Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Hamil


__ADS_3

Setelah satu bulan penuh andrew membawa Claudia berlibur, merasa itu belum cukup dia menambahkan waktunya menjadi dua bulan dan meminta Davin untuk mengurus segalanya dan memantau sam yg tengah menangani perusahaan miliknya, saat melakukan pertemuan penting Andrew hanya akan melakukan video panggilan, kini merika akan kembali kekota dimana merika akan menjalani hidup merika seperti biasanya, Andrew memenuhi janjinya dengan membawa Claudia berpindah pindah tempat, ketempat satu dan ketempat yang lainnya dia benar-benar memanjakan istrinya sampai Claudia kewalahan dengan sikapnya bahkan selama itu pula Claudia benar-benar berangsur membaek dan tidak lagi merika membahas tentang masalah merika dikota merika benar-benar menikmati diri merika sendiri hingga tidak terasa waktu berlalu begitu cepat.


Claudia tidak lupa untuk membelikan hadiah untuk teman-teman Andrew dan anak istrinya, untuk semua keluarganya teman-teman kerjanya, Andrew tidak membatasai pergerakan Claudia apapun yg dia inginkan saat disiang hari, namun saat dimalam hari dia akan benar-benar terkurung dan terjaga hingga menjelang pagi hanya untuk melayani kebutuhan Andrew.


Namun itu tidak menjadi masalh bagi Claudia, selama Andrew puas dia akan dengan senang hati melakukan bersama dan karna Andrew lah sekarang Claudia merasa benar-benar sudah sangat kuat.


Claudia tahu sekarang bahwa Suaminya itu tidak pernah menyukai adiknya sejak dulu karna perbuatan orang tua kandung Maura, tetapi dia masih belum tahu bahwa Andrew telah melakukan penjagaan ketat pada dirinya setelah kejadian itu.


"Andrew cukup ini sudah hampir pagi bukankah kita akan kembali pagi ini.." terdengar desahan samar namun jelas ditelinga Andrew yg berada tepat ada diatas Claudia dia nampak begitu gigih dan sibuk dengan dirinya sendiri menikmati suasana


"eehh...Sebentar lagi Sayang'' Andrew mendesah dan terus melanjutkan kegiatannya, setalah mendapat pelepasan tubuh Andrew dan Claudia mengejang dan tiba-tiba dia ambruk disampingnya, Andrew dan Claudia sama-sama tersengal dan saling memeluk satu sama lain.


"tidurlah... aku akan membangunkan kamu setelah waktu kita kembali tiba" Andrew mengusap lembut wajah Claudia dan mengecup kening nya.


"Hhmm... tanpa mengatakan apapun lagi Claudia menyusupkan wajahnya didada Andrew dan terus menghirup aruma tubuhnya hingga dia tertidur pulas, entah mengapa beberapa hari terakhir Claudia nampak sangat manja dan menempel terus pada dirinya dan itu bukan seperti Claudia yg biasanya selalu bersikap menghindari dirinya atau menjaga jarak dan selalu marah-marah.


Andrew sangat menyukai bahwa Claudia Seperti ini, karna itulah dia tidak bisa menahan diri dan terus ingin mengurung istrinya itu didalam kamar dan membuatnya tidak bisa bangun lagi.


"Sayang bangun ini sudah siang" Andrew mengusap lembut Kepala Claudia sambil duduk dipinggiran Ranjang dengan pakaian nya yg sudah rapi, dia membatalkan jadwal merika pulang dipagi hari dia merasa tidak tega membangunkannya karna baru tertidur, saat disiang hari dia baru membangunkan nya.


Claudia menggeliat terbangun dia perlahan membuka matanya, Andrew sangat menyukai menatap wajah Claudia saat tertidur dengan bulu mata tebal lentiknya yg tertutup, hidung mungil mancung, bibir tipis merah delima dan garis halus wajahnya nampak terlihat jelas wajahnya itu sangat pulus dan cantik alami dan itu adalah salah satu hal yg sangat Andrew sukai dari istrinya itu.


"Ini sudah siang?!" Claudia terkejut saat melihat jam didinding dan langsung terduduk dia tidak menduga akan tidur selama itu hingga kesiangan.


"Tidak apa... mandilah kita akan pulang satujam lagi" kemudia Andrew mengecup bibir Claudia sekilas dan beranjak berdiri menarik koper merika yg sudah siap untuk dibawa keluar dari kamar merika.


Claudia Merasakan ada yg salah dengan perutnya yang tiba-tiba bergejulak hebat dan terasa diaduk sedemikian rupa, dengan cepat dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya hingga mengeluarkan cairan kuning.

__ADS_1


"Uuwweekk...


Saat Andrew kembali kedalam kamar dia mendengar sesuatu yg salah didalam kamar mandi, dia bergegas menuju kamar mandi dan membuka pintu yg sedikit terbuka.


dia melihat Claudia yg tersandar lemah dibak mandi dengan wajah pucatnya


"Sayang ada apa?!" Andrew bergegas mendekati Claudia, saat dia menyentuh pergelangan tangannya tubuhnya nampak sangat dingin.


"Andrew aku melupakan sesuatu yang sangat penting" ucap Claudia lemah dia menundukkan kepalanya tak berdaya


"Apa?!" tanya Andrew penasaran dia mengernyitkan keningnya nampak bingung bahkan dia merasa khawatir melihat istrinya yg berkeringat dingin dan sangat pucat sangat tiba-tiba.


"aku tidak yakin... tapi sepertinya aku melupakan haidku dua bulan ini, terakhir aku mendapat sebelum kamu menikahiku" Claudia semakin merasa gemetaran, dia baru menyadari bahwa dia tidak pernah meminum obat atau melakukan pencegahan apapun sebelum nya dan dia selalu memeriksakan tubuhnya Sebelumnya, karna dia seorang Dokter sangat wajar baginya untuk mengetahui kondisi tubuhnya sendiri jadi tidak ada kemungkinan jika saat ini dia tidak hamil.


Andrew tertegun dia juga baru menyadari selama merika bersama Claudia tidak pernah mendapatkan haidnya bahkan selama merika bersama dia selalu bersikap agrisif dengan nya dan selalu melakukannya dimalam hari.


"Andrew.... Claudia memegangi pergelangan tangan Suaminya yg nampak terdiam juga terlintas dipikirannya apa Andrew tidak menginginkan buah cinta merika saat mendengar penuturan nya barusan


namun sikapnya itu membuat satu perbidaan pemikiran yang ada pada Claudia, dia berpikir bahwa Andrew belum menginginkan nya dan itu sangat mengganggunya hingga dia tidak menyadari bahwa dia diam tanpa melakukan apapun dibawah guyuran shower air dingin begitu lama.


Andrew semakin posesif terhadap Claudia bahkan saat perjalanan pulang dia tidak membiarkan nya berjalan sendiri, dia terus menggenggam tangan Claudia tanpa mau melepaskan nya, namun diamnya Andrew membuat Claudia merasa sungguh tidak nyaman bahkan sekalipun dia tidak pernah membuka pembicaraan masalah kehamilannya yg masih belum dia katahui itu benar apa tidak, Claudia berencana setelah dia turun dari pesawat dia akan langsung kembali kerumah sakit dan memeriksa kondisi tubuhnya.


"Andrew kamu pulang saja, aku akan pulang sendiri Nanti setelah beberapa urusan yg harus aku lakukan" Claudia melepaskan pegangan tangan Andrew saat merika sudah berada didepan Bandara saat Mobil merika sudah datang menjemput bahkan Sam sudah turun dari mobil untuk mengambil barang-barang milik merika.


"Tidak kamu pulang bersamaku.... ucapnya tidak ingin dibantah, namun bukannya menurut Claudia malah mundur dan memanggil Taxi yg kebetulan tidak jauh dari merika.


"Maaf Andrew aku hanya ingin pergi sebentar.. kemudian Claudia berlalu begitu saja dan langsung masuk ke dalam Taxi tanpa menghiraukan Andrew yg sudah jelas melarang dirinya

__ADS_1


"Presdir...?!" panggil Sam yg melihat atasannya itu nampak diam menatap Taxi yg semakin jauh dari Merika "Apa kita mengikuti?"


"Tidak.. kembali!" Sahutnya dan berlalu meninggalkan Sam masuk kedalam mobilnya


Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit perasaan Claudia nampak tidak karuan dan dia sedikit gugup dengan hasil yg akan dia dapatkan, dia takut jika dia benar-benar hamil Andrew tidak menginginkan anak itu.


Tok tok tok


"Masuk... ucap seseorang dalam ruangan, kini Claudia sudah berada didepan ruangan yg tertera nama Dr.Lariana


"Dokter... ucap Claudia saat dia memasuki ruangan dan duduk didepan meja dokter seneornya itu


"Dokter kamu sudah kembali?! apa kabar?" ucapnya Begitu ramah


"Baek..... Saya akan langsung saja Dokter, saya merasa ada yg salah dengan tubuh saya dan saya belum yakin pada diri saya sendiri tapi saya pikir mungkin saat ini saya sedang hamil" ucap Claudia terus terang


''Benarkah?! kalau begitu ayu saya akan memeriksakan" kemudian Dokter itu membantu Claudia untuk naek keatas ranjang dan memeriksa dan benar saja, kandungan Claudia sudah menginjak tujuh Minggu itu artinya dia masih diawal kehamilan dan rentan terhadap reseku keguguran.


Claudia terduduk lemah dihalte bos yg tidak jauh dari rumah sakit dia duduk diam termenung sambil menyandarkan kepalanya di tiang besi yg ada disampingnya, ada perasaan Senang bercampur kesedihan yg dia rasakan didalam hatinya bagaimana tidak Andrew terus mendiamkan dirinya sejak dia mengatakan hal itu saat dikamar hotel yg merika tempati, dia sudah pernah meliwati masa sulitnya begitu lama dan dia merasa perubahan Andrew adalah tanggapan bahwa dia tidak menginginkan anak itu.


Sudah beberapa bos yg singgah di halte tetapi Claudia nampak tidak berniat untuk naek sama sekali dan hanya terus diam tanpa mengatakan apapun bahkan sejak merika kembali dia tidak makan apapun hingga hari mulai gelap dan udara terasa dingin baru dia bergerak dan memanggil Taxi untuk pulang.


"Dari mana kamu?!" Tanya Andrew yg terlihat bersedekap di samping pintu masuk kedalam Mansion nampak dingin mentap dirinya


Claudia hanya dapat bernapas lemah saat melihat Andrew yg seperti ini bahkan lebih dingin dari sebelumnya "Andrew aku... Claudia mencium bau masakan yg sangat menyengat diindra penciuman nya, hingga membuatnya langsung menutup mulutnya dan berlari menuju kamar Merika..


"Huewkk..huuewkk...

__ADS_1


Claudia terus memuntahkan Caeran bening, bahkan perutnya tidak terisi apapun apa lagi yg bisa keluar dari perutnya, dia kembali terduduk lemah sambil memegangi kepalanya yg terasa berputar dengan kedua telapak tangannya perlahan Claudia menghapus air matanya yang mengalir deras dipelupuk mata nya...


Andrew masih belum memahami segalanya dia berpikir Claudia menghindari pertanyaan yang dia luntarkan dan tidak ingin menjawab hingga membuat Andrew memutuskan untuk kembali keruang kerjanya, dia bukan melihat pekerjaan melainkan melihat-lihat bagaimana proses bagaimana Wanita yg sedang hamil.


__ADS_2