
Saat ditengah menikmati hidangan diatas meja makan Papa dan Mamanya menatap kearah Claudia lekat, merika juga ikut makan malam walau sudah cukup larut malam karna merika ingin menemani putri merika agar tidak merasa sendiri lagi.
"Sayang Mama papa boleh bertanya sesuatu?!" ucap Papa Candra membuka suaranya.
"Apa pa?!" tanyanya sambil terus menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
"begini.... Kapan kamu mengajak Andrew kerumah sayang? Papa ingin bicara dengannya Kalian sudah Dewasa tidak baek menunda sesuatu yang baek?!" ucap papa Candra serius
Uhhukk uhhukk uhhukk
Claudia tersedak makanan yang ada dalam mulutnya dengan Cepat Mama Nadila memberikan minumannya "Hati-hati Sayang'' Ucapnya terus mengusap lembut punggungnya, sedangkan Papa Candra menganggkat Sebelah alisnya saat melihat putrinya yang tengah salah tingkah.
"Keyra belum tahu pah!!" ucap Claudia menciut ada perasaan malu saat orang tuanya mempertanyakan tentang Prianya sedangkan dia selalu saja terperangkap dalam perangkap Cinta andrew dan berakhir tidur bersama dengan nya.
"Katakan pada Andrew segera datang kerumah, kalau tidak Papa punya kandidat lain untuk menjadi Calun menantu Papa selain dia dan papa rasa dia Pria yg cucuk untukmu dia juga seorang Dokter dan dia baru kembali dari luar negri" lugas Papa Candra dia tidak ingin kalau andrew hanya bermain saja dengan putrinya tanpa dia ketahui bahwa Claudia sebenarnya sudah pernah memiliki hubungan yang lebih jauh dari yg dia duga.
"Eemmhh.. Nanti Akan Keyra sampaikan pa" ucap Nya menurut
"Tanpa Papa suruhpun mungkin Andrew sudah Menikahi Claudia saat ini juga pah, dia Pria pemaksa dan Posesif terhadap pasangannya apalagi jika dia tahu Papa ingin mendekatkan putri Papa ini dengan pria lain bisa-bisa dia mengurung Claudia lagi Pah dan seandainya hal buruk itu tidak terjadi mungkin kami sudah menikah kembali sedari dulu pah" Gumamnya dalam hati teringat begitu banyak Cubaan yg membuat Cinta merika yg terus saja tertunda.
Seusai makan malam selesai Claudia duduk diteras belakang rumah sambil menikmati udara malam dengan menghadap kearah kolam renang besar disana, saat melihat tanaman organik milik Mama Nadila Claudia tersenyum senang karena Hoby Mama nya itu sangat menyenangkan dan bermanfaat.
"Apa yg sedang kamu lakukan disini?!" tiba-tiba kedatangan Mama Nadila membuyarkan lamunannya
"Tidak ada.... Keyra cuma merasa nyaman saja disini mah" ucap nya tersenyum
"Sayang Mama mau tanya sesuatu sama kamu nak!" ucap Mama Nadila serius menatap putrinya.
"Tanyakan Saja ma"
__ADS_1
"Apa kamu mau ikut Mama dan papa ikut keacara pesta ulang tahun pernikahan teman lama Mama dulu? Mama ingin mengenalkan kamu sebagai putri Mama Sayang sudah saatnya semua orang tahu bahwa kamu adalah anak kami"
"Apa tidak terlalu banyak? ma Keyra merasa tidak pantas menerima semua itu dengan perlakuan Mama Papa dan kakak kevin yg begitu baek untuk Keyra saja sudah sangat cukup, Mama tidak perlu melakukan hal lebih banyak lagi" Ucapnya lembut sambil menggenggam tangan Mama Nadila.
"Tidak Sayang kamu harus mengenal lebih jauh lagi dunia kita, kamu harus tahu seperti apa sekitar dan siapa saja orang terdekat Mama"
"Baeklah nanti Keyra akan mencuba untuk mengatur jadwal semoga tidak berbenturan dengan jadwal dirumah Sakit"
"Hhmm.. yasudah Mama masuk dulu, kamu istirahat Sayang kamu sudah sangat lelah seharian bekerja" Ucap Mama Nadila kemudian dia berlalu masuk meninggalkan Claudia.
pagi harinya Claudia terbangun dan melihat waktu masih menunjukkan pukul setengah enam, dia bergegas mandi dan bersiap untuk berangkat setelah lima belas menit berlalu dia sudah siap dan langsung berangkat bahkan Mama dan papa nya saja masih belum terbangun dari tidurnya.
Saat Claudia Melihat jam tangannya masih menunjukkan setengah tujuh dia tersenyum lebar saat Mobil mewah miliknya sudah sampai ditempat tujuan nya dengan langkah semangat dia berjalan dan masuk kedalam Mansion yg sangat dia kenali itu.
Ceklek
"Sayang Kenapa semakin hari kau semakin Tampan dengan daya tarik pikatmu yang kuat ini?" Aku saja merasa heran bagaimana bisa kamu membuatku jatuh hati saat pertama membuka mataku dihari pertama kali Kita berjumpa? Seandainya kita saling jujur satu sama lain mungkin kita tidak akan pernah berpisah Saat itu" ucapnya sendu menatap wajah Andrew sayu sambil terus membelai alis mata hidung dan yg terakhir bibir Andrew tiba-tiba saja Claudia meneguk ludahnya sendiri entah apa yg tengah dia pikirkan tentang itu saat melihat bibir Seksi Andrew yg begitu mengguda.
"Jika mau katakan?!" ucapnya serak membuka matanya, suntak membuat Claudia tersentak kaget hingga terduduk di lantai.
"Ka'kamu.. kapan kamu bangun?!" ucapnya terbata menatap wajah Andrew gugup
Andrew tersenyum menarik sudut bibirnya melihat wajah Claudia yg sudah Mulai memirah "Sayang bagaimana aku bisa tidur?! kamu mengabaikan aku siang dan malam setelah kita berpisah kemarin dan kamu masih bertanya kapan aku bangun?!" kesal Andrew dengan cepat dia bangun dan menarik Claudia untuk kembali berbaring diatas ranjang dengan memeluk nya erat dengan menyembunyikan wajahnya di leher Claudia sambil menghirup aroma harum tubuh nya..
"Maaf Sayang aku tidak bermaksud untuk mengabaikan kamu..!! kau tahu bahwa aku harus melakukan pekerjaanku yg tidak bisa ditinggakan saat diruang operasi bahkan Pulang saja larut malam karna aku harus mencek catatan Pasien yg harus aku Operasi hari ini"
"Sungguh waktumu tersita banyak untukku Sayang hanya untuk para Pasien mu, aku kesepian bahkan saat pulang kamu tidak ada dirumah Sayang apa kau tahu aku sangat kesepian dirumah kita sendiri an, bisakah kamu pulang kesini saja walaupun hanya melihatmu saat pulang bekerja saja itu sudah cukup untuk menghilangkan lelahku Sayang" keluh Andrew yg tidak suka di abaikan.
"Bagaimana lagi.. ini sudah kewajiban sayang dan aku tidak bisa membiarkan mereka terus menahan sakit menunggu untuk ditangani sedangkan aku terus duduk manis bersenang-senang dan aku tidak mungkin pulang kesini, kau tahu saat kemari. aku menginap disini saja kak Kevin marah denganmu bukan" ucap sendu
__ADS_1
"hhmm... bagaimana ini apa yg harus aku lakukan, ya sudah jika kita sudah menikah kamu berhenti saja Sayang kamu tidak akan kekurangan apapun walaupun tidak bekerja Uang ku tidak akan habis jika setiap hari kamu terus menghamburkan uang" ucap nya ketus sambil terus memejamkan matanya
"_____"
"Kau ini..!! ini bukan tentang uang sayang, ini tentang kemanusiaan!! jika kita mampu kenapa kita tidak membantu?! Tuh kamu sudah tahu sedari awal kalau aku sangat mencintai Dunia kedokteran dan artinya itu adalah separuh jiwaku yg tidak bisa aku lepaskan!" ucapnya lembut sambil terus membelai pipinya
"Lalu untuk siapa separuhnya Lagi Sayang'' Andrew menarik sudut bibirnya tersenyum
"Tentu saja untuk yang satu ini!" Claudia mencubit perut Andrew dengan gemas hingga membuat Andrew meringis
"Aaawww... Sakit Sayang?!
"Ayu Cepat bangun, aku harus kerumah sakit Bebe aku harus siap-siap untuk Operasi pasien ku" Claudia mencuba mendurung tubuh andrew agar menjauh darinya dan bisa bangun dari dekapan Andrew namun bukannya melepaskan dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Sebentar lagi Sayang, apa kamu tidak merindukan ku hemmh?!" tanyanya sambil terus menciumi leher Claudia hingga meninggalkan bekas merah keunguan dikulit putih bersih Claudia
"Andrew Papa memintamu untuk menemui dia, dan Seperti nya papa ingin mendekatkan ku dengan anak temannya" penuturan Claudia Membuat Andrew menghentikan kegiatannya dia langsung duduk dan menatap wajah Claudia Serius dan nampak dingin.
"Tidak...!! aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!! ingat Sayang kamu hanya milikku!!" ucapnya dengan keteguhan nya
"Lalu apa yg akan kamu lakukan?!" tanya Claudia sambil terus menatap wajah Serius Andrew, inilah yg membuat Claudia sangat menyukai Andrew jika diajak serius maka dia akan berubah dengan Cepat dan tidak lagi bertingkah kekanakan dengannya.
"Kamu tidak perlu memikirkan hal apapun Aku tidak akan lagi mengulur waktu, secepatnya aku akan menemui Papa kamu dan membicarakan tentang hubungan kita, dan tentang anak teman Papa kamu itu... Andrew menarik sudut bibirnya menggantung kata-katanya.
senyuman itu, senyuman yang menakutkan bagi siapa saja yg Melihat nya
"Tidak mungkin!!! Aku tidak akan mungkin melepaskan kamu lagi Sayang Siapapun yg berani mendekati kamu maka dia akan berhadapan dengan diriku dulu! merika akan mengakibatkan kematian nya sendiri jika berani mengambil kamu dariku!!!.
Tidak akan ada yg berhak atasmu selain diriku, hanya kamu yg berhak menjadi Nyonya muda Geordan ku dan ibu dari anak-anakku!!!" setiap penuturan Andrew dalam hatinya terpancar jelas dari mata tajamnya dan Claudia dapat melihat itu walau hanya dalam pikirannya sendiri dia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat setiap pergerakan Andrew.
__ADS_1