
Cukup lama Kevin dan Claudia terus berbincang hingga merika tidak menyadari kehadiran seseorang yang yg sudah mencari Claudia yg tak kunjung kembali sejak meminta ijin hanya untuk pergi ketoilet saja.
"Sayang kenapa kamu disini?! aku mencari kamu sejak tadi" Ucap Andrew yg menghampiri Claudia yg sedang duduk bersama Kevin
"Aku dari tadi disini Andrew, kamu saja yg tidak melihat ku kamu terlalu sibuk dengan teman Bisnis mu"
"Tapi kamu harusnya mendatangiku Sayang, aku juga ingin mengenalkan kamu dengan para tamu yg hadir disini"
"Andrew kau....
Cup
Dengan cepat Andrew mengecup bibir Claudia sekilas dihadapan Kevin "Dengarkan aku sayang jika tidak aku akan melakukan hal yang lebih dari ini" bisik Andrew ditelinga Claudia hingga membuatnya membolatkan kedua matanya.
"_____"
"Andrew kau!!" kesal Claudia
"Ayu Sayang kita pergi dari sini, biarkan saja dia disini" Andrew menarik tangan Claudia dan berlalu pergi meninggalkan Kevin yg hanya dapat tersenyum dengan Claudia yg terus dia rangkul Andrew dengan senyuman melidik nya.
"Kak Kevin" ucap seseorang menghampiri Kevin yg masih duduk dikursi nya sambil melihat adiknya dibawa pergi oleh Andrew.
"Maura.. kamu baru tiba?!"
"Iya kak aku baru tiba, apa kakak melihat Kak Andrew?! aku dengar istri kakakku adalah adik kak Kevin apa itu benar?!"
"Merika baru saja pergi, aku juga tidak tahu Andrew membawa Keyra entah kemana?! hhmm... kamu benar Keyra adikku" Ucap Kevin Begitu bangga dengan adiknya
"Setahuku Kakak tidak punya adik, dari mana Kakak tiba-tiba punya adik perempuan?! hati-hati kak bisa saja orang itu hanya ingin menipu Keluarga kalian dan menginginkan kekayaan saja" ucapnya Begitu sinis
"Jaga bicara kamu Maura..!! aku pikir selama kamu diluar negri kamu akan menjadi lebih dewasa dan memperbaiki tutur katamu, tapi ternyata aku salah kamu bahkan lebih kasar dari sebelumnya"
"Apa yg salah?! bisa saja aku berkata benar" sahutnya dan pergi berlalu begitu saja meninggalkan Kevin yg mulai tersulut emosi dengannya
.
.
.
"Andrew kemana kamu mau membawa ku?!"
"tidak ada sayang" sahutnya sambil terus tersenyum merangkul pinggang wanita yg baru saja kembali menjadi Istrinya itu.
"jika tidak kemana-mana lalu kenapa kamu membawaku keluar dari aula gedung pestanya?!"
"Kamu ikuti saja aku Sayang'' kemudian andrew membawa Claudia masuk kedalam Lift khusus yg hanya dipergunakan untuk Presiden Derektur.
__ADS_1
Tidak berselang lama Lift yg merika naiki sampai pada lantai yg Andrew tuju dan Saat merika keluar dari pintu Lift Claudia heran kenapa andrew membawanya ke atap gedung, namun dia tetap memilih diam Claudia tahu Andrew selalu membuat hal-hal diluar pemikirannya yang selalu dapat membuatnya merasa Terharu dan sangat bahagia dengan kejutan yang selalu Andrew berikan untuknya.
Andrew kembali menutup mata Claudia seperti biasa dan menuntunnya untuk melangkah maju kedepannya menuju tempat dimana dia akan memberikan kejutan untuk kesekian kalinya, Claudia dapat merasakan kenikmatan udara malam hari yg menghembus menerpa wajahnya.
"Sayang....
"Sstttt... sebentar lagi Sayang kamu akan tahu" bisik Andrew yg ada dibelakang nya.
Cup
Satu kecupan manis Andrew berikan dipipi Claudia yg masih menutup matanya
"Buka matamu Sayang''
Sedikit ragu namun Claudia tetap membuka matanya perlahan dengan sekejap suara yg begitu nyaring dan memekikkan telinga terdengar begitu kerasnya
Dooorr..Doorrr..Dooorr
"AI LOVE YOU MY WIFE"
Terlihat Kembang api yang begitu indah dan bertuliskan kata-kata yang mampu membuat buliran Air Mata Claudia membasahi pipinya, Claudia terisak betapa Terharu nya dirinya dengan kejutan yang di buat Andrew hari ini untuknya.
"Aku mencintaimu istriku!!" Andrew melingkarkan kedua tangannya di pinggang Claudia dari belakang dan menaruh dagunya diatas bahu Claudia begitu manjanya.
"Hhmmm... Aku juga mencintaimu Suamiku!!" Claudia memegangi tangan Andrew begitu lembutnya yg terus melingkar di pinggang nya saat ini.
bahkan aku selalu lari dan pergi jauh agar tak lagi melihatmu, tapi percayalah bahwa aku tidak pernah lupa denganmu ataupun cintaku untukmu selama ini Sayang''
"Aku tahu... Sahut Andrew sambil membalikkan tubuh Claudia menghadap dirinya.
"bagaimana kamu tahu?!" tanya Claudia nampak heran
"Tentu aku tahu Sayang.... apa kamu tahu saat kita bertemu kembali saat itu aku bersama Haily saat itu?!"
"Apa?!"
"Aku melihat kecemburuan dimatamu!!" ucap Andrew dengan terus menatap mata indah Istri nya.
"Kau bohong... itu tidak benar aku tidak cemburu!!" Ucapnya mengilaknya
"Kalaupun kamu tidak cemburu lalu Kenapa kamu keciwa Sayang? bahkan kamu tidak keberatan saat aku membawamu tinggal bersama denganku dan tidur denganku?!" Ledek Andrew dengan senyumannya yang akan membuat wanita manapun akan terpesona jika melihatnya.
"Jadi kamu membawaku ke sini hanya untuk melidikku?!" Kesal Claudia
"Tentu saja tidak!! aku ingin merayakan malam pernikahan dengan Istriku satu-satunya ini..!!"
"Apa yg akan kamu berikan untukku?! apa itu sebuah mobil mewah,bungaluw atau pesawat Jet ?!" ucap Claudia menahan senyumnya.
__ADS_1
"Sejak kapan istriku ini menjadi tertarik dengan kemewahan?!" ucap andrew terkekeh
"Sejak Resmi menyandang status sebagai seorang Nyonya besar Geordan!!" ucap Claudia tertawa
"Sayang apapun yang kamu inginkan untuk mu aku akan dengan senang hati memberikan nya untukmu, apapun itu bahkan jika kamu memintaku melumpat dari sini pun aku akan dengan senang hati melakukan nya" Ucapnya begitu serius nya hingga membuat Claudia terdiam.
"________"
"Apa kamu ingin membuatku menjadi Janda setelah resmi menjadi istrimu?!"
"Tidak Sayang... aku tidak akan bisa melepaskan kamu bahkan jika aku mati aruahku akan terus mengikutimu!!"
"_______"
"Andrew kau sungguh lucu!" kekeh Claudia
Kejutan Andrew mampu membuat Claudia melupakan tentang kejadian saat dia ingin pergi ke Toilet sebelumnya, bahkan merika melupakan pesta pernikahan merika didalam.
Andrew dan Claudia lebih memilih duduk di kursi yang ada diatas Atap itu sambil terus menikmati pemandangan malam hari dengan kepadatan kota, dengan Claudia yg menyandarkan kepalanya dibahu Andrew yang terus mengusap lembut kepala Claudia.
.
.
.
"Mah kak Andrew kemana? sejak Maura tiba tidak melihat kakak dan istrinya sama sekali"
ucapnya yg nampak kesal
"Merika Sedang pergi keluar biarkan saja merika, kamu pasti akan bertemu merika nanti Maura" Sahut Mama Melia pada putri nya
"Bukankah ini Acara pernikahan merika?! lalu bagaimana bisa merika meninggalkan acara merika sendiri mah? apa merika anak-anak hingga harus meninggalkan para tamu disini, bahkan bertemu dengan ku saja belum!"
"Maura jaga bicara kamu nak! jika kakakmu mendengar perkataan kamu dia akan marah denganmu, bahkan Kakek mu juga ada disini!!" tegur Mama Melia pada putrinya
"Seperti dia tidak pernah marah saja denganku bukankah kak Andrew dan Kakek tidak pernah menyukai Maura?! berhentilah Mama bersikap seolah kakak pernah Menyukai ku"
"Maura hentikan umung kosong mu itu!!" tegur Aunty Amelia yg melihat dari kejauhan raut wajah sang kakak berubah seketika saat kedatangan putrinya itu.
"Apa... apa Aunty juga ingun membila Kakak?! sudah lah tidak ada gunanya aku disini, aku lelah baru tiba dan harus berdebat dengan Semua orang" Maura berlalu pergi meninggalkan Aunty Amelia dengan sang kakak yg berubah semakin murung Setelah kepergian putrinya.
"Sampai kapan kamu menahannya Kak?! sudah cukup, sudah saatnya dia tahu segalanya kak dia sudah dewasa, sudah waktunya dia tahu.
aku rasa dia sudah cukup dewasa untuk membedakan yg baek dan tidak baek untuk dirinya sendiri" Ucap Aunty Amelia mengingat sang Kakak agar tidak terus merahasiakan segalanya dari sang putri yg begitu dia kasihi itu sejak kecil.
"Tidak.... aku tidak bisa Amelia, aku tidak bisa melakukannya! sudah jangan membahas ini lagi!" ucap Nyonya Melia pada sang adik dan meninggalkan Aunty Amelia yg hanya dapat menggilingkan kepalanya sambil mendesah lemah..
__ADS_1