Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Mana Adikku?


__ADS_3

Setelah seminggu berada di Labuan Bajo, hari ini Marchel dan Davin akan segera kembali ke Jakarta. Mereka membawa beberapa oleh oleh untuk keluarga dan para sahabat, terutama bagi putra mereka, Vin.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di bandara Soetta. Sudah ada sopir yang menjemput mereka berdua. Rasa lelah akibat perjalanan membuat Davin terus menyandarkan kepala di pundak Marchel. Dia begitu tak sabar untuk sampai dirumah, Davin begitu merindukan Vin.


45 menit mereka menempuh macetnya jalanan, akhirnya mereka sampai dirumah. Dari dalam mobil Davin bisa melihat Vin yang tengah menunggu kedatangan mommy dan daddynya, pria kecil itu tampak tersenyum, ditemani Ria mama mertuanya. Mereka memutuskan untuk tinggal di rumah Marchel, karena Ria seorang diri, tentu kehadiran Davin dan Vin akan membuat masa tua wanita itu lebih bahagia.


"mommy, daddy" teriak Vin, dia berlari ke arah orang tuanya yang baru akan turun dari mobil, namun saat melihat Marchel dan Davin turun berdua saja Vin mematung, pria kecil itu terdiam membuat Davin, Marchel dan Ria saling memandang bingung.


"son, kamu tidak merindukan mommy?" tanya Davin, dia berjongkok didepan putranya diikuti Marchel dan Ria yang mendekat


"dimana adikku?" tanya Vin polos, Davin dan Ria terperangah, mereka kompak memandang Marchel yang menggaruk kepalanya


"hon, apa yang kau katakan pada Vin?" selidik Davin


"mom, dimana adikku, bukankah daddy janji akan membawa adik ketika kalian kembali" fiks, Davin paham kenapa putranya bertanya demikian, Davin melirik tajam Marchel yang hanya tersenyum


"Vin sayang, Vin harus banyak banyak berdoa agar diperut mommy segera hadir adik Vin, kalau sekarang belum ada adik disini" tunjuk Davin pada perutnya, terlihat wajah Vin kecewa


"sayang, daddy janji akan segera memberikan Vin adik, Vin mau kan menunggu?" bujuk Marchel


"daddy tidak akan bohong lagi?"

__ADS_1


"tidak, daddy promise" Marchel memberikan jari kelingkingnya pada Vin


"sudah, kalian pasti lelah, sebaiknya kalian istirahat dulu" ucap Ria


"baiklah ma" jawab Davin


Mereka masuk ke dalam rumah, Davin langsung menuju ke kamar diikuti Marchel. Sedangkan Vin bermain bersama Ria


Didalam kamar


"sayang kau marah?" tanyanya karena melihat Davin seperti sedang menahan kesal


"maksudmu kau mau menunda kehadiran adik Vin?"


"ck, bukan begitu, kita tidak tahu kapan Tuhan akan memberikan kita anak lagi, kita tak bisa memprediksinya, bagaimana jika lama, tentu Vin akan semakin kecewa"


"maka dari itu, kita harus rajin membuatnya" Davin memutar bola mata malas, ini semua hanya akal akalan suaminya saja


"kau memang licik"


Marchel terbahak

__ADS_1


"terima kasih pujiannya honey, jangan lupa nanti malam kita harus berjuang untuk membuatkan adik untuk Vin, sekarang aku akan menemaninya bermain" Marchel mengedipkan sebelah matanya lalu keluar dari kamar


Davin tersenyum setelah kepergian suaminya, ia begitu bahagia karena Marchel begitu mencintainya. Setelah melewati banyak cobaan dan penderitaan akhirnya mereka sampai dititik ini, titik dimana semua menjadi indah dan bahagia.


******


Disebuah rumah terdengar sahutan suara laki laki dan perempuan, mereka saling menggumamkan nama pasangan masing masing, mereka adalah Al dan Sekar. Kedua insan ini sedang memadu kasih, mereka berharap akan segera mendapat momongan.


Terus berusaha dan berikhtiar, itulah yang pasangan ini lakukan. Meski pernikahan mereka baru seumur jagung, namun mereka selalu berdoa agar segera hadir bayi diantara keduanya. Tanpa mereka sadari keduanya telah saling jatuh cinta.


.


.


.


Maaf bab ini sedikit ya reader, bingung mau dipanjangin bagaimana. Yang jelas tinggal kurang lebih lima bab lagi bakal ending


makasih buat yang masih setia membaca karya recehan ini ya, terus simak hingga akhir


lup yu pul

__ADS_1


__ADS_2