Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Merika sangat peduli


__ADS_3

Claudia terpaku saat dia melihat ada beberapa mobil Box yg memasuki aria Mansion yg penuh dengan berbagai macam perlengkapan bayi dan mainan.


dia bingung harus menaruh Semua dimana bahkan kamat bayi dia masih belum mempersiapkan.


"Andrew apa ini?! Kenapa ini sangat banyak apa kamu sudah tidak waras, usia kandungan ku masih sangat muda kenapa kamu membeli sebanyak ini?!" Ucap Claudia dalam panggilan telpon nya


Andrew yg ada diseberang panggilan ikut terpana dengan apa yg dikatakan Claudia, dia tidak tahu dengan Semua itu, saat dia melihat chat yg ada digawainya baru dia mengerti dari mana asal semua itu.


"Sayang itu semua bukan aku yg membelikan, merika semua mengambil hakku sebagai ayah biologis anakku"


"apa.. aku tidak mengerti?!" ucap Claudia bingung


"Itu semua perbuatan Kakak mu sayang, Davin dan juga Roy merika baru saja mengirimiku pesan"


Claudia menepuk dahinya terkejut dengan penuturan Andrew " merika sangat peduli" desah Claudia membuang nafasnya lemah


"Hhmm... kamu benar sayang, bahkan merika tidak memberiku peluang hak sebagai ayah anak kita untuk membelikan nya apapun" Andrew membuang nafasnya gusar, jika dia tahu akan seperti ini dia tidak akan reput-reput untuk memberi tahu temannya tentang kabar gembira ini.


"ini terlalu banyak!'


"Sayang sekali pun merika membelikan anak kita sebuah mobil mewah itu tidak akan mengurangi kekayaan merika" ucap andrew terkekeh


"yaa aku tahu... tapi terlalu banyak"


"ya sudah kembalikan saja''Andrew tertawa lepas menertawakan Wanita nya itu


"Bagaimana mungkin..!! sama saja kita tidak menghargai Merika, kau tahu pakaian yang merika belikan cukup sampai anak kita berusia lima tahun!"


"____"


Andrew terdiam mematung setelah mendengar penuturan Claudia, bagaimana mungkin merika mengambil haknya dengan begitu sangat kejam.


Setelah menutup panggilan Andrew Claudia kembali masuk kedalam Mansion dia memerintahkan pelayanan untuk memberiskan semuanya dan memasukkan kedalam kamar kosong yg ada dilantai atas untuk sementara waktu Sampai kamar untuk bayi merika nantinya sudah benar-benar sudah siap.

__ADS_1


Andrew benar-benar membuktikan kata-katanya dengan hitungan jam kamar merika sudah pindah kelantai satu Mansion dan dia tidak lagi memberikan ijin pada Claudia untuk naek kelantai atas tanpa dirinya, dia takut Claudia akan jatuh ditangga.


Saat Claudia menikmati salad buah yg andrew buatkan untuknya Sebelum pergi bekerja, dia begitu sangat menikmati hingga tanpa dia sadari bahwa seseorang sudah berada tepat di belakangnya.


"Nikmat bukan..?!! kamu sudah seperti seorang Ratu!!"


Claudia sangat terkejut hingga Tanpa dia sadari menjatuhkan mangkuk yang ada ditangannya hingga semua bersirakan berantakan dan menyebabkan Suara kegaduhan yg membuat beberapa pelayan berlarian menuju teras belakang, merika takut terjadi sesuatu pada nyonya muda merika.


"Aku tidak apa-apa" ucap Claudia pada para pelayannya, namun dari raut wajahnya terlihat ada ada sedikit kecemasan.


"Mau apa kamu kesini?!" ucap Claudia nampak tenang


"tidak banyak... hanya ingin sedikit bermain" ucap tersenyum menyeringai melihat sekilas pada Claudia kemudian dia kembali mengalihkan pandangan matanya kearah kolam renang.


"Kamu sudah berlebihan dengan membuat Andrew memutuskan hubungan dengan kami Semua bahkan dia memberikan penjagaan ketat hanya untuk wanita rendahan seperti kamu yg tidak ada apa-apanya" ucap nya begitu tenang, namun itu berdampak terhadap Claudia yg langsung memalingkan wajahnya menatap Maura bingung sekaligus bercampur keterkejutan.


"Waw hebat... sepertinya kamu bahkan tidak tahu bahwa aku masuk kesini dengan menyelinap?!" tambahnya lagi


"Apa yg kamu cuba katakan...


"itu tidak benar... kamu hanya membual!!"


Claudia tidak ingin lagi mendengar penuturan Maura dia langsung mengambil ponselnya dan ingin meninggalkan Maura namun dengan cepat Maura berdiri dari duduknya dan menarik tangan Claudia


"Apa kamu mau lari?! heehhh.... kamu ingin lari dari kenyataan"


"Aku tidak ingin mendengar perkataan seseorang yg hanya menginginkan kehancuran dalam rumah tangga kakaknya sendiri, sudah cukup kamu berperilaku sesuka hati" ucap Claudia tidak senang dan dengan cepat dia kembali menarik tangannya walaupun dia marah dan tidak Suka dengan Maura dia tidak sama sekali mengungkit tentang masa lalu Maura dan statusnya yg sebenarnya dia malah merasa kasihan dengan kebenaran tentang hidup Maura yg tidak beruntung tidak memiliki satupun keluarga yang mau merawatnya.


"hahahaha.... Kamu yg membawa kesialan dalam hidup kami, sebelumnya keluarga kami baek-baek saja Sebelum kamu hadir dikeluarga kami tapi setelah kamu hadir apa yg terjadi?! kamu membuat keluarga kami menjadi terpecahkan!!" Bentak Maura meninggikan suara nya.


"Tutup mulutmu...!!!! Teriak Andrew menunjuk Maura yg baru tiba dengan langkah cepat nya dan menarik Claudia kebelakang nya.


dia baru mendapatkan informasi dari bawahannya bahwa ada seseorang yang tengah menyelinap kedalam Mansion milik nya, merasa takut terjadi hal buruk lagi pada Claudia dia bergegas meninggalkan semua pekerjaan yang menumpuk dimeja.

__ADS_1


"Apa... bukankah aku berbicara tentang kenyataan?!" Sahut Maura, entah dari mana dia mendapatkan keberanian seperti ini hingga dia berani melawan Andrew.


"Bawa dia pergi dari sini...!!!!" teriak Andrew pada para pengawal yang sudah siap menunggu perintah Andrew dan tanpa menunggu lagi merika bergegas menuju Maura yg menatapnya penuh kebencian.


Setelah Maura pergi Andrew membawa Claudia masuk kedalam kamar merika dan memberikan secangkir Air untuk Claudia minum " Andrew kenapa kamu melakukan hal itu, kamu seharusnya tidak seperti ini" Keluh Claudia setelah meminum air


"Aku hanya berjaga-jaga, aku takut dia akan berbuat nekat lagi seperti sebelumnya, kamu lihat sendiri bukan bahkan dengan penjagaan ketat dia dengan mudahnya bisa masuk kesini" Ucap Andrew memegang tangan Claudia yg terasa sangat dingin.


"Apa kamu merasa tertekan?!" tanya Andrew nampak sangat Khawatir


"Sedikit... aku hanya terkejut dengan kedatangan di yg tiba-tiba setelah pertemuan kami terakhir kali di hotel, aku tidak apa-apa Andrew" sahut Claudia tersenyum


"Apa kamu yakin?!" tanyanya lagi


"hhmm... sangat yakin!!"


"kalau begitu apa kamu mau salad lagi? kamu belum memakan dengan benar bukan?!" tanyanya, dia melihat salad yg dia buatkan berserakan dilantai dan dia merasa semakin khawatir saat melihat itu semua, dia terlalu takut Maura melakukan hal yang tidak-tidak lagi pada Claudia.


"Hhmm.. tidak apa-apa kamu bisa membuatnya lagi nanti"


"Andrew... panggil Claudia pelan Setelah diam sejenak


"Ada apa?!"


"Kenapa kamu tidak memberi akses untuk keluarga kamu untuk merika bisa bertemu kita?!" tanya Claudia nampak tidak senang


"Maaf sayang aku hanya takut jika nantinya Maura kembali berulah lagi, dan kamu lihat sendiri dia bahkan dengan berani masuk diam-diam kesini bukan?! aku tidak tahu jika terlambat sedikit saja dia mungkin saja sudah melakukan hal yang mungkin tidak termaafkan olehku.


Kau tahu Sayang sedikitpun aku tidak pernah ingin mengabaikan keluargaku, aku sudah memberi tahu papa untuk sementara waktu untuk menjaga jarak dan Papa menyetujui itu. ditambah lagi dengan hadirnya anak kita aku takut seseuatu yg buruk mungkin terjadi, Maura bukan orang yang bisa diremehkan, dia akan selalu berusaha untuk melakukan apapun yg dia inginkan Sebelum da bisa puas dan mendapatkan nya"


Claudia mengangguk mengerti, tetapi dia juga merasa tidak adil untuk kedua mertua dan Kakek Tetua hanya karena masalah ini, ditambah lagi saat ini dia sedang hamil bagaimana bisa merika menyembunyikan kabar gembira dari keluarganya


"Aku tidak ingin terlalu berlarut Andrew, aku ingin malam ini kita kekediaman lama mungkin Kakek Tetua sudah sangat merindukanmu, sudah cukup kamu memberikan penjagaan ketat untukku yakinlah bahwa aku akan baek-baek saja"

__ADS_1


"Apa kamu tidak apa-apa lagi bertemu dengan Maura?!" tanyanya sedikit terkejut


"Tidak apa-apa.. dia adik iparku sekarang cepat ataupun lambat kami tetap akan terus bertemu akan lebih baek jika kalian memperbaiki hubungan antara kakak adik" ucap Claudia tersenyum lebar ketika ia melihat wajah Suaminya yg nampak masih ragu dengan dirinya sendiri.


__ADS_2