Cold Love

Cold Love
Bab 82. Lucas Mabuk?


__ADS_3

Aizi tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Lucas. Dia tiba-tiba saja meminta bantuan Aizi untuk mengantarkannya pulang. Meninggalkan mobil miliknya sendiri diambil oleh seseorang yang tidak dikenal oleh Aizi. Pria itu, bahkan sempat memesan segelas alkohol, tetapi dia hanya meminumnya setengah.


"Lo mabuk?" tanya Aizi. Di sampingnya, Lucas terus memegang keningnya sendiri dan mengulangi kata-kata yang tidak jelas.


Karena pertanyaannya tidak ditanggapi, Aizi membuka pintu mobil dengan helaan napas. Kemudian, dia membantu Lucas. Menarik pelan pemuda itu keluar dari mobilnya.


"Lagian lo ngapain minum, sih? Lucas. Lo beneran mabuk?" tanya Aizi. Dia tidak yakin jika Lucas benar-benar mabuk hanya karena meminum sedikit alkohol dengan kadar yang tidak terlalu tinggi.


"Diem, Zi. Gue pusing." Setelah lama mengabaikan pertanyaan Aizi dan mengeluh sambil memegang kepala, akhirnya Lucas membuka suara. Meskipun perkataannya hanyalah menyuruh Aizi untuk diam.


Ketika Aizi menekan bel, seorang pria tua datang membuka pintu. Aizi bisa menebak bahwa pria tersebut adalah ayah Lucas.


"Malam, Om. Saya Aizi, temen lama Lucas. Maaf, ini Lucas kayaknya mabuk." Aizi memperkenalkan dirinya sekaligus menjelaskan apa yang terjadi pada Lucas secara singkat.


Bryan buru-buru mengambil alih Lucas dari Aizi. "Oh, iya, iya. Aduh, maaf udah ngerepotin. Dia ini emang gak bisa minum-minum. Kebanyakan gaya emang ini bocah. Makasih, ya."


Aizi tertawa kecil. "Iya, Om. Saya permisi, ya."


Bryan yang sibuk memapah Lucas pun segera menoleh. "Gak nginep aja di sini? Udah malam."


"Gak papa, Om. Saya ada urusan lain juga." Tidak lagi memaksa, Bryan mengangguk paham. "Ya sudah. Hati-hati di jalan udah gelap."


Setelah berpamitan, Aizi pun pergi meninggalkan Lucas yang sudah dia serahkan pada Bryan. Sementara itu, Bryan dengan susah payah memapah Lucas hingga ke ruang tengah. Di sana, Freya baru turun dari tangga setelah memastikan Syakia tidur.


"Lucas kenapa, Pa?" tanya Freya begitu melihat Lucas sempoyongan di bahu mertuanya.


"Dia mabuk. Padahal gak bisa minum."


Freya pernah melihat ini sekali. Lucas benar-benar bertingkah aneh jika dalam keadaan mabuk dan sekarang pun hal itu tidak berubah.


Bryan membawa Lucas ke atas, tapi pria itu melihat Freya dan tidak ingin lepas.


"Papa ada kerjaan. Tolong jaga Lucas, ya."


Ingin menolak, tapi dia tidak bisa. Pada akhirnya, Freya membawa Lucas ke kamar dengan bantuan Bryan.


Bryan sudah turun, meninggalkan dia dengan Lucas. Sebelum Lucas bertingkah, Freya segera kembali ke kamarnya sendiri. Namun, ternyata ketika dia ingin menutup pintu, Lucas masuk ke dalam kamarnya sambil berkata seperti anak kecil.


"Frey. Ayo, main."

__ADS_1


Mulut Freya terbuka sedikit. "Ha?"


Lucas menerobos. Kekuatannya jelas kalah. Freya tidak bisa menahannya.


"Ayo, main." Dia mengajak, tapi tubuhnya oleng.


Freya menangkap tubuh Lucas. "Kamu ngapain ke sini? Balik ke kamar sendiri sana."


"Kok kamu ngusir aku?"


"Lucas!"


"Freya gak sayang aku lagi?" Freya terdiam. Jika yang bertanya padanya adalah Lucas kecil, mungkin Freya akan langsung mengatakan bukan seperti itu, tapi ini adalah Lucas dewasa yang harus dia hindari.


"Frey," panggil Lucas lagi.


Pria itu hendak menjatuhkan dirinya ke arah Freya, tapi tiba-tiba sesuatu menahan kakinya.


Lucas melihat ke bawah dan mendapati seorang anak kecil di sana.


"Kamu siapa?" Dia melihat Freya, "Dia siapa?"


Freya tidak menjawab melainkan berbicara pada anak itu. "Kenapa bangun? Ribut, ya?" Syakia mengangguk.


Lucas merendahkan dirinya. Memperhatikan bocah perempuan di depannya. "Hmm. Muka kita kok mirip? Kamu adek aku? Eh, tapi kan orangtua aku udah cerai. Kamu adek tiri aku? Tapi gak mungkin."


Agar Lucas berhenti berceloteh, Freya menarik Syakia menjauh dari Lucas. "Kamu tidur aja, ya." Isyaratnya pelan.


Syakia menggeleng lagi.


Mata Lucas berkedip-kedip, antara menahan kantuk atau berusaha mencari kesadaran. Dia hendak melemparkan dirinya lagi kepada Freya, tetapi Syakia menahannya. Bocah itu tidak membiarkan Lucas mengganggu ibunya sama sekali.


"Apa? Mau main?" tanya Lucas. Kemudian, lelaki itu celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.


"Cari apa?" tanya Freya sambil ikut mencari sesuatu yang dia tidak tahu.


Lucas tidak menjawab. Dia terus mencari di dekat lemari pakaian dan menemukan sebuah kotak mainan berisi boneka yang bisa dibongkar pasang pakaiannya.


"Ayo, main."

__ADS_1


Lucas menarik pelan lengan Syakia. Mengajak gadis kecil itu duduk di atas karpet bulu dan mulai bermain dengan boneka itu.


Freya menghela napasnya. Setelah menutup pintu, dia duduk di pinggir kasur. Memperhatikan keduanya. Sesekali mereka akan bertengkar karena pakaian yang digunakan tidak sesuai selera salah satu dari mereka.


"Syakia ngantuk?" tanya Freya ketika melihat Syakia menguap. Bocah itu mengangguk pelan. Lalu, Freya mengajaknya untuk tidur. Gadis itu mengangguk patuh dan membiarkan Lucas bermain sendirian.


Freya melirik Lucas sekilas yang ternyata tengah merapikan mainan. Diam-diam dia bertanya pada dirinya sendiri. Apakah Lucas sudah sadar atau dia memang tidak mabuk?


Tapi jika dipikirkan lagi, tidak mungkin pria itu bertingkah aneh kalau bukan karena akalnya hilang sejenak.


Ketika Syakia sudah tidur, Freya menyuruh Lucas untuk bangun, tapi Lucas malah memeluknya dan mereka jatuh ke kasur. Freya tidak bisa melepaskan diri karena takut membuat keributan. Jadi, dia memilih untuk diam saja sementara Lucas memeluk erat dirinta dengan mata terpejam.


"Freya. Kita baik-baik aja kan?" bisik Lucas. Freya diam tak menjawab membuat pria itu memanggilnya berulang kali.


"Frey."


"Frey."


"Frey."


"Diem. Nanti Syakia bangun."


Hening sejenak, tapi tak lama karena Lucas mulai berbicara dengan normal. Tidak seperti beberapa saat yang lalu.


"Jangan pergi lagi."


"Jangan menghilang lagi."


"Jangan menjauh dari aku."


"Kalo kamu pergi lagi, aku takut gak bisa nemuin kamu lagi."


Freya memandang langit-langit kamar. Di sampingnya, Syakia tidur dengan damai seolah tak ada sesuatu di sebelahnya.


"Tidur. Udah malam."


Lucas bergumam. "Iya."


"Di kamar kamu sendiri."

__ADS_1


Lucas tidak menjawab, tapi dia mengeratkab pelukannya sambil mencari posisi yang nyaman untuk Freya.


Karena susah untuk diusir ditambah tubuh Lucas yang berat, Freya membiarkan pria itu tidur sambil memeluknya malam ini.


__ADS_2