Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Memang harus mau


__ADS_3

Claudia ikut berlutut di hadapan Andrew dengan lembut dia mengusap pipi kiri Andrew dengan sebelah tangannya, ditatapnya mata Andrew yg hanya terlihat kesungguhan dalam Mata hitam pekatnya dan itu Cukup lama bahkan Andrew mulai merasa takut kalau Claudia akan menulak dirinya karena sudah membuatnya terus menerus menunggu dan merasa busan.


"Sayang'' Andrew memanggil Claudia lirih yg sama sekali tidak mengeluarkan suaranya dan hanya terus mentap lekat pada wajahnya yang andrew sendiri tidak tahu apa yg sedang wanitanya itu pikirkan saat ini.


"Andrew... Lirih Claudia


"Hhmm.. ya Sayang'' sahutnya semakin gugup bahkan telapak tangan Andrew mulai berkeringat dingin.


"Apa kamu yakin ingin kembali bersama dengan ku?! Kau tahu aku seorang Dokter dan itu membuat aku tidak akan selalu ada bersama kamu, tanggung jawabku sangat besar Andrew waktuku mungkin akan lebih banyak bersama dengan para pasienku dirumah sakit dari pada dengan kamu?!" Claudia mencuba menjelaskan sebisa yg dia mampu agar Andrew tidak akan menyesal dikemudian hari nanti.


"Itu tidak akan menjadi masalah bagiku Sayang, Sedari awal aku mengagumi sosok dirimu karna kamu memiliki hati yg begitu besar, dan taukah kamu? aku tidak akan mungkin mau membantumu saat itu untuk melanjutkan kuliahmu jika aku keberatan dengan hal itu Sayang'' jawabnya tegas bahwa dia tidak pernah keberatan dengan provisi Claudia selama ini.


"Maka aku mau menikah denganmu!!" Ucap Claudia tersenyum manis


"Ya kamu memang harus mau!" sahutnya tanpa menyadari kalau Claudia sudah menerima lamarannya.


"Tunggu.... Sayang katakan Sekali lagi??! apa yg kamu katakan tadi?!!" Andrew tersentak kaget saat menyadari ada sesuatu yang tidak dia sadari.


"Tidak ada Flash back!! kesal Claudia melipat kedua tangannya diatas dada dengan wajah cemberutnya


"Ayulah Sayang Kumohon katakan?!!" Andrew mencuba membujuk Claudia namun dia tidak bergeming sama sekali menanggapi rengekan Andrew.


"Berapa lama?!"


"Hhuhh?!!! Andrew kaget dan bingung dengan pertanyaan Claudia.

__ADS_1


"berapa lama kamu ingin aku memakai Cincin itu? aku tidak mau jika hanya dua tahun seperti dulu! dan harus pergi lagi lebih baek aku mencari Pria yg lebih tampan dan kaya lagi daripada kamu!" ucapnya Cuek dan itu membuat Andrew jadi cemberut karna Claudia mengatakan akan mencari Pria lain.


"Tidak Sayang aku tidak akan membiarkan itu! Seketika Andrew tersenyum lebar saat menyadari pertanyaan pertama Claudia.


"Sayang aku meminta mu untuk memakai Cincin ini tiada batas, tanpa waktu yg tidak ditentukan dan pastinya aku ingin dengan Cincin ini aku dan kamu akan terikat selamanya hanya maut yg akan memisahkan kita dengan Cinta kasih yg tidak pernah akan memudar walau termakan usia hingga kita menua bersama-sama".


"Beak... Lalu aku mau menikah dengan mu yg mau Mencintai ku walau aku sudah keriput dan tidak Cantik lagi! tapi awas saja jika aku sudah tua dan keriput tiba-tiba kamu mencari wanita baru yg lebih muda dariku kamu akan tahu akibatnya"


"Hahahaha.... Sayang ini hari aku melamar kamu dan kamu sudah membawa-bawa orang lain dalam suasana seperti ini!?!!"


gelak tertawa Andrew mengisi seluruh sekitar hingga ruangan tempat merika saat ini bersama, beruntung tempat yang Andrew jadikan dia melamar Claudia adalah Hotel milik merika dan lantai teratas gedong perhotelan itu sudah seperti rumah kedua Andrew dengan dua lantai yg dia atas namakan Claudia tanpa sepengetahuannya dia berencana untuk memberi tahu Claudia setelah merika sudah resmi menikah lagi dan memberikan keputusan pada Claudia apa merika akan tetap tinggal dimansion atau dihotel itu nantinya, semua terserah Ratunya.


"Terimakasih Sayang kamu sudah mau menerima ku lagi, harusnya kita sudah menikah hari itu aku Minta Maaf sayang, tapi aku pikir lagi Rasanya sungguh tidak layak jika aku hanya melamar dan menikahimu Seperti itu tanpa ada pernikahan dan keluarga dan teman-teman kita yg menyaksikan semuanya, kamu pantas mendapatkan yg lebih baek dari itu sayang" Ucapnya serius tidak ada lagi Canda tawa dalan percakapan merika berdua.


"Tidak apa-apa Andrew, mungkin memang belum waktunya saat itu kita kembali bersama"


"Sseettt..... sudah jangan dibahas lagi tentang itu Sayang semua sudah berlalu!" Claudia menutup mulut Andrew dengan jari telunjuknya.


"Ai Love you!".


"Ai Love you to!!"


Claudia dan Andrew saling tersenyum dan saling berpelukan walaupun masih dalam keadaan masih berlutut bersama, perlahan Andrew mengeluarkan Cincin dan menarik tangan Claudia pelan dan memasukkan Cincin nya dijari manis Claudia dengan perlahan.


Cup

__ADS_1


"Sungguh aku sangat mencintaimu Sayang, aku bahagia dengan kamu mau menerima segala kekurangan yang aku miliki dan aku tidak akan menundanya lagi secepatnya kita akan menikah!" ucap Andrew sambil mengecup punggung tangan Claudia.


"Hhmmm... aku juga bahagia Andrew" Sahut Claudia


Tanpa mengatakan apapun lagi merika mulai makan malam merika dengan tenang sambil sesekali Andrew memberikan suapannya kedalam mulut Claudia, Tanpa Claudia sadari Andrew terus menatap wajah nya, Andrew begitu bangga dengan Claudia yg memiliki sipat rendah hati dan tidak suka berpuya-puya walaupun dia tahu bahwa ternyata dia seorang putri dari keluarga berada dan dia merasa beruntung bisa bertemu dengan Seorang Wanita Sepertinya dan akan menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.


Saat sesudah selesai melamar dan makan malam romantis bersama kemudian merika menikmati pemandangan Kota yg begitu indah dengan kilatan lampu-lampu yg menghiasi kota.


Merasa hari sudah semakin larut malam Andrew memutuskan untuk membawa Claudia kembali, dia tidak ingin Tuan Candra salah paham atau berpikir macam-macam tentang dirinya yg membawa Claudia, ya memang dulu dia bertindak semaunya tetapi sekarang berbida Claudia memiliki keluarga dan kakak laki-laki yang bisa saja membuat Andrew tidak akan mendapatkan restu jika berani berbuat macam-macam dengan Claudia, terlebih Andrew tidak ingin Claudia dipandang rendah karna jalan dengan laki-laki dilarut malam hari walaupun itu adalah calun Suaminya sendiri.


Saat merika berjalan diluby tiba-tiba Andrew menghentikan langkahnya "Ada apa?!" tanya Claudia bingung


"Tunggu sebentar aku ingin mengambil sesuatu Sayang''


"Ya sudah aku menunggu didepan saja'' Kemudian merika berpisah dengan Claudia melangkah menuju pintu keluar sedangkan Andrew masuk kedalam Lift tanpa merika sadari semenjak merika keluar dari lift ada yg memperhatikan merika dan merasa mengenal Claudia tapi dia sedikit ragu karna penampilan yang sangat berbida bahkan dia lebih cantik dan berpakaian bermerek nampak sangat elegan layaknya wanita susialita.


"Ckckck... aku pikir salah melihat orang" Ucapnya hingga membuat Claudia menghentikan langkahnya dan menenguk kebelakang dan membuatnya sedikit terkejut saat melihat siapa yg tengah berdiri tepat tidak jauh dibelakangnya.


"Ada apa kamu kaget melihat saya?! hahahaha... kamu benar-benar gadis tidak tahu malu, setelah tidak berhasil membuat putraku menjadi milikmu lalu kamu keluar masuk hotel demi pakaian yg kamu pakai itu?! sungguh aku tak pernah menduga kamu akan sehina ini, untungnya aku mengantisipasi hal-hal yang berkaitan denganmu sehingga aku tidak perlu takut lagi putraku akan terjerumus dalam cinta palsumu itu, aku tahu wanita seperti kalian hanyalah penggali emas yg tidak tahu diri! beruntung putraku sudah tidak lagi tinggal di negara ini dan memilih tinggal di luar negri!!" ucapnya begitu sombong dan angkuh berbagai cercaan dan hinaan tiada hentinya dia luntarkan dari mulutnya.


Claudia tersenyum kecut saat mendengar penuturan dari wanita yg sudah berumur dihadapannya itu bukannya menjaga perkataan nya malah tidak menjaga tutur katanya dengan baek.


"Nyonya anda seorang wanita terhormat, harusnya anda menjaga tutur kata anda dengan baek, apa anda pernah berpikir bahwa disetiap perkataan anda bisa saja itu tidak benar adanya dan bisa merugikan diri anda sendiri nantinya"


"Apa yg salah?!! bukankah yg saya katakan bahwa semua itu benar adanya?!"

__ADS_1


"Anda Salah Nyonya Helina saya bukan Wanita Seperti itu, bahkan saat saya bersama putra anda Hery saya tidak sedikitpun mau menerima apapun pemberian darinya, saya saat itu tulus mencintai putra anda"


__ADS_2