
Sepeninggal Angga Claudia menunggu untuk beberapa waktu dan setelah merasa itu adalah waktu yg tepat dia bergegas pergi, sebelum dia benar-benar pergi dia sempat meninggalkan surat untuknya dan menaruhnya dia atas ranjang agar Angga melihat itu.
Andrew yg masih mencari keberadaan Claudia mulai merasa bingung harus kemana lagi mencari istrinya.
dia duduk dengan tenang menyadarkan tubuhnya di bagian belakang kursi kemudi mobil yg dia naeki saat ini dengan ditemani Davin yg setia berada disampingnya yg juga nampak mulai merasa kesal.
seluruh kota telah dia kerahkan para anak buahnya dan Davin untuk memantau perkembangan yang ada, tetapi sampai pagi ini masih tidak ada juga bahkan meninggal kota dengan identitas Claudia dan Angga tidak ada sama sekali, dia tidak pernah berpikir bahwa Claudia Hanya disekap angga didalam apartemen lama miliknya dan tidak pergi kemanapun.
"Andrew aku melihatnya...
Andrew yg masih memejamkan matanya sambil menyandarkan lengannya diatas dahi langsung menegakkan tubuhnya kembali.
"Dimana?!!"
"Bukankah itu dia.. Davin menunjukkan telunjuk tangannya pada Angga yg baru turun dari Mobil dan memasuki salah satu restoran
Melihat itu Andrew segera bergegas membuka pintu dan ingin masuk menghampiri Angga, tiba-tiba saja amarahnya langsung meluap dan ingin menghajar pria yg sudah berani mengganggu ketenangan nya.
"Andrew tunggu..!!
"apa?!!.. aku tidak akan membiarkan dia lulus begitu saja!!" Kesalnya karena dihentikan oleh Davin.
"Biarkan dia melakukan apapun, kita tunggu saja kamu lihat bukan dia membeli makanan, itu artinya dia pasti akan kembali ke tempat dimana dia tinggal bersama Claudia!
jika kita mendatangi sekarang dia pasti akan kabur dan kita akan kehilangan jejaknya lagi!"
Andrew diam sejenak dan memikirkan apa yang Davin katakan memang ada benarnya "Baek kita tunggu saja disini!" kemudian Andrew kembali menutup pintu Mobilnya Davin dapat merasakan kemarahan Andrew saat ini yg sudah mulai tidak bisa dia tahan tetapi dia juga tidak ingin gegabah.
tidak berselang lama benar yang dikatakan Davin Angga kembali keluar dari restoran dan melajukan mobilnya, Andrew yg mengikuti Mobil Angga yg tidak jauh darinya merasa tidak asing dengan jalan yg merika lewati sampai akhirnya Mobil Angga berbeluk disalah satu bangunan yang menjulang tinggi dan nampak sangat mewah itu.
''Ini apartemen?!" Andrew dan Davin merika saling menatap satu sama lain dan tiba-tiba saja Andrew langsung menepuk dahinya terkejut.
"Aku begitu panik dan tidak dapat berpikir dengan benar sehingga aku melupakan tempat ini..!! ini adalah apartemen lama Claudia Davin!"
"____"
Davin menepuk dahinya dia menggeleng tak habis pikir dengan Andrew yg kehilangan akal sehatnya saat tahu bahwa dia tidak terpikir sama sekali bahwa tempat yang paling mudah di capai adalah tempat dimana istrinya berada.
Angga melangkah dengan senyuman nya yg mengembang dia berniat setelah Claudia dan dirinya selesai sarapan dia akan membawanya pergi meninggalkan kota dan akan tinggal di kota lain dan memulai hidup baru merika disana tanpa Siapapun.
"Natasha kamu dimana?!" Angga melangkah masuk kedalam Apartemen nya dan meletakkan kantong belanjaan diatas meja
Tok..tok tok
"Natasha?!"
__ADS_1
beberapa kali Angga mengetuk pintu namun tidak ada jawaban yang terdengar dari dalam, perlahan Angga membuka pintu dan sedikit mengintip melihat tidak ada Claudia disana dia membuka pintu dan melangkah masuk.
"Natasha?!"
Panggil nya lagi berpikir jika Claudia ada dalan kamar mandi tetapi masih sama tidak ada respon apapun dari dalam.
saat Angga membuka pintu dia sedikit merasa resah tidak menemukan Claudia didalam sana, dia bergegas keluar dan mencari kesetiap ruangan dan menemukan hal yg sama saat dia kembali kedalam kamar Claudia dia menemukan secarik kertas dan mengambilnya.
BUUGGH
Tiba-tiba saja ada yg menendang Angga tanpa dia sadari hingga dia terjatuh meringis kesakitan.
"Kau..!! pekiknya
"Ya kamu pikir siapa?!" terlihat Andrew yg berdiri tegap tepat di hadapan Angga yg masih terduduk meringis kesakitan mentap penuh amarah pada dirinya.
"Untuk apa kau kemari!"
"Kau bertanya untuk apa?! dimana istriku?!"
"Istrimu...?! hahahaha bukankah kamu suaminya, kenapa kamu bertanya kepada ku, apa kamu tidak bisa menjaganya hingga seseorang telah membawanya pergi dari kamu!'' ijekan Angga semakin menyulut emosi Andrew hingga tanpa ampun dia kembali menendang bahkan memukul Angga tanpa ampun.
"Andrew cukup..!!'
Davin segera menarik Andrew yg tidak berhenti tanpa ampun memukuli Angga walau bagaimanapun merika tidak bisa bertindak semaunya sendiri masih ada aparat yg lebih berhak untuk mengatasi semuanya dan menghukum Angga atas semua perbuatan dia tidak ingin sampai Andrew menjadi seorang pembunuh dan menghancurkan masa depannya.
"aku tidak tahu!" Sahutnya tertawa lemah
Melihat itu Andrew kembali ingin menghajar Angga tetapi dia melihat sesuatu yang ada ditangan Angga yg tidak dia lepaskan sejak dia tiba, dengan cepat dia berjungkuk dan dengan kasar mengambilnya.
Perlahan Andrew membuka lipatan kertas yg sudah tidak berbentuk rapi lagi, saat dia membukanya dada Andrew terasa terenyuh sakit saat mengenali tulisan tangan khas yg begitu di kenal itu.
" Angga maafkan aku, bukan aku tidak lagi peduli ataupun menyayangi kamu.
tetapi cara kamu salah melakukan hal ini, aku hanya menganggap bahwa hubungan kita tidak lebih dri sekedar persahabatan tetapi kamu tidak pernah mau mengerti akan sikapku selama ini yg mencuba menjaga jarak darimu.
Aku tidak pernah mencintai menyayangi sedalam aku mencintai nya dan aku tidak pernah bisa mengubah itu.
Hanya ada dia dalam hatiku
Hanya dia satu-satunya yang akan mengisi relung hatiku sampai akhir hingga akhir hayat menjemput.
Aku tidak pernah menginginkan hal sedalam aku menginginkan dirinya Angga.
Maafkan aku yang tidak pernah bisa menerimamu, hiduplah dengan baek dan bukalah hatimu untuk wanita yg lebih baek untuk mu, aku bukanlah orang yg tepat untuk mu karna aku tidak akan bisa mengubah itu"
__ADS_1
Senyuman Andrew tiba-tiba saja muncul disudut bibirnya, dia merasa puas setelah membaca apa yg istrinya tulis untuk Angga, kemudian dia kembali memberikan kertas itu pada Angga agar dia mengerti dan berhenti melakukan hal yang harus membuatnya hanya akan semakin terluka.
Saat Angga membaca surat itu wajahnya berubah drastis dan nampak menatap Kosong pada surat yg dia baca.
"Berhenti membuat Claudia khawatir denganmu dan mulai lagi hidup barumu kamu layak mendapatkan wanita yg baek dan mencintaimu dengan benar.
Claudia sudan menikah dan aku tidak akan pernah melepaskan nya.
Aku memaafkan kamu atas apa yg telah kamu lakukan terhadap Istriku tapi ingat setelah ini jangan lagi pernah muncul dihadapanku terutama istriku.
dan ingat masalah orang tua mu, merika layak mendapatkan apa yg menimpa merika saat ini karena perbuatan merika adalah tindakan kriminal, merika harus mempertanggung jawabkan perbuatannya"
Andrew membantu Angga untuk duduk disofa kemudian dia menepuk pundak nya dan beranjak pergi meninggalkan apartemen diikuti Davin yg ada dibelakangnya.
"kamu benar kawan!" Ucap Davin salut
"Sekarang aku hanya perlu pergi mencari istriku!" Ucap Andrew tersenyum simpul
"Aku pikir kamu pulang ada baeknya, lihat dirimu hanya dalam hitungan jam kau tampak seperti seorang berandalan!" Kekeh Davin
"Brengsek..!! Andrew meninju bahu Davin dan membalas senyuman Davin kini dia dapat bernafas lega karena Angga tidak lagi akan mengganggu hubungan antara dia dan Claudia terlebih lagi Hery dia sudah mulai bisa belajar move on hanya perselisihan antara Maura saja yg masih mengganjal dipikiran nya.
.
.
.
Saat kembali ke Mansion Andrew tidak memperhatikan sekitar dan langsung naek kelantai atas untuk mandi membersihkan tubuhnya dia tidak ingin membuang waktu dia harus cepat kembali mencari Claudia dia takut terjadi sesuatu pada Claudia lagi dan dia tidak tahu apa Claudia memiliki uang atau tidak untuk dia kembali pulang kemansion.
mengingat bahwa Angga pergi ke restoran untuk membeli sarapan pagi itu artinya Claudia belum memakan apapun saat dia pergi meninggalkan Apartemen dan itu membuat Andrew semakin khawatir dan mempercepat mandinya.
setelah selesai mandi andrew segera keluar dari kamar Mandi dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang, saat dia mengambil pakaiannya didalam lemari dia merasa sesuatu yang hangat tiba-tiba melingkarkan diperutnya dan merasakan seseorang menyandarkan tubuhnya dipunggung spontan Andrew langsung menghempaskan tangan itu dan ingin mendurung tanpa ampun, tetap saat dia memutar tubuhnya dan ingin melepaskan pegangan tangan nya, Andrew terkesiap dan kembali menarik tangan orang itu saat melihat wajah nya mendekat pada dirinya dan memeluknya begitu erat.
ada perasaan lega yg luar bias Andrew rasakan saat ini, bahkan dia menghembuskan nafasnya dengan sangat panjang seolah beban berat dalam pikirannya telah terlepas.
"kamu ingin mendurung ku pergi?!" terdengar suara lembut yg begitu Andrew rindukan walau hanya beberapa jam saja terpisah.
"Maaf... aku pikir itu orang lain Sayang'' Andrew nampak menyesali perbuatannya itu dia terus menciumi wajah Claudia dan menghirup aruma tubuhnya sebanyak-banyaknya.
"Lalu bagaimana jika itu bukan aku?"
"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi Sayang'' sahut Andrew begitu lembutnya sambil mengusap lembut kepala Claudia yg berada dalam pelukannya
"Aku tahu!" kekeh Claudia mengusap punggung Andrew dia sendiri tahu dan sangat yakin bahwa Andrew pasti sangat khawatir terjadi sesuatu pada dirinya.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku tidk menjaga kamu dengan baek"
"Sssttt... berhenti meminta maaf semua ini bukan salah kamu, ini adalah salah satu ujian untuk hubungan kita Sayang dan setelah ini kita hanya bisa berdoa semoga hal hal baek saja yg akan menimpa kita"