Cinta Yang Tertunda

Cinta Yang Tertunda
Lembaran baru


__ADS_3

Di pagi hari yang cukup cerah, aku mulai dengan aktivitasku seperti biasa, tidak ada yang berbeda seperti hari- hari sebelumnya mulai dari membersihkan tempat tidur, menyapu lantai dan tidak lupa juga menyapu halaman, ini memang tugas rutinitasku, walaupun sudah ada pembantu.


Bi Inah pembantu kami dia hanya tugasnya memasak karena dengan kondisinya yang sudah tidak memungkinkan untuk mengambil banyak pekerjaan jadi aku yang membantunya untuk menyapu yaa.....hitung-hitung sambil aku berolahraga pagi tidak ada salahnya aku membantunya.


Setelah aktivitas pagi yang biasa aku lakukan, aku istirahat sebentar duduk di taman depan rumahku. Sambil menikmati pemandangan taman2 kecil yang ada dihadapanku. Ini juga merupakan kebiasaan ku. Terkadang disaat aku ada masalah taman2 kecil inilah yang selalu menghiburku. Setelah aku rasa cukup, aku memasuki rumah dan mengambil handuk dan terus mengguyur badanku di kamar mandi.....


Setelah lima belas menit waktu aku habiskan untuk mandi dan aku mulai menggunakan pakaian yang aku rasa cukup rapi dengan kemeja lengan disiku dan menggunakan rok selutut dan mengolesi sedikit bedak dan lipstik dimulutku...aku rasa cukup.. rambut.. aku biarkan terurai karena memang tidak terlalu panjang hanya sebahu...aku memang tidak suka rambut terlalu panjang karena aku suka yang simpel sehingga memudahkan bagiku untuk merawatnya dan tidak perlu memakan waktu banyak untuk membentuknya ..jadi cukup disisir rapi saja. Dan terakhir aku mengambil syal berwarna merah muda , warna favoritku yang aku pasangkan di bahuku. Setelah ku rasa cukup aku keluar kamar dan menghampiri Ayahku yang sudah duluan duduk di meja makan.


"Pagi yah....." sapaku sambil duduk berseberangan dengan ayahku


"Pagi sayang...." Sahutnya, "Anak ayah memang cantik ya...."


"Siapa dulu dong orang tua nya" . jawabku dengan sumringah


"Ya donk.....o ya gimana kamu sudah siap hari ini,....sahut ayahku lagi.


"Alhamdulillah ayah." . jawabku

__ADS_1


"Baiklah sekarang kamu habiskan sarapanmu , habis itu kita berangkat. ..jawab ayahku lagi dengan semangatnya.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih dua puluh menit kami pun bergegas untuk segera berangkat dengan menggunakan mobil yang ayahku kendarai. Ayahku tidak pernah menggunakan sopir pribadi..karena disamping ayahku memang tidak terlalu suka merepotkan orang lain dan bagi dia itu bisa menghemat pengeluaran. Ayahku selalu mengajarkanku untuk selalu berusaha untuk melakukan pekerjaan sendiri dan sebisa mungkin untuk tidak merepotkan dan menyusahkan orang lain. Aku suka dengan prinsip ayahku. karena mendidik aku menjadi anak yang mandiri.


Dua puluh menit kita habiskan perjalanan untuk sampai di kantor ayahku dan sampailah kita di halaman parkir, Aku turun dan aku melihat papan yang cukup besar terpampang diatas gedung yang hanya berlantai lima " Nuansa Hijau Property" itulah nama perusahaan ayahku yang sudah lama dia geluti. Walaupun tidak begitu megah tetapi aku cukup bangga dan kagum dengan kegigihan ayahku selama ini yang selalu berjuang ....berjuang dan berjuang seorang diri untuk memimpin usahanya sampai sebesar ini tanpa adanya seorang istri disampingnya... tanpa kusadari butiran kecil keluar dari mata ku...rasa bangga dan sedih bercampur jadi satu...


" Sayang...ayo.. kenapa kamu masih bengong disitu". ujar Ayah yang sudah memecah lamunanku. dan tanpa kusadari ayahku sudah berjalan dan hampir memasuki pintu utama kantor.


Aku pun mulai berjalan dan sedikit mempercepat langkahku untuk bisa mengejar ayahku yang sudah cukup jauh dan sambil aku mengusap pipiku yang sudah terlanjur basah.


" Selamat pagi Pak "Selamat pagi nona " sapanya dengan ramah.


"Selamat pagi Hen....o ya sebentar tolong ke ruangan saya." jawab ayahku sambil berlalu meninggalkannya seorang diri.


Aku pun mengikuti langkah ayah sambil tidak lupa juga mengatakan "selamat pagi " kepada pemuda itu


"Tok...tok....tok...tidak begitu lama pintu ruangan diketuk

__ADS_1


" Ya masuk" Jawab ayah


" Selamat pagi pak." ujar pemuda itu dengan sopan.


" Silahkan duduk dulu ." perintah ayah dengan sopan.


Akhirnya pemuda itu duduk di sofa yang tidak jauh denganku.


Ayah mulai menghampiri kami dan duduk di seberang kami .


" Nak Hendra... perkenalkan ini anak saya, Merry ...dia baru saja menyelesaikan studinya dan mulai hari ini dia yang akan menggantikan posisi saya sebagai CEO di perusahaan ini. dan saya minta sama kamu untuk membantu mengajarkan banyak hal tentang perusahaan, semua tanggung jawab perusahaan akan saya serahkan sama Merry anak saya. Bisakah kamu membantunya ?" jelas ayah panjang lebar dan sekaligus juga menanyakan kesanggupan pemuda itu.


" Baik pak, saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuk Bapak dan putri Bapak." ujar pemuda itu dengan sopan.


" Baiklah kalau begitu... mulai hari ini perusahaan ini akan saya serahkan ke putriku Merry, kamu harus bisa menjaga dan mengembangkan usaha ayah ya ..sayang" Ayah yakin kamu pasti bisa melakukannya." ucap ayah lagi.


" Ya ayah aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengecewakan ayah." sahut ku dengan sopan.

__ADS_1


__ADS_2