Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
CYT 50


__ADS_3

5 hari berlalu…


Tio telah mengajak Feni kerumahnya beberapa kali dan berkenalan dengan Bu Nani juga Vino. Bu Nani sangat setuju dengan pilihan Tio, "Lebih cepat lebih baik untuk pernikahannya?" ucap Bu Nani tersenyum menatap kedua insan di depannya itu.


Feni yang mendengar hal itu tersipu malu karena mendapat lampu hijau dari calon mertuanya. Baru 5 hari mengenal calon mertuanya, Feni merasa hangat dan bersyukur dengan sosok Bu Nani.


"Iya Bu, tapi perlu persiapan untuk melamar gadis di sampingku ini. Mendapatkannya sangat sesuatu hal yang tak mudah." kata Tio menoleh sekilas pada Feni yang meliriknya juga.


"Ya, Ibu akan bantu kamu menyiapkan segalanya nanti." sahut Bu Nani tersenyum.


Setelah mengobrol lama, Tio mengantar Feni pulang dan langsung berpamitan kepada Feni saat itu juga karena malam sudah larut.


Keesokan harinya, Bu Nani, Tio dan Vino telah bersiap - siap mendatangi rumah Feni berniat melamarnya.


"Mas Tio dan keluarga siap berangkat ke rumahmu Feni." pesan singkat Tio pada Feni.


Mendapat pesan dari Tio, Feni bergegas merapikan make up nya. Sebab, pagi ini dirinya ingin tampil sempurna dan membuat Tio makin jatuh cinta padanya.q

__ADS_1


Pak Seno telah diberitahu Feni sehari sebelumnya perihal kedatangan Tio yang akan melamar putrinya tersebut. Tentu hal ini disambut gembira oleh keluarga besar Feni karena akhirnya Feni menikah setelah sekian lama menyendiri.


Pagi ini, istri Pak Seno dan Kakak Feni sedang sibuk di dapur dibantu pembantunya menata segala masakan dan juga jajanan untuk menyambut kedatangan besan mereka.


"Awas jangan lupa minumannya Bi Sum dan juga buahnya." pinta Bu Seno dengan tegas karena acara lamaran kali ini tidak boleh ada kekurangan sedikitpun.


"Baik Nyonya,"


Tak berapa lama, Tio dan keluarganya datang. Feni yang mendengar suara mobil, langsung keluar kamar dan berlari menuruni tangga lalu cepat membuka pintu dengan senyum mengembang di kedua sudut bibirnya.


"Selamat malam Feni," sapa Bu Nani berjalan di dampingi dua putranya.


Mereka berempat masuk, Feni memegang lengan Tio berjalan menuju dimana Ayahnya telah menunggu sedari tadi.


Istri Pak Seno ikut bergabung saat keluarga besan datang.


"Selamat datang di keluarga Seno Gunadarma Bu Nani." Pak Seno dan istrinya berdiri menyambut keluarga besan.

__ADS_1


"Terimakasih Bapak dan Ibu Seno," sahut Bu Nani tersenyum ramah.


"Silahkan duduk," pinta Pak Seno.


Lalu, Tio langsung berbicara pada intinya melamar Feni pada Ayahnya.


"Selamat malam semuanya, kedatangan Tio dan keluarga kali ini berniat melamar putri Bapak untuk ke jenjang pernikahan dan ingin membahagiakan Feni karena kami saling mencintai sejak lama." tutur Tio tegas dan mantap menatap calon mertuanya.


Mendengar penuturan Tio yang serius membuat Pak Seno berbangga hati dan sangat menyukai Tio yang tegas dalam bersikap juga sopan santun.


"Tak perlu berbasa basi lebih lama, Ayah langsung menyetujui lamaran Nak Tio pada putriku. Ayah tak ingin berlama - lama menunda pernikahan kalian." ujar Pak Seno tertawa lebar dengan keinginannya menerima lamaran tersebut.


"Alhamdulillah," jawab Bu Nani dan kedua putranya kompak dengan binar bahagia di wajah mereka masing - masing.


Mereka semua akhirnya melanjutkan obrolan penentuan tanggal pernikahan dan segala persiapan dari catering dan dekorasi sudah di tanggung keluarga Pak Seno.


Sedang, Bu Nani dan keluarga hanya perlu datang saja di acara pernikahannya nanti. Lalu, mereka semua melanjutkan acara makan malam bersama untuk menyambung silaturahmi.

__ADS_1


Jangan lupa like komen hadiah dan tip iklannya ya. Terimakasih sudah mampir ke karyaku gaes. Selamat Membaca đŸ¥°


__ADS_2