
Pagi harinya seperti sebelumnya hal yg sama terjadi lagi bahkan morning sick yg dialami Claudia saat ini benar-benar parah bahkan untuk membuka mata dan melihat sinar matahari langsung membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa dan terus terbaring lemah diatas ranjang, jika dia membuka mata maka hal pertama yg dia lakukan adalah berlari bulak balik kekamar mandi.
sepanjang malam Andrew tidak kembali kekamarnya dan itu membuat Claudia merasa semakin tidak nyaman dan kalut dalam pikirannya sendiri dia tidak mengetahui bahwa sebenarnya Andrew terus mencari tahu bagaimana cara memperlakukan dan menjaga istrinya jika dia benar-benar hamil.
Saat andrew membuka pintu kamar dia melihat Claudia yg berbaring semakin pucat dan meringkuk diatas ranjang
"Sayang... panggil nya pelan dan berjungkuk semakin mendekati Claudia
"hhmm...
"Ayu Sayang ini sudah siang kamu belum makan apapun sejak kemarin" Ucapnya Begitu lembut dan membantu Claudia duduk
"Aku tidak ingin makan Andrew perutku sangat mual" Tulaknya lemah dia memegangi kepalanya yang nampak pusing
"Ya sudah kamu istirahat saja dulu, aku akan memanggil Kevin untuk memeriksa kamu setelah ini, kamu sangat pucat Sayang" Andrew beranjak berdiri dan ingin mengambil ponselnya tetapi dia merasakan pergelangan tangannya terahan dengan tangan Claudia yg menghentikan langkahnya
"Ada apa?!" Andrew kembali menoleh pada Claudia yg menatapnya dengan wajah memelasnya
"Itu tidak diperlukan, ini wajar terjadi jika mengalami morning sick dan perubahan diawal kehamilan" ucapnya menggeleng pelan, Claudia tidak peduli Andrew suka ataupun tidak tapi dia harus tahu bahwa saat ini dia sedang benar-benar mengandung buah cintanya
Andrew sekali lagi terdiam mencerna yang dikatakan Claudia dia berdiri diam dalam keheningan hingga tanpa sadar dia terduduk dihadapan Claudia lagi dan menariknya kedalam pelukannya, tiada hentinya Andrew memberikan Kecupan disetiap inci wajah Claudia hatinya saat ini benar-benar diliputi dengan kebahagiaan yang dia tidak bisa ungkapkan betapa bahagianya dia.
"Secepat ini?!" Tanyanya sambil melihat wajah pucat Claudia
"Hhmm... kita melakukannya dimasa subur, sangat wajar jika tumbuh janin dengan cepat disini" Claudia menatap kearah perutnya mengusap lembut dengan satu tangannya
"Terimakasih Sayang... aku sangat bahagia dengan ini, kamu sungguh membuat duniaku terasa sangat sempurna" andrew kembali memeluk tubuh lemah Claudia
"hhmm Sama-sama... Claudia kini dapat tersenyum dan bernafas lega setelah melihat bagaimana reaksi Andrew setelah mengetahui bahwa ternyata dia sedang hamil, dia begitu takut saat melihat sikap Andrew Sebelumnya dan tidak mau menerima tetapi ternyata dia salah memahami Andrew dan merutuki dirinya sendiri karna sekali lagi dia salah menilai Suaminya.
"Sayang aku minta maaf... aku terlalu khawatir dengan kondisi kamu tadi malam"
"Tidak apa-apa aku mengerti" Sahut Claudia dan mengusap lembut lengan Andrew
__ADS_1
Setelah cukup lama Andrew dan Claudia berbincang, Andrew mengambil makanan didapur dan membawanya kembali kekamarnya..
"Sayang besok kita pindah kekamar bawah saja'' ucap Andrew tegas tetapi masih ada kelembutan dari perkataan nya itu dia sambil memasukkan suapan makanan kemulut Claudia perlahan, suntak Claudia langsung menatap wajah Andrew heran
"Kenapa, aku nyaman disini untuk apa pindah?!"
"Itu tidak aman untukmu harus turun naek tangga disetiap hari, terlebih lagi bahaya untuk usia muda janin kita tidak tahu bagaimana kondisi kamu dan anak kita" senyuman manis Claudia terbit diwajahnya dia baru menyadari bahwa ternyata Andrew menghawatirkan dirinya dan anak merika
"Kamu tidak perlu khawatir, bukankah Istri kamu seorang Dokter?! kamu harus tahu aku lebih mengenal bagaimana kondisi tubuhku dibandingkan orang lain" Claudia memutar kedua matanya jengah dan tertawa
"Dan ya berhenti bekerja untuk sementara waktu akan sangat tidak baek jika kamu terlalu lelah, aku tidak ingin sampai kamu sakit apa lagi mengganggu pertumbuhan anak kita"
"_______"
"Andrew kau bahkan membuatku cuti beberapa bulan terakhir dan sekarang kau berniat membuatku berhenti dengan alasan anak?! gumamnya dalam hati
Sepertinya Claudia salah besar menerka-nerka Suaminya, bahkan Sekarang dia mengatur segalanya untuknya, bukankah ini lebih dari saat merika awal bertemu dan Sebelum menikah kembali? Andrew benar-benar membuat Claudia hampir menangis menerima perlakuan khusus seperti ini.
"Nyonya... apa kamu mendengarkan?!"
"Tidak apa-apa... aku Akan lebih senang jika istriku ini akan tumbuh sedikit berisi dari sebelumnya, aku yakin Istriku ini akan lebih cantik dari sebelumnya" Ucap Andrew menghibur
"Maksudmu aku gemuk?! Andrew aku mengandung anakmu" Claudia tidak terima saat mendengar penuturan Andrew yg menyiratkan bahwa dia akan menjadi gemuk karna terus menerus diam dirumah.
"Hahahaha... yayayaya Suami mu ini tahu Sayang, bukankah jika kamu lebih berisi dan menjaga kesehatan tubuh akan lebih baek untuk pertumbuhan anak?!" Andrew mengusap lembut perut datar Claudia Sambil tertawa melihat wajah Claudia yg ditekuk.
"Andrew.... panggil Claudia menatap lekat wajah Andrew
"Hhmm?!"
"Sejak kapan kamu banyak bicara seperti ini?!
"______"
__ADS_1
"umung kosong apa yg kamu bicarakan?! Sayang aku memang seperti ini" Andrew tertawa setelah mendengar perkataan istrinya
"Yang aku tahu kau sangat dingin pada orang lain Andrew, bahkan kamu tertutup"
"Kamu salah Sayang, aku tidak seperti itu" Andrew mengusap lembut pipi Claudia "aku memang seperti ini tapi jika hanya bersama dengan mu" tambahnya lagi dan tersenyum
.
.
.
.
di kediaman lama Keluarga Geordan
Suasana Mansion masih sama, bahkan Maura tidak mendapatkan ijin untuk berangkat ke Eropa Sebelum dia mendapat maaf dari Andrew, bahkan semua orang bersikap diam pada dirinya, terlebih Kakek Tetua dia semikin menanamkan kebencian pada Maura karna membuat Andrew menutup semua akses untuk bisa berhubungan dan saling bertukar kabar.
"Bagaimana ini pah sudah dua bulan Andrew tidak lagi memberikan kabar pada kita, kita tidak tahu bagaimana kondisi Claudia saat ini apa dia sudah membaek atau masih sama seperti sebelumnya" Keluh Nyonya Melia pada sang Suami yg terlihat sibuk membaca koran
"Kenapa tidak kamu cuba temui dia kemansion miliknya"
"Tidak bisa.... kau tahu dia memberikan penjagaan ketat bahkan seluruh Mansion terjaga dengan pengawalan khusus, putraku tidak lagi peduli dengan kita"
"Andrew hanya ingin menjaga istrinya, aku tahu dia tidak akan marah dengan kita dia hanya perlu waktu"
"Tapi ini sudah lama pah, tapi tetap saja dia tidak memberikan kabar apapun tentang Claudia, Mama khawatir dengan kondisi nya.
bahkan Andrew tidak lagi datang kesini"
"Sudahlah mah.. biarkan dia dulu kau tahu bagaimana jika Andrew marah dia putra kita kamu lebih mengenalnya daripada siapapun"
"hhmm... kamu benar tapi aku sangat merindukan putra dan menantu kita pah, beruntung keluarga Meyriska tidak mengetahui hal ini kalau tidak kita tidak akan tahu bagaimana menjelaskan tentang ini" nyonya Melia mendesah pelan mengutarakan kelegaan dalan hatinya
__ADS_1
"Tapi kau tahu kita juga tidak bisa mengabaikan segalanya" ucap Tuan Geordan pada istrinya menginginkan agar dia tidak menanggapi segala sesuatu dengan mudah dan mengabaikan
Nyonya Melia mengerti maksud dari perkataan Suami dia benar tidak terlalu baek bagi merika untuk menyembunyikan kebenaran yang sudah seharusnya merika bagi pada Maura sejak dulu, cepat atau lambat dia akan segera tahu tentang segalanya dan akan lebih baek jika dia tahu dari keluarganya sendiri, bukan orang lain.