Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kami Tak Membutuhkanmu


__ADS_3

Davin berjalan menuju baseman untuk mengambil mobilnya.


"Davin, tunggu" panggil Marchel, Davin berbalik


"oh, lihatlah siapa ini? pria pecundang?"


Marchel sama sekali tidak marah dengan ucapan Davin, dia sadar dialah yang salah disini.


"Vin, kenapa waktu itu kamu tidak mengatakan jika kamu hamil?"


"heh.., apa kau tidak ingat betapa kejamnya dirimu waktu itu, kamu bahkan tidak memberikan penjelasan apapun, dengan mudahnya kamu membuangku begitu saja setelah apa yang kamu dapatkan" sindir Davin


"maafkan aku, aku tidak punya pilihan kala itu" ucap Marchel menunduk


"lalu kau memcampakkan aku begitu saja begitu? kau seorang laki laki Marchel, seharusnya kau tegas, seharusnya kau menjelaskan apa yang terjadi, bukan mengambil keputusan seenak dirimu saja, aku menggantungkan semua harapanku padamu, tapi apa yang aku dapat, penghianatan"


"aku tahu aku salah Vin, ijinkan aku menebusnya sekarang?"

__ADS_1


"dengan cara apa kau akan menebusnya? bahkan nyawamupun tidak cukup untuk mengganti semua kesakitanku waktu itu, kau sudah memilih dia dan membuangku Marchel, tetaplah seperti itu, bukankah kau bahagia dengan istri pilihanmu? ah tentu saja kau pasti sangat bahagia" sindirnya lagi


"Vin, aku mohon maafkan aku"


"jika maaf dapat menghapus semua rasa kecewa dan sakit yang kurasakan maka aku akan memaafkanmu, sayangnya itu tidak akan pernah terjadi"


"apa yang harus aku lakukan agar kau mau memaafkanku?"


"tidak ada, aku tidak berniat membuka pintu maafku untukmu"


"Vin ijinkan aku bertemu anak kita" pinta Marchel


"Vin aku mohon aku ingin melihat anak kita"


"dia anakku Marchel, jangan lupakan bagaimana kau membuangku yang saat itu berbadan dua, 9 tahun Marchel, 9 tahun kita bersama dan kau begitu saja percaya omongan orang lain yang belum tentu benar, saat itu aku bahagia ingin menyampaikan kabar ini, tapi dengan kejam kamu menghempaskan kebahagiaanku, bahkan mamamu turut membelamu untuk menikahi wanita lain dimana perasaanmu!!!!!" bentak Davin


"Vin....."

__ADS_1


"aku kecewa, aku terluka, aku sakit, saat itu aku merasa seperti wanita murahan yang kau permainkan, setelah kau mengambil semuanya dariku kau membuangku seperti sampah, tanpa kata, tanpa penjelasan dan hanya dengan kata maaf kau mengakhiri semuanya, tidakkah itu sangat kejam tuan Marchel?"


"Vin aku..."


"kau tidak tahu rasanya jadi aku, bagaimana aku melewati hari hari beratku mengandung Marvin, bagaimana lelahku mengurus dan merawatnya seorang diri lalu saat ini kau mengatakan dia anak kita!!!! sampai matipun kau bukan daddynya karena Marvin tidak pernah memiliki daddy, daddynya sudah mati!!!!!"


Marchel menutup mata, sesakit inikah rasanya saat kehadiran kita ditolak oleh orang yang paling kita sayang.


"bagaimanapun juga aku daddynya Vin"


"ya kau benar, sayangnya aku tidak akan membiarkan Marvin bertemu atau tahu jika kau adalah daddynya, kami tidak membutuhkanmu"


"tapi dia anakku Vin, dia berhak tahu jika aku daddynya"


"jangan memaksaku!!!!!, kau tidak berhak meminta hal itu, setelah semua pahit yang aku alami dengan tidak tahu dirinya kau mengakui Marvin sebagai anakmu, tidak semudah itu Chel, sama seperti yang aku katakan waktu itu, sekalipun kau dan mamamu mengemis bahkan menangis darah aku tidak akan membiarkan kalian bertemu Marvin, ah ya....bukankah kau sekarang memiliki istri dibawah standartku? minta saja dia melahirkan anak darimu, jadi jangan mengusik aku dan Marvin lagi" Davin hendak memasuki mobil tapi ditahan oleh Marchel


"Vin aku mohon...Marvin putraku juga jangan menghukumku seperti ini"

__ADS_1


"berhentilah Marchel, nikmati saja hidupmu dengan wanita sialan itu, aku tidak pernah menyesal melahirkan Marvin dari rahimku tapi aku menyesal karena dia terlahir dari benihnu" Davin masuk kedalam mobil dan meninggalkan Marchel yang diam mematung


Tuhan inikah hukuman yang kau berikan untukku? kenapa hatiku sesak sekali, Marchel meneteskan air mata.


__ADS_2