Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Minta maaf


__ADS_3

Keesokan harinya


" maaf nona...." terdengar seseorang menepuk bahuku.


" Ya......" sahutku


Ternyata seorang suster sudah berdiri di sampingku


" Maaf nona...anda keluarga pasien Bapak Eko..." kata suster itu lagi


"Ya...benar saya anaknya." sahutku lagi


" Bisa ikut dengan saya nona... ? " tanya suster itu lagi


" Ya... baik " jawabku


" Silahkan duduk nona.... mohon di tunggu sebentar karena Dokter Ferry yang menangani Bapak nona mau berbicara dengan anda " Ucap suster tadi.


" Ya baik... terimakasih suster " sahutku


" Selamat pagi ....saya Ferry." sapa dokter Ferry


" Selamat pagi dok..." sapaku dengan perasaan tidak menentu


" Baik .. saya langsung saja... masa kritis bapak anda sudah lewat...jadi untuk sekarang ini hanya perlu pemulihan saja.


tapi.saya ingatkan dalam masa pemulihan ini banyak hal bisa saja terjadi tergantung kondisi pasien... jadi saya minta untuk sementara ini .... pasien tidak boleh terlalu banyak berpikir atau sesuatu yang membuat emosinya melonjak karena itu sangat berpengaruh sekali dengan kondisi jantungnya.


kalau itu sampai terjadi lagi kemungkinan sulit untuk bisa diselamatkan.

__ADS_1


Saya kira.... anda bisa memahami maksud saya. ? " ucap dokter Ferry panjang lebar.


" Baik.. dok.. saya mengerti.... terimakasih banyak dokter sudah mengobati ayah saya " sahut ku


" Ya sama2 ini sudah kewajiban saya....."


" O ya.... hari ini ayah anda akan kami pindahkan ke ruang perawatan khusus jantung.. nanti biar suster yang akan menjelaskan semuanya...baik dari saya cukup.. mungkin ada yang mau anda tanyakan nona ?" ucap dokter Ferry sambil bertanya.


" Tidak...dokter... terimakasih." ucapku


" Baik kalo begitu saya tinggal dulu." ucap dokter Ferry lagi sambil menjabat tangan saya.


" Sekali lagi terimakasih dokter" sahut ku sambil membalas tangannya.


Akhirnya seorang suster menghampiriku dan menjelaskan semuanya tentang kamar dan biaya rumah sakitnya...


Setelah semuanya selesai aku pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke ruangan dimana ayahku dirawat.


"Mas......' tegurku


" Kamu darimana dik."? tanya Mas Hendra


"Tadi aku dipanggil sama suster Mas.... katanya hari ini ayah akan dipindahkan ke ruang perawatan khusus jantung. " jawabku


" Sekarang kita tunggu petugasnya untuk membawa ayah....o ya....Mas kemana tadi ? " tanyaku


" Tadi Mas cari kopi dulu... sekalian beli sarapan untuk kamu...nih kamu makan dulu ? " ucap Mas Hendra sambil menyodorkan sebungkus nasi kehadapanku


" Makasih Mas..." jawabku sambil mengambil bungkusan nasi itu.

__ADS_1


Selang beberapa menit beberapa petugas kesehatan membawa ayahku ke ruang perawatan khusus jantung kami pun mengikutinya.


Setelah sampai aku diijinkan untuk menemui ayah.


" Yah....," tegurku pelan sambil memegang tangan ayahku


Ayah menoleh sedikit ke arahku


" Yah.... maafin Merry yah....," aku mulai bicara tanpa kusadari air mata ku mulai menetes.


" Merry akan menuruti keinginan ayah..... Merry sayang Ayah...." ucapku lagi sambil mencium tangan ayahku


" Apapun yang ayah katakan akan aku turuti.....ayah tidak boleh sakit...ayah harus sembuh ...Merry sayang banget sama Ayah......" ucapku lagi sambil menangis...


"Nakk......" suara berat ayah


" Ayah juga sayang sama kamu.... kamu milik ayah satu- satunya..... jangan tinggalkan ayah ." ucap ayahku lagi.


" Ya ayah...." ucapku sambil mengusap pipiku


"Sudahlah kamu nggak usah nangis lagi ya ," ucap Ayahku sambil memegang pipiku


" O ya kamu kesini sama siapa ?" tanya Ayahku lagi


" Sama Mas Hendra yah..." jawabku


" Suruh Nak Hendra masuk ayah ingin bicara sama dia " ucap Ayahku lagi


" Baik yah..." ucapku lagi dan meninggalkan ayahku

__ADS_1


" Mas....ayah mau bicara sama Mas...." ucapku sama Mas Hendra setelah aku berada di luar ruangan ayah.


.


__ADS_2