Cold Love

Cold Love
Bab 22. Mahasiswa Baru


__ADS_3

Terkadang apa yang diharapkan berbeda dengan apa yang didapatkan. Kekecewaan dari sebuah harapan wajar dirasakan.


Bertahun-tahun berharap untuk hal yang sama.


Menginginkan dia kembali seperti dulu.


Akan tetapi, jika dipikirkan lagi. Mungkin dia memang tidak akan pernah sama kembali. Sudah terbiasa dengan dirinya yang sekarang.


Tetap saja, ada hal-hal dari dirinya yang tidak berubah. Kecil dan mungkin tidak disadari siapa pun.


"Mau kuliah di mana?"


Dua hari setelah pernikahan, Bryan memanggil mereka berdua untuk duduk di ruang tengah. Membicarakan kelanjutan pendidikan mereka sama seperti setiap kali mereka lulus dan tiap itu juga, Lucas selalu bertanya pada Freya terlebih dahulu.


Freya menjawab dengan kedua lengan lurus di atas lututnya. "Kamu sendiri mau di mana, Lucas?"


Kali ini, Freya bertanya balik. Dia tidak ingin Lucas selalu mengikuti pilihannya. Mereka sudah lulus dan akan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Jika Lucas masih bertanya padanya, lalu mengikuti pilihannya maka itu akan membuang waktu Lucas saja.


Orang yang ditanyai menutup ponselnya. Kemudian menaruh perhatiannya pada Freya. "Aku tanya kamu."


Tangan Freya mundur sedikit, tubuhnya kaku karena tatapan tajam Lucas. Dia berkata ragu. "Oh, aku ... di dekat sini ... aja?"


Jawaban yang terdengar lebih ke pertanyaan. Freya tidak dapat memikirkan universitas manapun. Dia tidak mencari tahu lebih jauh karena Freya pikir Bryan akan mengatur kuliahnya. Jujur saja dia sendiri tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah. Jika boleh, Freya hanya ingin diam di rumah dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.


Meskipun jawaban Freya ragu-ragu, Lucas tetap mengangguk dan berkata pada Bryan.


"Aku kuliah di sana."


Freya memaki dirinya sendiri sekarang. Sejak dulu, Lucas selalu mengikuti pilihannya. Alasannya adalah karena lelaki itu ingin melindungi dirinya, tapi sejak SMA, Lucas tidak lagi melindungi dirinya dan Freya harus menghadapi orang-orang yang membencinya sendirian. Beruntung tidak separah dulu. Jadi, bahkan jika Lucas tidak melindunginya pun, Freya masih bisa bertahan.


Lalu, sekarang Lucas masih tetap mengikuti pilihannya. Apabila memang dia melakukan itu untuk melindungi Freya, tidak perlu untuk mengikuti ke mana pun Freya pergi. Freya bisa melakukan hal yang sama. Apalagi dengan status mereka yang sekarang. Wajar jika Freya yang mengikuti ke mana pun Lucas pergi.


Freya jadi memikirkannya sekarang. Mungkin alasan Lucas mengikuti pilihannya adalah karena dia malas memikirkan tujuannya sendiri. Menyamakan dengan pilihan seseorang adalah jalan keluar bagi Lucas yang malas berpikir.

__ADS_1


Freya dapat melihat Bryan menghela napas pasrah di depannya. Melihat itu, Freya semakin merasa bersalah. Tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang.


"Oke. Papa urus pendaftaran kalian. Freya, kamu mau jurusan apa?"


Mendengar ini, Freya buru-buru menjawab sebelum Lucas mengikuti pilihannya lagi.


"Sama kayak Lucas."


Bryan mengerutkan keningnya. "Kamu yakin?"


Freya mengangguk walau dia sendiri tidak tahu jurusan apa yang Lucas ambil.


Bryan melirik Lucas yang terlihat bermain kembali dengan ponselnya. Kemudian dia melihat Freya.


"Bagus kalo kamu mau. Gak lama lagi pendaftaran dibuka. Jangan main-main lagi kalian."


Freya mengangguk, sementara Lucas hanya bergumam. Lalu, Bryan berdiri dari duduknya dan kembali ke kamarnya sendiri.


Hari-hari Freya berlalu seperti biasa tanpa perubahan yang berarti. Di sebelahnya, Lucas tertidur dengan posisi yang sama. Namun, semalam dia telah mengubah arah tidurnya sekali.


Sebulan sejak mereka menikah, Lucas sama sekali tidak melakukan apapun. Rasanya mereka hanya tidur bersama, selebihnya ketika keluar dari kamar ... mereka akan melakukan kegiatan masing-masing.


Freya bangun dari tidurnya setelah memperhatikan wajah Lucas. Ini adalah kebiasaannya sejak menikah. Memandang kegagahan yang terbentuk pada diri suaminya membuat Freya merasa energi dalam tubuhnya terisi.


Selesai berbenah, Freya menggoyang pelan bahu Lucas. Tidak tahu sejak kapan Lucas mudah dibangunkan, tapi sekarang hanya dengan sedikit tepukan atau gerakan di tubuhnya, Lucas akan langsung membuka matanya perlahan. Dulu, saat mereka kecil ... Freya akan kesusahan membangunkan lelaki ini. Jika Freya sudah mencubit ujung hidungnya, barulah Lucas membuka matanya.


Freya keluar dari kamar, membiarkan Lucas membersihkan dirinya.


Sama seperti hari-hari lain, Freya tidak membiarkan Bi Surni menyiapkan sarapan untuk Lucas. Dia ingin melakukan itu sebagai seorang istri. Bi Surni pun memahami keinginan Nona mudanya dan pergi dengan tersenyum.


Lucas dan Bryan berjalan ke dapur di waktu yang hampir bersamaan. Ketiganya makan dengan tenang di meja makan. Setelah menghabiskan sarapan, Bryan meminta Lucas untuk pergi bersama Freya karena hari ini adalah hari orientasi kampus.


Lucas mengangguk. Kemarin dia baru mendapatkan mobil dari Bryan. Setahun yang lalu, Lucas telah memperoleh SIM nya sendiri. Oleh karena itu, Bryan membelikannya mobil untuk dia kendarai ketika kuliah nanti.

__ADS_1


Freya tidak bisa membawa mobil dan dia tidak memiliki keinginan untuk mengendarai kendaraan beroda empat itu. Kecelakaan yang dialami kedua orangtuanya membuat Freya tidak berani mengendarainya. Walaupun dia tidak ada saat kejadian itu terjadi, tetap saja hal itu menjadi luka bagi Freya. Sejujurnya, dia pun takut jika harus naik mobil atau bus. Membayangkan situasi orangtuanya saat kecelakaan itu terjadi membuat sekujur tubuh Freya bergetar ketakutan.


Namun, kembali lagi. Freya tidak ingin membuat Bryan khawatir. Jadi, dia menekan pikirannya dan mengatakan jika semua baik-baik saja.


Lama termenung dalam kesedihan masa lalu, tanpa sadar mobil Lucas telah tiba di parkiran kampus. Keduanya berada di jurusan yang sama. Maka itu, arah tujuan mereka pun sejalan.


Mereka tiba di aula fakultas ekonomi dan bisnis. Semua jurusan yang bernaung di bawah fakultas ini memiliki banyak mahasiswa dan mahasiswi baru. Freya dan Lucas mengambil jurusan manajemen. Jadi, mereka bergabung ke dalam barisan setelah melihat papan bertuliskan "Jurusan manajemen".


Para lelaki duduk di barisan depan, sementara perempuan berada di barisan belakang. Lucas duduk di tengah-tengah karena kebanyakan dari mereka duduk secara acak tanpa menutupi bagian-bagian yang kosong di depan, sedangkan Freya duduk di kursi paling belakang karena semua kursi depan telah penuh.


"Hai." Freya menoleh ke samping saat mendengar seseorang menyapanya.


Itu adalah seorang gadis manis bermata bulat. Jarak antara mata dan lipatan kelopak matanya cukup luas disertai dengan bola mata yang besar.


Bulu matanya panjang dan menjuntai ke atas. Bibirnya tidak kecil dan juga tidak lebar. Berisi dan pas dengan ukuran wajahnya yang tergolong kecil.


Rambutnya diikat bulat ke atas, memperlihatkan lehernya yang panjang dan putih. Beberapa helai rambut coklatnya jatuh di sekitar pelipisnya. Gadis itu tampak cerah seperti cuaca hari ini. Dia tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang kurang rapi, tapi menambah keindahan di wajahnya.


Freya terlalu lama terpesona dengan kemanisan perempuan di depannya. Dia baru menjawab sapaan gadis itu.


"Hai."


Gadis itu memiringkan tubuhnya menghadap Freya. "Nama aku Aliza Rabya. Kamu bisa panggil aku Aya."


Perempuan itu tertawa sendiri setelah memperkenalkan dirinya. Gadis itu menjulurkan tangannya, menunggu sambutan tangan Freya.


Freya melihat tangan itu sebelum menyambutnya. "Freya Adreena."


Keduanya saling melepaskan tangan setelah selesai menyebut nama masing-masing.


Aya memiliki segudang pertanyaan yang dia ajukan pada Freya. Bertanya di mana dia tinggal, lulusan mana, apakah dia memiliki orang yang dia kenal di jurusan yang sama, dan lain sebagainya.


Freya hanya menjawab seperlunya dan berbohong di beberapa tempat demi keamanan. Dia sama sekali tidak menyebutkan tentang Lucas dan statusnya yang sudah menikah. Mungkin saja Lucas tidak nyaman jika ada yang mengetahui hubungan mereka. Secara keduanya masih berkuliah dan baru lulus SMA. Masa muda Lucas akan terenggut jika teman-teman kuliahnya mengetahui jika Lucas telah menikah. Bisa saja ini tidak menyebabkan masalah, tapi Freya memilih untuk menghindari hal-hal yang bisa membuatnya merasa bersalah di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2