
Dewa dan Uli marah besar ketika tahu Al menggugat cerai putri mereka. Dengan segera mereka mendatangi rumah orang tua Alfian.
"keluar!!!!" teriak Dewa
Rudi Dan Silvia keluar
"pak Dewa, bu Uli?"
"dasar tidak tahu diri, setelah saya membantu perusahaanmu yang hampir bangkrut itu dengan seenaknya sekarang Al menggugat cerai Mega!!!!"
"mari masuk pak, bu tidak enak dilihat tetangga" ucap Silvia yang memang para tetangga sudah menonton dan berbisik bisik tentang mereka
"biarkan saja mereka semua tahu seperti apa si Alfian itu, pria tak tahu diri yang sudah saya angkat derajatnya menjadi mantu, tapi dengan tidak tahu dirinya menyakiti anak saya"
Rudi dan Silvia menghela nafas
__ADS_1
"dari awal bukankah kalian tahu jika Al terpaksa menerima pernikahan ini, dia sudah bersabar dengan tingkah putri kalian, Mega tak pernah menghargainya sebagai suami begitupun kalian yang hanya membuatnya bekerja bekerja dan bekerja, pernahkah kalian menganggap dia menantu? tidak...!, Al juga manusia biasa, dia ingin memilik keluarga kecil yang bahagia, dia hanya ingin anak, sayangnya putri anda malah tidak menginginkannya"
"bagus kan, setidaknya Mega tak harus merawat anaknya seorang diri karena Al meninggalkannya seperti ini" Uli bersuara, dia tetap menyalahkan Al dalam hal ini
"justru karena itu anakku menceraikannya, Al ingin memiliki anak, permintaan suami yang sederhana sayangnya anakmu tak mau memberikannya, jadi jangan salahkan Al jika dia menggugat cerai Mega"
"itu hanya alasan Al saja, aku yakin jika dia memiliki wanita idaman lain!!!"
"Al bukan pria semacam itu, jika kalian tak percaya tanyakan sendiri pada putri kalian"
"terima kasih sudah memberikan bantuan kepada perusahaan saya tuan Dewa, tapi hal itulah yang saya sesali selama 7 tahun ini, hidup putra saja hancur, sebagai lelaki harga dirinya diinjak injak, dia juga harus merelakan cintanya, Al sudah berusaha mencintai dan menerima Mega, putri kalian sendirilah yang membuat Al mengambil jalan ini, sebagai orang tua saya menyerahkan semuanya pada Al, dia juga berhak bahagia, jika anak kalian tak mau memberikannya anak, Al bisa mendapatkannya dari wanita lain, saya rasa urusan kita sudah selesai silahkan pergi dari sini!!"
"kalian memang kurang ajar!!!!" Dewa dan Uli segera berjalan ke arah mobil, tak hayal para tetangga Rudi melirik dan berbisik tentang mereka
"apa lihat lihat, dasar ibu ibu rempong, bubar sana!!!" teriak Uli, dan ibu ibupun bubar dengan sendirinya.
__ADS_1
*********
Marchel sengaja datang ke apartemen Davin, dia memencet bel apartemen wanita itu dan...
Klik...pintu terbuka, muncullah sosok cantik dengan pakaian rumahan, sederhana tapi cantik
"ada apa?" tanya Davin malas
Tanpa menunggu Marchel mendorong Davin lalu masuk ke dalam apartemen wanita itu.
"hei, aku tak menyuruhmu masuk, kau mau apa? pergi dari sini!!!"
Lagi, tanpa aba aba Marchel membungkam mulut Davin dengan bibirnya, sangat lembut. Davin terlalu kaget, dia melotot tanpa melakukan perlawanan, Marchel terus mencium dengan lembut, hingga tanpa sadar Davin terbuai. Jujur dia rindu ciuman ini, rindu aroma tubuh ini, rindu lelaki ini, sayangnya semua rasa itu harus terkubur karena dendam. Marchel tersenyum saat Davin mulai membalas ciumannya. Hingga beberapa saat Marchel melepas ciumannya karena mereka butuh bernafas, Marchel melihat wajah Davin merah merona
"kau masih mencintaiku" bisik Marchel membuat Davin mundur beberapa langkah
__ADS_1