
Baru saja Freya mulai berpikir baik mengenai Lucas, seseorang yang menjadi awal mula rusaknya kepercayaan Freya pada Lucas muncul di hadapannya.
"Hai, Freya."
Jika Freya terus dihadapi dengan kebingungan, lama-kelamaan keningnya akan menimbulkan garis-garis halus akibat kebanyakan mengerutkan kening.
"Kenapa kamu di sini? Lucas belum pulang."
Freya menebak jika Aurora datang untuk menemui Lucas. Tidak ada hal lain yang tepat untuk menjadi alasan wanita itu mampir ke rumah mereka.
Aurora menggeleng pelan. Tas mahal yang dia genggam di depan, semakin mengerat ketika dia mulai berbicara.
"Aku tau kok kalo Lucas lagi gak ada. Aku mau ketemu kamu."
Oh? Jadi, wanita ini tahu kemana saja Lucas pergi? Itu karena kedekatan mereka atau wanita di depannya ini mencari tahu sendiri?
Freya diam-diam bertanya pada dirinya sendiri.
"Kenapa?" tanya Freya. Jika dilihat lagi, pakaian keduanya sangat berbeda. Aurora masih terlihat elegan dan anggun dengan gaun selututnya, sementara dia hanya memakai celana jeans biasa serta kemeja polos berwarna hitam. Rambut Aurora yang panjang dibiarkan tergerai dengan cantik, sementara dia mengikatnya seperti ekor kuda.
Mendadak Freya merasa jauh di belakang Aurora. Sekali lagi, dia merasakan bahwa Lucas lebih baik jika bersanding dengan wanita ini.
"Ada yang mau aku omongin ... tentang Lucas."
Ah, dia sudah menduganya. Tentu saja kedatangan Aurora tidak jauh-jauh dari Lucas.
"Apa?" tanyanya agak ketus.
Meskipun Freya tampak tidak ramah padanya, Aurora mengabaikan hal tersebut. Dia membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah amplop coklat.
"Ini."
Freya hanya melihat tanpa mengambilnya. "Bilang aja isinya. Malas buka."
Aurora hampir berdecak, tapi dia menahan dirinya. Tidak perlu membuka amplop tersebut untuk melihat apa isi di dalamnya, karena dia sudah mengetahuinya dengan jelas.
"Aku hamil anak Lucas dan ini buktinya."
__ADS_1
Hamil?
Freya diam tanpa merespons. Aurora merasa cemas dengan keterdiaman Freya. Apakah rencana Mia akan berhasil? Apakah Freya akan percaya?
"Kenapa kasih tau aku?" Freya menggaruk alisnya, "kasih tau Lucas. Bukan aku yang hamilin kamu, kok."
Namun, seketika kekhawatiran itu berubah menjadi kekesalan karena jawaban Freya yang terkesan tidak peduli.
"Aku bilang ke kamu karena kamu istri dia!"
Freya membalas dengan santai. "Ya, terus? Aku harus apa? Cerai? Bilang sama Lucas. Aku udah minta cerai. Dianya aja yang gak mau." Meskipun begitu, tersirat nada kekesalan di sana. Ditambah pada akhir kalimat, Freya seolah mengatakan pada Aurora bahwa Lucas tidak mau berpisah darinya apa pun yang terjadi.
Aurora mengeratkan giginya. Cengkeramannya pada amplop coklat semakin kuat.
"Udah? Aku masuk dulu."
Tanpa peduli dengan reaksi Aurora, Freya membawa Syakia masuk ke dalam rumah.
Jika Aurora merasa kesal dengan jawabannya, maka di sini Freya lebih kesal.
Tidak. Dia marah. Sangat marah sehingga dia ingin menampar Lucas saat ini juga.
"Kapan selesainya?" gumam Freya di kamar tidurnya.
...***...
Sore itu, Lucas buru-buru pulang ke rumahnya. Dia berusaha keras menghubungi Freya, tapi wanita itu tidak mengangkat telponnya.
Dia tidak tahu apakah Freya dan Syakia sudah pulang atau belum. Dia pergi ke rumah sakit dan ternyata mereka telah kembali.
Lucas mendengar dari bawahan kepercayaannya, Danu. Jika Mia telah membuat rencana untuk memisahkan Freya dan Lucas. Hal itu membuat Lucas geram. Dia baru mengetahui bahwa Aurora pergi ke rumahnya setelah rapat selesai.
Sudah pasti wanita itu bertemu dengan Freya.
Lucas menjadi gusar. Ketakutan menghampiri dirinya. Pertanyaan-pertanyaan busuk memukul kepalanya.
Bagaimana jika Freya dan Syakia pergi sebelum dia berhasil menjelaskan hal yang sebenarnya?
__ADS_1
Lucas tidak akan membiarkan itu terjadi.
Begitu dia sampai di rumah, Lucas langsung pergi ke kamar Freya dan Syakia. Entah karena kelelahan, anak perempuannya sudah terlelap di samping ibunya.
"Kenapa?" tanya Freya. Dia berusaha bangun secara perlahan agar tidak mengganggu tidur Syakia.
"Aku mau bicara," kata Lucas.
Freya melirik Syakia sebentar, lalu mendorong pria itu keluar dari kamar.
"Apa?"
"Kamu ketemu Aurora hari ini?" tanya Lucas langsung ke intinya. Freya mengangguk, tapi mukanya tidak menunjukkan ekspresi apa pun.
"Apa yang dia bilang ke kamu?"
"Dia hamil anak kamu."
****!
Lucas ingin meneriakkan kata kasar sekarang.
"Itu bohong," kata Lucas. Keringat mulai keluar dari pelipisnya. Dia tampak gelisah ketika menjelaskannya pada Freya.
"Dengar. Jangan percaya apa yang dia bilang. Itu jebakan. Mama yang bikin rencana itu buat misahin kita. Tolong jangan percaya, oke?"
"Iya."
Jawaban singkat itu memiliki dampak besar bagi Lucas. Kegelisahannya seketika berkurang.
"Kamu ... percaya?"
Freya tidak menjawab, melainkan dia kembali masuk ke dalam kamar.
Meskipun istrinya tidak menjawab, tapi Lucas sudah merasa lega. Sekarang, yang harus dia lakukan adalah pergi menemui Daniel dan melakukan rencana yang telah mereka susun selama ini.
Sementara itu, di dalam kamar, Freya menjatuhkan dirinya. Dia tidak tahu mengapa hatinya merasa lega.
__ADS_1
Walaupun dia tidak tahu siapa yang benar, tapi hatinya memilih untuk memercayai pria itu.
Apa aku bisa sekali lagi percaya sama kamu, Lucas?