
Syeila terus gelisah, bayangan Marchel dan Davin kembali bersama berputar dikepalanya. Dia mengikuti Marchel, suaminya masuk ke apartemen Davin, apa yang mereka lakukan? mungkinkah? ah, kepalanya pening sekali, Namun kegelisahannya terhenti saat Marchel keluar dengan wajah lesu, ia yakin jika Davin menolaknya.
Tanpa pikir panjang, Syeila memencet bel apartemen Davin.
"ada apa?" tanya Davin malas tadi suaminya sekarang istrinya
"apa yang kalian lakukan tadi didalam? sudah aku bilang jauhi Marchel!!!! kenapa kamu masih mendekatinya, dia suamiku dasar pelakor!!!"
"hahah, seharusnya kau berkaca, kenapa Marchel memintaku kembali, mungkin kau tidak bisa memuaskannya? ah...aku yakin itu masalahnya, jika dilihat dari segi manapun aku jauh lebih unggul, kau kalah!!" Davin menyeringai sambil menunjuk Syeila dengan jarinya membuat wajah Syeila memerah
"dasar tidak tahu diri, sekali pelakor tetap saja pelakor, apa yang kau banggakan, bahkan anakmu lahir diluar pernikahan, dia hanyalah anak haram!!!"
Plak.....Davin menampar Syeila
"berani sekali mulutmu menghina putraku, jika saja kau tidak datang merusak pernikahanku tentu saja kami akan bahagia, kau perebut yang sebenarnya, jangan pernah menghina putraku jika kau sendiri mandul!!!"
Syeila pias, meskipun dia tak mandul tapi ucapan Davin mengingatkannya akan sandiwara yang ia jaga selama ini. Tentu saja dia tak bisa memberikan Marchel anak karena dia berpura pura tak memiliki rahim dan Marchel sendiri tak mau menyentuhnya.
__ADS_1
"kenapa diam, aku benar kan? awalnya aku berencana tak mengusik rumah tangga kalian, sayangnya kau melukai perasaanku dengan mengatai putraku anak haram, jadi jangan salahkan aku jika Marchel akan kembali padaku, dan aku pastikan hal itu terjadi, jadi bersiap siaplah!!!!" brak... Davin menutup pintu dengan kencang, untung saja Marvin menginap dirumah Evan dan Citra, kalau tidak dia akan bertanya banyak hal.
Syeila pulang dengan mengendarai mobilnya, ia terus mengoceh sepanjang jalan sesekali mengumpati Davin si pelakor. Saking emosinya ia tak sadar jika sudah sampai dirumah.
"Marchel!!!!!" teriak Syeila, ia tahu Marchel ada didalam karena mobil pria itu terparkir apik di garasi
"ada apa teriak teriak!" sahut Ria, ia semakin jengah dengan sikap Syeila yang sering menyebalkan belakangan ini
"dimana Marchel?"
"kau, berani sekali kau menemui pelakor itu!! sudah kukatakan jangan menemuinya, kenapa kau malah ke apartemennya?!!!"
"karena aku merindukannya" jawab Marchel tanpa rasa bersalah
"Chel, tega sekali kamu mengatakan hal itu padaku, seharusnya kamu menjaga perasaanku" lirih Syeila
"aku tidak bisa membohongi perasaanku, aku masih sangat mencintai Davin, dan maaf Syei, aku tidak pernah mencintaimu" jujur Marchel, Syeila menangis sementara Ria hanya diam tanpa bicara
__ADS_1
"kau tega Chel, harusnya kamu belajar mencintai aku, akulah istrimu, bagaimana bisa kamu mencintaiku jika hatimu masih terisi nama Davin, setidaknya beri aku kesempatan untuk merasakan cintamu walau sekali saja"
"Syei, dari awal kamu tahu alasan Marchel menikahimu, maafkan Marchel yang tidak bisa memberikan hatinya, maafkan kami yang menbuatmu terjebak dalam situasi ini, mama tahu jika hal ini menyakiti perasaanmu" ucap Ria, dia juga sudah berusaha agar Marchel menerima istrinya, sayangnya Marchel benar benar tak mau membuka hatinya.
"ini sangat menyakitkan ma, apa salahku? kenapa Marchel menikahiku jika akhirnya menyakitiku seperti ini?"
"maafkan aku Syei, sungguh aku tak bermaksud menyakiti perasaanmu, tapi aku tidak bisa menghilangkan perasaan dan bayangan Davin dari hati dan pikiranku"
"Chel, aku hanya minta satu kali kesempatan, ijinkan aku merasakan menjadi istrimu yang sesungguhnya, sekali saja" Syeila mengatupkan tangannya
"maafkan aku" Marchel memilih pergi meninggalkan Syeila, membuat wanita itu semakin menangis lalu berlari ke kamarnya.
Chel, untuk apa dulu kamu menikahi Syeila jika hanya untuk menyakitinya, kasihan sekali kamu Syeila, maafkan aku yang tidak bisa melakukan apa apa, bathin Ria
Dikamar Syeila membanting semua barang barangnya, dia kecewa, dia sudah merendahkan harga dirinya dengan mengemis cinta pada Marchel, sayangnya Marchel tak menghiraukannya sama sekali, sungguh menyedihkan bukan?.
Jika ini yang kau mau, aku akan membuat semuanya hancur, jika aku tak bisa memilikimu maka pelakor itupun tak akan bisa memilikimu. bathin Syeila
__ADS_1