
Aku pun kembali ke kantor setelah pertemuan singkatku dengan Ridwan tadi.
" Entah mengapa setelah pertemuanku tadi siang aku menjadi ingat lagi masa masa sewaktu aku dulu menempuh pendidikanku di SMP
Ya Ridwan yang dulu bak artis... banyak teman - teman sekelas ku naksir denganya
semenjak dia tampil duet bareng aku waktu perpisahan kakak kelas satu tingkat di atas kami..ada yang mengira kami berpacaran sampai- sampai temanku sendiri Fitri dan Erika kesal sama aku dikira aku sudah merebut idolanya dan diam - diam sudah berpacaran dengan Ridwan...
Sejak saat itulah aku berhenti mengikuti extra music... dan aku malah memilih extra tari ..
Dan sejak saat itu pula kita tidak begitu dekat lagi karena memag kelas kita berbeda. Dan disamping itu juga karena tidak ada kegiatan khusus yang membuat kita sering bertemu
Ahh...... kenapa aku harus mengingat kembali masa itu lagi dan memikirkan laki - laki lain ....sedangkan aku kan sudah tunangan.
Ahhhh... tidak.... tidak... tidak.....aku harus buang-buang jauh pikiran konyol ku itu...aku tidak boleh menyakiti perasaan Mas Hendra...dia sangat baik sama aku dan sama Ayahku...dia pria idaman... aku tidak boleh punya pikiran yang aneh.
belum tentu juga Ridwan punya pikiran yang sama denganku. jadi untuk apa aku harus memikirkannya..
.Ahh... pikiran apa sih ini
Mulai lagi pikiran itu muncul dibenakku....
Kenapa aku jadi tidak konsentrasi seperti ini ya...
Apa karena gara-gara kedua mahasiswa yang duduk didepan ku tadi ya....
melihat mereka begitu mesra dan ditambah lagi pertemuanku dengan Ridwan.
Ahhhh sudah... sudah...aku harus konsentrasi...konsen...konsen.. please....Mer...kamu harus konsen ok....
Sepertinya aku sudah tidak bisa konsentrasi hari ini... karena percuma saja
Sebaiknya aku harus menenangkan pikiranku dulu....biar besok pagi aku lanjutkan pekerjaanku
Dengan segera aku rapikan berkas- berkas yang ada di mejaku..dan aku pergi meninggalkan ruanganku dan menuju parkiran
Sesampai di parkiran aku masih bingung..aku harus kemana untuk menenangkan pikiranku...
O ya taman....Ya aku tahu Taman kota adalah tempat yang pas buatku untuk sekarang ini
Aku pun memarkirkan mobilku setelah aku sampai ditempat yang aku tuju.
__ADS_1
Aku segera keluar dari mobil dan aku mulai mencari tempat duduk yang tidak jauh dari tempat parkir
Dari tempat dudukku ini...aku bisa melihat sudah ada beberapa orang yang lalu lalang walaupun tidak begitu banyak karena ini masih jam tiga sore dimana banyak orang yang masih sibuk bergelut dengan pekerjaannya..ada yang berolahraga kecil... ada yang jogging tetapi ada juga yang hanya duduk seperti ku
Aku hanya melihat orang- orang yang ada di sekitarku dengan kegiatannya masing-masing dan itu cukup membuatku sedikit lupa dengan pikiranku yang berantakan
Tidak terasa jam di tanganku sudah menunjukkan pukul empat lebih lima belas menit..aku rasa cukup
Deg......... hai Mer...
ada yang menepuk bahuku dengan halus dan suara itu sepertinya aku kenal..
Aku mendongakkan kepalaku dan menoleh ke asal suara itu...
"Ridwan....... kamu..." ucapku heran dan sedikit kaget
"Kok kamu bisa ada disini ?' tanyaku lagi dengan masih sedikit heran
kok bisa orang yang sudah menghantui pikiranku dari tadi siang sampa-sampaii aku tidak bisa konsentrasi bisa ada di depanku lagi ..
" Emangnya kenapa... kalo aku ada disini" jawabnya.. sambil duduk di sampingku
" Bukan... bukan..aku senang bertemu kamu kok " jawabku....
upssss... kenapa aku keceplosan ya..waduh gawat.... mudah2 an dia tidak menanggapi serius perkataanku barusan
"Aku juga senang bertemu kamu... Mer...
"kamu semakin cantik dan semakin dewasa...
kulihat
" Apa kamu sudah menikah Mer...kulihat ada cincin di jari manismu. " sentak Ridwan sambil melihat jari manisku
Sentakannya cukup membuatku kaget... karena tidak menyangka dia akan menanyakan itu padaku.
" Sepertinya tidak ada harapan bagiku." ujarnya lagi
" Kenapa baru kali ini kita bertemu...ya." keluh Ridwan sambil memegang kepalanya
"Aku belum nikah.....tapi...." sahut ku sambil berusaha untuk bernafas karena terus terang entah mengapa ada rasa sesak dalam dadaku
__ADS_1
" Tapi...apa Mer..." ujar Ridwan sambil menatapku..
" Tapi...aku..aku..sudah tunangan." jawabku lagi
"Apakah kamu mencintainya ? tanya Ridwan penasaran
" Apa maksud pertanyaanmu itu ? . jawabku dengan ketus.
" Mer... kalo memang kamu mencintainya kenapa kamu kelihatan tidak bahagia
dan kenapa pula kamu harus marah kalau aku tanya perasaan kamu ke dia"
ayo jawab Mer... kamu harus jujur dengan perasaanmu mer..." ujar Ridwan yang justru tambah membuatku semakin sesak
Aaaahhhhhh..,..........aku membuang nafasku
Aku bingung mesti jawab apa... haruskah aku ceritakan semua perasaan yang selama ini mengganjal dalam pikiranku dengan orang yang baru tadi siang aku temui... walaupun kita dulu pernah kenal tetapi aku belum bisa percaya betul dengan Ridwan yang sudah lama tidak bertemu.
" Mer..... maafkan aku." Ridwan mulai membuka suara setelah aku tidak menjawab pertanyaannya
"Aku tahu .. mungkin Sulit bagimu untuk menjawab pertanyaanku... tetapi jangan khawatir Mer....aku siap menjadi sahabatmu...kapan pun kamu perlu bantuanku..aku akan selalu siap menjadi teman curhatmu.... percayalah padaku " ujar Ridwan yang sedikit membuatku lega
"Terimakasih Rid...." sahut ku
"Sekarang kamu tenang kan dirimu .." ujar Ridwan sambil membelai punggungku dengan lembut..
Entah mengapa belaian Ridwan membuat aku semakin tenang dan nyaman..
perasaan ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya. Meskipun bersama Mas Hendra sekalipun... Ahhhhh kenapa aku harus membanding bandingkan Ridwan dengan Mas Hendra ya.
" Ini sudah malam mer....
sebaiknya kamu pulang ...biarkan aku mengikutimu mobilmu dari belakang ya..
Aku cuma ingin memastikan kamu aman sampai dirumah " ucap Ridwan dengan sedikit memelas.
Aku hanya menganggukkan kepala tanda setuju.
kami pun beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju parkiran.
T
__ADS_1