
Davin baru mengambil ponselnya yang ada di atas meja ingin memanggil Andrew "Anak ini aku baru mau memanggil" Davin mengangkat ponselnya dan memperlihatkan pada Kevin dan juga Roy yg tidak jauh dari tempat dia.
"kau ini...
"Davin Claudia diculik!!!" potong Andrew pada kata-kata Davin yang langsung terdiam, terdengar sangat jelas bahwa saat ini Andrew nampak sangat khawatir dengan kondisi Claudia.
"Apa yg terjadi?!"
Andrew mulai menceritakan kronologi kejadian sebelum Claudia menghilang dari pusat perbelanjaan, hingga dia mengambil keputusan untuk melihat rekaman video yg ada di sekitar pusat perbelanjaan itu.
"Aku baru ingin memberitahu kamu sebelumnya bahwa kamu harus berhati-hati, tapi kami sudah terlambat" Sahut Davin yg tercengang dengan apa yang dikatakan Andrew.
*********
Claudia Merasakan pusing dikepalanya sangat Sakit dia menggeliat terbangun dari tidurnya dan Merasa tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya.
perlahan dia membuka matanya, saat melihat sekeliling dia terkejut bukankah itu adalah apartemen yg dulu dia tinggali saat baru kembali dari luar negeri?
dia melihat sekeliling namun dia tidak menemukan keberadaan siapapun, Claudia mencuba mengingat yg terjadi sebelumnya hingga mendapatkan kesimpulan bahwa Anggalah yg membawanya ke tempat itu.
"Angga... ucapnya lemah saat melihat wajah Angga yg baru keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk di pinggang nya
"kamu sudah bangun?!" Ucapnya Begitu sangat lembut, kemudian dia duduk di sisi ranjang disamping Claudia yg masih terbaring lemah dengan tangannya yang terikat.
"Apa ini Angga Kenapa kamu membawaku ke sini?!" Claudia tidak mengerti dengan jalan pikiran Angga saat ini dan tidak tahu apa Yg telah membuatnya berbuat senikat itu.
Angga hanya tersenyum dan mengusap lembut wajah Claudia yg dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping menghindari sentuhan nya, Claudia tidak berani berbuat apa-apa karena dia menghawatirkan kandungan nya yg bisa saja Angga berbuat lebih nekat dan menyakiti.
"Kamu menghindari ku... ucapnya tersenyum masam ada kekecewaan yang teramat dalam yg dirasakan Angga saat mendapat sikap dingin dari Wanita yg sangat dia cintai dari masa sekolah menengahnya, namuk tak sedikit pun dia marah akan perlakuan Claudia.
"Apa yg kamu inginkan Angga?! kamu tidak seperti dirimu kamu tidak seperti Angga yg aku kenal dulu" ucap Claudia menatap kembali ke arah Angga
"Jika kamu sangat mengenal diriku kamu tidak akan pernah membiarkan Hery selama itu berada dihatimu Natasha dan setelah kamu kembali kamu tidak akan menikah dengan pria yang begitu licik Seperti dirinya.
Kau tahu aku tidak pernah mencuba untuk menyakiti kamu, kamu segalanya untukku tapi kamu seolah menutup mata dan memungkiri segalanya bahwa aku seolah tidak pernah ada untuk kamu"
__ADS_1
Claudia tercengang dengan penuturan Angga dia tahu dari sikap Angga selama dia mengenalnya namun dia baru menyadari hal itu setelah dia kembali dari Jerman dan memutuskan untuk menjaga jarak dengannya dia hanya tidak ingin kehilangan satu lagi sahabat yang paling penting dalam hidupnya.
dia sama sekali tidak bermaksud untuk menyakiti hati sahabatnya yang telah salah mengartikan persahabatan merika.
"Angga aku...
"Kamu tidak mencintai ku" ucap Angga akan perkataan Claudia yg membuatnya kembali terdiam
"Tidak masalah bagiku kamu tidak mencintai ku, Tapi mulai sekarang kamu bisa mencuba mulai mencintai ku Natasha, Hanya akan ada aku bersama dengan kamu"
"Angga biarkan aku pergi, tidak ada gunanya kamu mengurungku Seperti ini.
kamu hanya akan semakin merasa terluka dengan sikapku yg tidak akan pernah bisa mencintaimu, aku menyayangimu tapi aku tidak bisa jika aku harus membuka hatiku untukmu dan kau tahu aku sudah menikah.
ibumu tidak akan senang jika dia tahu kau sedang bersama dengan ku"
"Apa menurutmu dia bisa berbuat semaunya Seperti dulu?!" Angga tersenyum menyeringai saat teringat Nyonya Tamara "Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, dia tidak akan bisa melakukan hal itu lagi denganmu dia sudah dipenjara atas Kesalahan yg dia lakukan"
"Angga dia ibumu.... ucap Claudia mengingatkan namun tanggapan Angga hanya dapat tertawa
"Maaf... ucapnya tertunduk sedih menatap tali yg ada ditangannya terlihat jelas bahwa Angga menyesali perbuatannya
Claudia hanya diam memperhatikan Angga, dadanya terasa terenyuh sakit melihat sahabatnya itu dia melihat ada begitu banyak luka yg dia rasakan "aku ingin mengatakan bahwa sebenarnya ibukulah yg telah membunuh keluargamu Natasha hanya kamu yang selamat dari kejadian itu dan semua yang menimpamu selama ini juga perbuatannya.
bahkan aku tidak memiliki kesempatan untuk memiliki kamu, tapi ibuku melakukan segala macam cara untuk memisahkan kita hanya karena dia tidak menginginkan kamu bersama dengan ku"
Claudia mentap tidak percaya dengan Angga dia sedikit menggeserkan duduknya sediki menjauh dari Angga "Kamu bohong!!" Claudia nampak memucat dan tubuhnya bergetar.
"Aku tidak akan pernah berbohong kepada kamu Natasha kau tahu bagaimana diriku, asalkau tahu Suamimu sudah memberikan hukuman pada ibuku dia sudah membayar atas semua perbuatan nya mendekam dipenjara"
"Ini tidak mungkin... Claudia tahu Andrew dia tidak akan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting darinya apa lagi hal sebesar ini
"tapi nyatanya semuanya seperti itu, aku tidak akan melimpahkan atas apa yg menimpa pada keluargaku pada kamu Natasha kamu disini adalah korban"
"Angga..
__ADS_1
"Tidak apa-apa.. mandilah aku akan keluar maafkan aku karna berbuat seperti ini padamu, aku tahu kamu pasti akan menulak jika aku hanya datang seperti sama Sebelumnya"
Claudia hanya diam melihat kepergian Angga meninggalkan dirinya yg masih tak bergeming, Claudia ingat dengan benar kamar yg dia tiduri saat ini adalah kamar miliknya sebelumnya dn Angga membawanya kembali ketempat ini dimana dia pertama kali kembali dari Jerman setelah studi nya selesai
.
.
.
Beda halnya ditempat lain semua orang nampak panik dan takut jika terjadi hal buruk menimpa Claudia, terlebih lagi saat ini dia tengah mengandung anak pertamanya dengan Andrew dan itu semakin mmbuat Andrew dilanda kepanikan dan rasa takut yg sangat besar.
"Andrew kita sudah melihat kamera keamanan dimana-mana tapi tidaj menemukan apapun.. bahkan jalan dan penerbangan audah ditutup"
"Itu artinya dia masih ada dikota ini!! Davin kita terus cari jangan sampai ada celah untuk orang itu bisa pergi dari kota ini" Andrew Sangat geram dan marah pada dirinya sendiri ini adalah yg kesekian kalinya dia lengah dan Claudia dalam bahaya dibawah perlindungan nya.
"Ya aku tahu... Andrew ini sudah hampir pagi lebih baek kamu pulang"
"Tidak..!! aku tidak bisa bagaimana aku bisa tenang sedangkan istriku dan anakku saat ini dalam bahaya Davin!"
Davin dapat mengerti bagaimana perasaan Andrew saat ini, dia juga pernah kehilangan Kiara dan tahu betapa tidak nyamannya saat orang yang sangat dicintainya tidak ada disisi apa lagi dalam bahaya seperti ini.
Setelah Angga pergi Claudia memang pergi Mandi membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, saat dia keluar dia menemukan ada beberapa makanan yang ada dalam kamarnya yg sudah Angga siapkan untuk dirinya.
"Aku tahu kamu seperti ini karena kesepian Angga, tapi kamu salah melakukan hal ini"
Claudia segera mengambil baju piama dan memakainya kemudian dia memakan makanan yang ada, walau dia tidak memiliki nafsu untuk makan tetapi anaknya harus tetap sehat.
Saat di tengah makan nya Claudia melihat lemari disisi ranjang, dia teringat bahwa dia memiliki semua kunci cadangan yg ada di apartemen miliknya, dengan cepat Claudia bangkit dari duduknya dan membuka laci.
Senyuman Claudia kembali mekar saat dia melihat ternyata kunci itu masih ada disana, dengan cepat Claudia mengambil dan meletakkannya di kantung bajunya.
Pagi harinya Claudia masih tertidur pulas, dalan selimut Angga yg baru masuk kedalam kamar tersenyum lebar ketika melihat adegan dimana gadis yg selalu mengisi relung hati nya tertidur lelap, dia sedikit menemukan bahwa saat ini Claudia nampak sedikit lebih berisi dari sebelumnya dan itu membuatnya semakin terlihat memiliki aura kecantikan alami yg luar biasa Cantiknya.
"Aku tidak pernah menyesal karena mencintaimu, kau gadis yg sangat baek Natasha hanya saja merika yg iri dengan hidumu yg baek hingga membuat orang-orang ingin selalu menyakiti kamu dan aku minta maaf atas segala perbuatannya yg melebihi batas dan membuat keluarga kamu berantakan" Angga mengusap lembut wajah Claudia yg nampak terlelap tidur.
__ADS_1
"Tunggu aku... aku akan kembali setelah menyelesaikan beberapa urusanku" Kemudian Angga beranjak pergi lagi meninggalkan Claudia yg sebenarnya tidak pernah tertidur sejak kemarin.