
Andrew terbangun dari tidurnya dan baru menyadari bahwa hari sudah malam dan tidak lagi menemukan Claudia dalam dekapannya dan saat dia sesudah duduk dia tertegun melihat Claudia yg tengah diberi suntikan oleh Alina Asisten nya dulu.
"Apa yg terjadi?!" tanyanya khawatir dengan berjalan menghampiri Claudia
"Dr.Claudia Sepertinya demam lagi suhu tubuhnya kembali tinggi" sahut Alina sambil mengelap keringat dingin yg mengucur dikening Claudia.
"biar aku saja'' Ucap Andrew dan mengambil tisu yg di pegang Alina
Sesudah suster Alina keluar Andrew duduk disisi ranjang sambil mengelap keringat Claudia yg terus bercucuran "Kamu masih sakit tapi tetap saja memaksakan diri ingin pergi, kalau begini kamu juga yg sakit lagi bukan? harusnya kamu mendengarkan perkataan ku"
"Hhmm... Maafkan aku" ucapnya lemah
"Hay kenapa kamu minta maaf kamu tidak salah apapun denganku Sayang" Andrew memegangi tangan Claudia yg terasa panas
"Kamu kembalilah ke kamar Kakek semua orang pasti merasa khawatir mencarimu"
"Tidak apa-apa, aku akan menemani kamu disini saja Sayang" Andrew merebahkan tubuhnya disamping Claudia dan memeluknya manja.
"Kamu seperti anak kecil saja" kekeh Claudia menikmati dekapan hangat Andrew, walau dia tahu pasti saat ini Andrew merasakan tubuhnya yang terbakar karna bersentuhan dengan kulit Claudia.
*********
Dikediaman Keluarga Kevin nampak semuanya sedang berkumpul bersama dengan pemikiran merika masing-masing "Bagaimana Kevin Mama tidak ingin menundanya lebih lama lagi, kasihan Adik kamu Mama melihat dengan jelas bahwa adikmu itu merasakan kesepian yang telah lama dia rasakan!"
"Ya Kevin sangat tahu Ma, tapi Kevin juga memikirkan bagaimana perasaan Claudia saat ini, dia pasti akan sangat Syuk dengan apa yg akan dia dengar dan lebih lagi dia belum tentu tahu bahwa dia hanya anak angkat dari keluarganya yg terdahulu yang sudah mengadopsi Dirinya"
"Benar yg dikatakan Kevin mah! dia memang putri kita tapi dia bukan Keyra anak kecil lagi, putri kita sudah dewasa dia memiliki pemikiran sendiri" sahut Papa Candra.
"ya karena dia sudah dewasa pasti dia akan mengerti dan kalian tahu Keyra anak yang pintar dan tidak memiliki pemikiran sempit, Mama tidak mau lagi yah Sampai kehilangan putri Mama! jika hal itu terjadi maka orang yang akan Mama kejar untuk tanggung jawab adalah Papa dan juga kamu Kevin!!" ancam Mama Nadila pada suaminya dan putranya Kevin.
"Hahahaha... mamamu ini ada-ada saja Kevin" gelak tawa Papa Candra menertawakan wajah cemberut istrinya
"Ya habisnya Papa juga.!! apa papa tidak merindukan putrinya? sudah puluhan tahun pah Mama kehilangan putri kita bagaimana bisa Mama menunggu lebih lama lagi!!" kesal Mama Nadila pada suaminya.
"Iya Mama Sayang! tenang saja Kevin sudah mengatur agar Keyra tinggal bersama dengan kita dan asal Mama tahu Keyra tidak akan lagi pergi ke Jogja karna karna dia sudah dipindahkan kembali bekerja dirumah sakit kita! Papa terimakasih atas kerja kerasnya!" ucap Kevin tersenyum lebar
__ADS_1
"Tentu papa akan melakukan nya, Keyra putri papa kamu tidak perlu repot-repot untuk berterima kasih Seperti itu!" ucap Papa Candra tersenyum simpul
"Akhirnya putri Mama akan pulang!" ucap Mama Nadila senang
"Halo?!" ucap Kevin yg menganggkat panggilan dari ponselnya yang terus bergetar
"____"
"Baek aku akan segera kesana!" ucap Kevin berubah dingin
"____"
Setelahnya Kevin kembali mematikan panggilan nya dengan cepat berdiri dan bergegas naek kelantai atas mengambil jaket dan kunci mobilnya sedangkan semua orang menatap bingung dengan Kevin yg nampak terlihat panik setelah kevin sudah turun baru Papa Candra angkat bicara.
"Ada Apa Kevin?!"
Kevin sedikit ragu untuk mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu, namun dia pikir lagi rasanya tidak benar jika menyembunyikan kebenaran dari keluarganya.
"Claudia Drop lagi Pah!"
"APA?!!" suntak semua orang terkejut pasalnya baru saja merika berdiskusi tentang Claudia namun tiba-tiba merika mendapatkan kabar buruk lagi.
"Kevin juga belum tahu pasti, Kevin akan kesana dulu untuk memeriksa" ucapnya ingin segera pergi
"Ikut!! ucap Tuan dan nyonya Meyriska bersamaan lagi
"Ma.. pa.. Biar Kevin saja yg Melihat Claudia
"Keyra!!! kesal Nyonya Nadila " Mama nggak mau tahu Kevin Mama tetap ikut, Mama tidak mau terjadi apa-apa dengan adik kamu!"
"Aahh!! terserah saja... ucap Kevin yg nampak sangat gelisah saat berdebat dengan kedua orang tuanya itu dan mau tidak mau dia harus mengiyakan saja.
*******
Setelah tiga puluh menit dalam perjalanan Tiga orang yang tengah bergegas menuju ruangan VIP dengan langkah cepat Merika, merika sangat khawatir Setelah mendengat kabar buruk yg tiba-tiba saja datang mengatakan bahwa putri merika tengah dalam keadaan Drop lagi.
__ADS_1
Ceklek.
Kevin membuka pintu kamar dan diikuti kedua orangtuanya yang sejak tadi mengikuti langkah cepat nya
"______"
Semua orang terdiam mematung menatap kearah Ranjang dimana dua insan yg tengah berpelukan dalam tidur merika dan itu terlihat sangat intim, Tuan Candra yg melihat itu merasa geram dan segera ingin menerkam laki-laki yg dengan beraninya menyentuh putrinya dia hanya melihat punggung lelaki itu saja dan tidak tahu siapa orang itu.
"Beraninya kau!! geram Tuan Candra
"Pa.. tenanglah!" ucap Kevin menarik perhatian sang papa
"Apa? apa kamu mau melindungi laki-laki yg telah berani tidur dengan adikmu?! geram Tuan Candra
"Bukan Begitu pah, dia Andrew sahabatku, apa papa tidak mengenali dirinya?!" ucapnya pelan mencuba menenangkan
"Andrew?!" tanya Tuan Candra menoleh lagi pada orang yg berada diatas ranjang
"Hhmm... Andrew Sahabat ku dia mantan suaminya Keyra pah dan Sebelumnya sebenarnya merika akan menikah lagi tetapi sesuatu yg buruk menimpa mereka hingga baru beberapa hari sebelum kembali ke Jakarta Merika bertemu lagi"
"APA?!! jadi adikmu sudah menikah?!" ucap Nadila terkejut
"Iya mah..pah...!! dan karna Andrewlah Kevin bisa mengenal Claudia jika saja Andrew tidak mengenalkan Claudia pada Kevin mungkin Sampai saat ini kita masih belum bisa menemukan Keyra" ucap nya sendu dan itu berhasil menenangkan Papa Candra.
Merasa ada Suara orang berbincang Claudia terbangun dari tidurnya karna pengaruh obat dan dia duduk dengan kepalanya yg masih pusing "Kalian disini?!" ucapnya bingung
"nak Kenapa kamu bangun?!" ucap Mama Nadila segera menghampiri Claudia walaupun terhalang Andrew
"Tidak apa apa, Saya hanya masih merasa sedikit pusing dan sudah tidak apa-apa lagi" ucap nya lembut
"Kamu istirahat saja Sayang, Mama kesini cuma mau memastikan kamu baek-baek saja! tadi Mama dapat kabar kalau kamu Drop lagi"
"Iya tadi Claudia sempat Drop lagi, tapi sekarang sudah tidak apa-apa lagi, kenapa kalian semua ada disini ini sudah larut malam? disini banyak Dokter yg akan merawat saya tidak perlu reput Seperti ini" ucapnya merasa tidak enak karna Claudia tahu kedua orang tua Kevin bukanlah orang biasa dan tak akan pernah membuang waktu hanya sekedar menjenguk orang biasa seperti dirinya.
"Oohh kami baru saja menyelesaikan pekerjaan dan kevin habis Oprasi pasien nya. dan baru akan pulang kebetulan lewat kamar ini dan sekalian saja melihat kamu sebentar nak" Sahut papa Candra beralasan dan itu membuat Kevin ingin tertawa.
__ADS_1
Mana ada ruangan Operasi dilantai VIP ini pikirnya, bukankah lantai VIP adalah lantai teratas dan khusus untuk pribadi.
Bahkan ruang kerjanya saja bukan dilantai ini kevin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Papa Candra yg biasanya Serius dan terkenal dingin berubah menjadi terlihat bodoh dihadapan anaknya.