untuk jualan di depan rumahnya. Bu Nani menggoreng kembali ayam bakarnya agar hangat saat di makan.
Sedang Vino langsung mandi untuk berangkat sekolah karena jarak sekolah menempuh 45 menit dari rumah. Selesai mandi, Vino memakai seragam sekolah dan sarapan lebih dulu.
Bu Nani telah menyiapkan bekal makan siang untuk Vino dan memasukkannya ke dalam tas.
"Buk Vino berangkat dulu, sudah ditunggu teman di depan." Vino mencium tangan Ibunya dan beralih ke Kakaknya. "Hati - hati di jalan dan sekolah yang bener." titah Tio setelah Vino mencium tangannya dan mengangguk kepala lalu berlalu pergi.
Kegiatan pagi ini Tio membantu Ibunya membersihkan rumah, halaman dan membenahi meja, kursi dapur yang sedikit rapuh karena di makan rayap.
Bu Nani melanjutkan aktifitasnya menyiapkan bahan gorengan dan juga rujak dan berdoa semoga hari ini dagangannya laris manis.
Tak lama, karyawan Bu Nani yang bernama Lusi datang membantu majikannya menata meja dan kursi untuk pembeli yang mampir ke warungnya nanti.
"Buk, itu Mas Tio ya? Rajin juga ternyata." ucap Lusi memandang Tio dari kejauhan sedang membersihkan halam rumah samping yang terlihat kotor dan berantakan karena rumput yang mulai memanjang.
"Iya Lus, tumben banget anak itu rajin, padahal dulu malas banget mau bantu bersih - bersih. Entah kesambet apa kok bisa rajin begitu." ujar Bu Nani mengingat waktu Tio masih muda.
"Ya 'kan itu dulu Buk, sekarang berbeda karena waktulah yang membentuk karakter Mas Tio seperti sekarang." tukas Lusi panjang lebar.
"Benar juga ya Lus, waktu ternyata telah merubah segalanya." Bu Nani tersenyum dan melanjutkan kegiatannya saat 2 orang datang membeli gorengan dan juga nasi pecel buatan Bu Nani.
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir ke karyaku. Jangan lupa dukungannya like, komen, hadiah dan juga tip iklan ya. Dukungan kalian sangat berarti bagi author loh. Selamat Membaca 😘