
Kevin nampak sangat bingung dengan sikap Sahabatnya itu dibelakang ini, sering terjadi jika sang Kakek mengalami perubahan dia akan marah-marah pada dirinya yg menangani sang Kakek namun kali ini berbida entah kenapa dia hanya diam dan tidak mengatakan apa-apa, tetapi perubahan ini sangat mempengaruhi tekanan pada pikiran Claudia yg terus berjuang untuk kelangsungan hidup sang kakek.
bahkan untuk sampai saat ini entah dia masih tidak menyadari bahwa Claudia tidak ada bersama dengan merika atau memang tidak lagi memperdulikan Claudia, sudah dua hari Claudia tidak sadar atas demam yg dia derita bahkan panasnya tidak Menurun sama sekali dan selama itu juga andrew tidak pernah menanyakan keberadaan nya yg berperan penting dalam menyelamatkan nyawa sang kakek tercintanya.
"Aku tidak tahu apa yg terjadi dengannya? dia memaksa kamu untuk terus bertahan bersama dengan nya, namun apa yg aku lihat hari ini semuanya nampak jelas seperti dia memperlakukan kamu seperti Wanita-wanita nya dahulu" Ucap Kevin menatap lekat wajah pucat Claudia yg terlihat begitu tidak memiliki semangat dalam hidupnya.
Sedangkan diruangan VVIP nampak kebahagiaan menyelimuti seluruh ruangan pasalnya saat ini sang Kakek Tetua sudah membuka matanya perlahan dan mengeluarkan suaranya kembali Tuan Geordan sebagai putra merasa sangat bersyukur karena sang ayah sudah sadar.
"Kakek apa yg kakek rasa apa Kakek merasa ada yg sakit?!" tanya Andrew bersemangat dengan perhatian nya, namun sang Kakek seolah tidak menghiraukan kehadiran sang cucu kesayangan melainkan terus Melihat isi Ruangan dan mencari-cari keberadaan seseorang.
"Ada apa Kakek?!" tanyanya heran
"Dimana cucuku?!" jawabnya serak
"Aku disini Kakek, apa Kakek mencari ku?!" ucap Maura langsung berdiri mendekati sang Kakek selama ini merika tidak Sedekat itu, merasa sang Kakek mencari cucunya siapa lagi pikirnya selain dirinya.
Sang Kakek langsung memalingkan wajahnya kesamping setelah melihat Maura yg mendekati dirinya tak lagi mau melihat "Aku mencari Claudiaku, Cucu menantu ku?!"
Deegggh
Andrew terdiam dia baru teringat akan wanitanya yang sudah lama tidak dia lihat bahkan sesudah Operasi besar sang Kakek berlangsung hingga hari ini.
"bukankah dia sudah mati?! kenapa Kakek masih mencari-cari dia? Kakek aku yg ada disini datang jauh-jauh bahkan tidak kau hiraukan!" sahut Maura menaikkan suaranya geram pasalnya sejak dulu kakeknya tidak pernah perduli dengan kehadiran dirinya.
"MAURA JAGA BICARA KAMU?!!!" bentak Andrew tersulut emosi saat mendengar penuturan sang adik yg tidak pernah berubah sama sekali.
"Kakek tenang saja dia ada disini Kakek aku sudah membawanya kembali, bahkan yg merawat Kakek semenjak masuk rumah sakit disini adalah dia" Ucap Andrew lembut mengusap lengan sang Kakek
Sikap Sayang semua orang terhadap Claudia semakin menambah kebencian Maura terhadap wanita sang kakaknya itu, dia semakin penasaran dengan wanita itu sespesial apa sebenarnya wanita itu hingga bisa merebut hati semua orang yg ada dirumahnya.
"Benarkah?! Cepat kalian Menikah sampai kapan kalian menunda untuk memberiku cicit?!"
"Secepatnya Kakek mungkin setelah kakek keluar aku akan langsung menikahi Claudia, karena itu Kakek Harus sembuh!" ucapnya mengingatkan
"Tentu kau lihat saja aku akan sangat sehat!" ucap sang Kakek sambil mengangkat tangannya seolah memperlihatkan otot dilengannya yg sudak kendor termakan usianya, semangat hidupnya kembali lagi setelah mengetahui bahwa ternyata Claudia masih hidup dan Secara khusus telah melakukan operasi untuk dirinya.
__ADS_1
Semua orang tertawa terbahak-bahak melihat Tingkah sang Tetua yg biasanya sangat tegas dan disiplin berubah menjadi seorang yg suka bercanda, semua orang juga tahu semenjak kepergian Claudia sang Tetua juga seperti kehilangan semangat hidupnya dengan Kondisi yg semakin menurun hingga membuat semua orang Khawatir.
Kevin yg sejak tadi berdiri di depan pintu mengurungkan niatnya yg ingin masuk dan kembali membalikkan badannya untuk pergi ada perasaan keciwa yg teramat besar dari tawa yg dia dengar barusan, dia merasa seolah merika semua tertawa diatas penderitaan orang lain yg terbujur kaku disalah satu ruangan lain tanpa sepengetahuan Merika semua walau merika tahu bahwa Claudia adalah orang yang berperan penting dalam proses kelangsungan operasi sang Tetua.
tapi semua orang seolah tidak memperdulikan Claudia sama sekali bahkan tidak satu orang pun yg menanyakan tentang keberadaan Claudia hingga membuat Kevin merasakan sesuatu yang sangat menyesakkan dihatinya untuk Claudia.
********
"Bagaimana Suster?!" tanya Kevin yg melihat Suster Alina baru keluar dari ruangan Claudia Sedang dirawat saat ini
"Saya tidak mengerti apa yang terjadi Derektur, dr.Claudia masih tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan bangun, bahkan kondisinya semakin menurun" ucapnya terlihat sedih pasalnya Suster Alina memiliki banyak kenangan bersama Claudia semasa dia masih bekerja di rumah sakit itu hingga akhirnya merika memiliki kedekatan.
Kevin sendiri merasa gusar dengan apa yang terjadi saat ini, tetapi dia juga merasa marah dengan Sikap Andrew dia bertikad tidak akan mengatakan bahwa Claudia sedang dalam masa kritisnya saat ini mengingat sikap Andrew yg berubah menjadi seperti ini pada Claudia.
Kevin Melihat Andrew yg berjalan mengitari lurung rumah sakit dan Sepertinya mencari dirinya, kemudian Kevin berlalu pergi meninggalkan pintu ruangan Claudia dirawat dia membatalkan niatnya untuk menemui Claudia.
"Kevin!" Panggilan Andrew menghentikan langkahnya saat ini, beruntung dia sudah menjauhi ruangan Dimana Claudia dirawat.
"Apa?!" tanyanya ketus tidak biasanya Kevin bersikap dingin seperti ini dengannya
"Kau Kekasih nya Kenapa bertanya kepada ku? apa kamu sudah lupa dengan keberadaan nya hingga kamu baru teringat hari ini?!"
"Hay ada apa dengan mu? kenpa kamu terdengar marah denganku?!" jawab Andrew sedikit kesal mendengar penuturan Kevin.
"Tanya pada hatimu Andrew, apa kamu mencintai Claudia atau tidak? aku lihat kau sangat dingin dengannya!! apa selama ini kamu Hanya bermaen dengannya? setelah kamu nikmati tubuhnya kamu akan pergi lagi?
Kau jangan keterlaluan Andrew, Claudia wanita yang berbida dia memang yatim piatu dan tidak memiliki Siapapun ataupun Keluarga tetapi dia gadis baek-baek jangan sampai kamu menyakiti dia!" ucap Kevin tersulut emosi mengingat perlakuan Andrew Sebelumnya.
"Apa maksudmu mengatakan ini?!" Andrew mengepalkan tangannya sangat kencang
"Biarkan dia untukku!!" ucap Kevin tersenyum kecil melihat tingkah Andrew yg nampaknya tidak terima akan perkataan Kevin yg menunjukkan dirinya.
BUUGGH
Hantaman keras melayang diwajah tampan Kevin yg hanya tersenyum melihat tingkah Andrew.
__ADS_1
"Bajingan kau!!!" Ucap Andrew emosi
BUUGGH BUUGGH BUUGGH
Hantaman Lebih keras melayang diwajah dan perut Andrew yg dilayangkan Kevin padanya dia tidak lagi peduli dengan sekitarnya bahkan jabatan sebagai seorang Presiden Direktur dirumah sakit itu, Kevin meluapkan semua kemarahannya pada Andrew yg telah menyakiti Claudia entah kenapa dia merasa memiliki ikatan sangat kuat terhadap Claudia yg sudah dia Anggap seperti adiknya sendiri.
"Kau ingin merebut Claudia dari ku? atas dasar apa kamu berani berucap seperti itu? apa kamu sudah lupa dengan anak dan istrimu?" teriaknya Begitu marah
"Tidak!! aku tidak pernah melupakan orang yang begitu penting dan aku cintai dalam hidup ku, merika adalah Keluargaku pioritas utama dalam hidupku!" jawabnya mantap
"Jadi kamu secara sadar ingin mengambilnya dari ku?! maka langkahi dulu mayatku baru kau bisa mengambilnya!"
"ya tentu aku sangat sadar!! Hheehhh... kau berucap seperti itu??! hanya karena Kakek Koma dalam satu Minggu saja kau berubah drastis dengan dirinya dan saat ini kamu menyombongkan diri dan berucap seperti itu?!! heehh sungguh aku tidak pernah menduga kalau kau akan tetap saja sama seperti dulu!" Kevin tersenyum mengejek menarik sudut bibirnya merimihkan sahabat karibnya itu.
Andrew merasa dirinya semakin dipujukkan sekarang apa yang dikatakan Kevin semuanya benar adanya dan membuat dirinya semakin geram dan ingin melayangkan tinjunya lagi namun sebelum itu terjadi tubuhnya sudah melayang kebelang karna tendangan keras Kevin.
Brruuukk
"Aakkhh!! Andrew memegangi dadanya yang ditendang Kevin
"Hay!! apa yg terjadi dengan kalian?!" Davin dan Roy yg baru tiba berlarian menuju temannya yang saling menyerang dan menghalangi tubuh merika masing-masing agar tidak saling baku hantam lagi.
Roy dengan Cepat membawa andrew pergi begitu juga dengan Davin dia segera beranjak pergi menarik Kevin yg masib mentap tajam pada Andrew yg masih ingin menyeranganya.
"Ada apa?" tanya Davin yg duduk dikursi didepan ruang rawat Claudia saat ini dimana kevin sudah terduduk terlebih dahulu, dia tidak tahu bahwa Kevin membawanya kesana.
"Aku tidak bisa membiarkan Andrew terus menyakiti Claudia, dia sudah keterlaluan saat ini! sudah cukup dia melukainya.
Kau tahu Davin? Claudia sangat berperan penting dalam kelancaran Operasi Kakek! tapi Andrew malah bersikap dingin dan tidak lagi memperdulikan Claudia.
Bahkan dia tidak sekalipun mencari setelah Operasi itu selesai hingga hari ini dimana Kakeknya sudah sadar dan mencari Claudia Tanpa mau tau apa yg sedang menimpa dirinya saat ini"
Davin terdiam sejenak benar semua yg dikatakan Kevin namun dia sedikit Heran kenapa Kevin tiba-tiba saja sangat peduli dengan Claudia.
"Apa yg terjadi?!" Davin semakin mengernyitkan keningnya bertanya-tanya
__ADS_1
Kevin tidak mengatakan apa-apa dia langsung beridiri dan memberikan isyarat agar Davin mengikutinya masuk kedalam ruangan yang ada dibelakang mereka sejak tadi berbincang dan alangkah terkejutnya Davin saat melihat Claudia terbujur kaku tanpa bergerak dengan selang infus dan oksigen yang menempel di mulut dan hidungnyanya.