Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Amsterdam


__ADS_3

Marchel menceritakan semuanya kepada mamanya. Ria sempat terkejut dengan cerita Marchel yang menikahi Davin dengan cara licik, Ria tak habis pikir kenapa Marchel melakukan hal licik seperti ini, dia tahu jika putranya mencintai Davin, sayangnya caranya salah. Tentu saja Davin tak akan mau kembali dengan Marchel, dia bukan wanita bodoh yang akan kembali pada pria yang jelas jelas telah mencampakkannya bak sampah tak berharga. Ditambah menelantarkan buah cinta mereka, mustahil Davin akan kembali pada putranya.


*****


Hari ini Marchel dan Ria pergi ke Amsterdam, berbekal alamat pemberian Aryo, mereka berangkat untuk menemui Davin. Bagaimanapun Marchel harus meminta maaf atas kejadian masa lalu, walau terlambat. Ria memaksa ikut karena ingin melihat cucunya, selama ini Ria hanya bisa melihat cucunya lewat foto.


.


.


Setelah menempuh penerbangan yang lumayan melelahkan, keduanya sampai di Amsterdam. Mereka menaiki taksi menuju alamat rumah Davin. Ternyata hanya butuh waktu 45 menit untuk sampai dirumah Davin. Rumah mewah berlantai dua bergaya klasik. Memiliki taman di kanan dan kirinya. Hampir mirip seperti rumah pemberian Marchel yang Davin hancurkan. Tapi warna dan interiornya berbeda.

__ADS_1


Marchel dan Ria turun dari taksi, mereka berjalan memasuki halaman yang terbentang luas di depan teras.


"Marchel" ucap Cris yang saat itu duduk diteras sambil bermain dengan Mikha dan Vin, ibu satu anak ini terlihat kaget


Marchel berjalan mendekat ke arah putranya, putra yang baru ia tahu keberadaannya satu setengah tahun yang lalu, putra yang ia hasilkan dari cinta dan kasih sayangnya kepada Davin, sayang dia harus berakhir menjadi pria pecundang karena tertipu dengan siasat Syeila. Sementara Ria sudah berkaca kaca, ini pertama kalinya dia melihat Marvin secara langsung, dia begitu ingin memeluk cucunya, cucu dari wanita yang putranya sakiti.


"daddy?" ucap Vin, pria kecil ini mematung melihat kedatangan Marchel, Cris sedikit panik pasalnya Panji sedang dikantor dan Davin berada dibutik. Ia takut jika Marchel akan mengambil Vin.


"kenapa aunty?" tanya Vin bingung


"aunty bilang masuk" paksa Cris, Vin akhirnya masuk ke dalam rumah

__ADS_1


"tenanglah, aku tidak akan membawa Marvin, aku dan mamaku datang untuk menemui Davin"


"Davin tidak ada dirumah"


"nak, kami datang bukan untuk niat jahat, jika boleh kami ingin menemui Davin, kami ingin meminta maaf" sambung Ria


"kenapa baru sekarang? seharusnya kalian datang 4 tahun yang lalu"


"ya, kami tahu kedatangan kami sangatlah terlambat, tapi setidaknya ijinkan kami bertemu Davin" pinta Ria lirih, Cris menghela nafas


"baik, masuklah" Cris berjalan mendahului mereka, hingga mereka sampai di ruang tamu, "duduklah, aku akan menghubungi Davin" Cris meninggalkan Marchel dan mamanya, kemudian menghubungi Davin.

__ADS_1


Marchel memandangi ruang tamu rumah Davin, banyak foto Marvin mulai bayi hingga sekarang, sudut hati Marchel nyeri, seharusnya dia melihat tumbuh kembang putranya dari kecil, sayangnya dia sama sekali melewatkan semuanya. Lagi lagi penyesalan datang terlambat, padahal waktu Davin pergi dari rumahnya dulu, Marchel memang memiliki firasat jika Davin hamil setelah dia menemukan tespeck di bawah sofa. Bodohnya Marchel yang tidak mencari keberadaan Davin kala itu. Inilah yang membuat Marchel berbesar hati, dia sadar dia bukanlah pria yang tepat untuk Davin, pria sejati tidak akan menyakiti wanita yang dia cintai bukan, tapi apa yang Marchel lakukan sudah membuktikan bahwa dia tak pantas untuk wanita sebaik Davin.


__ADS_2