
Dua insan itu masih berada di bawah selimut, mereka berpelukan dan saling memberi kehangatan. Marchel tengah memandangi wajah cantik tunangannya, ia merutuki dirinya karena tidak bisa menjaga batasannya dengan Davin, namun pria tampan ini tidak menyesal.
"emg...." Davin menggeliat lalu membuka mata
" kau sudah bangun" wanita cantik itu hanya mengangguk
"maafkan aku, aku telah lalai...tidak seharusnya kita berbuat ini"
"aku juga lalai, seharusnya kita bisa menjaga batasan kita seperti biasa"
"jangan khawatir, sebulan lagi kita akan menikah"
"apa tidak bisa diundur hingga dua bulan lagi, pekerjaanku masih banyak, setelah proyek dengan perusahaan Mega selesai, aku akan memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan pernikahan kita" pinta Davin
"itu terlalu lama"
"sayang mengertilah, dalam pernikahan banyak yang harus disiapkan"
"baiklah, tapi aku tidak mau sampai gagal lagi"
"tentu saja, lagipula aku sudah jadi milikmu" ucap Davin tersenyum
"terimakasih honey, akulah yang pertama untukmu" tidak bisa dipungkiri jika Marchel sangat bahagia karena Davin sudah menjadi miliknya secara utuh, dia tidak khawatir jika Al akan mendekati Davin lagi.
"hm, semoga kita akan seperti ini dan bahagia selamanya"
"tentu, ah aku jadi ingat pertemuan kita waktu kecil" Marchel tersenyum mengingat pertemuan mereka dulu.
Flash Back On
__ADS_1
Marchel adalah murid pindahan, Marchel kecil bertubuh gemuk, memang terlihat sangat menggemaskan di usia 9 tahun saat dia kelas 3 sekolah dasar. Tapi tidak bagi teman temannya, karena tubuhnya yang bulat, Marchel menjadi bahan bullyan teman temannya, awalnya Marchel cuek, sampai suatu hari teman temannya membuat dia terjatuh di kubangan lumpur, dari situlah Marchel mulai menutup diri, dia lebih suka menyendiri, dan tidak mau berteman, hingga dia bertemu gadis kecil yang selalu mengekorinya.
"kakak, siapa namamu?" tanya gadis berkepang dua itu, dia murid kelas satu.
"pergilah, aku tidak mau berteman dengan siapapun"
"kenapa? apa aku jelek hingga kakak tidak mau berteman denganku?" tanyanya polos, Marchel menghela nafas,
"kamu tidak malu berteman dengan orang gemuk seperti aku?" gadis itu hanya menggeleng dan untuk pertama kalinya Marchel tersenyum.
"baiklah, namaku Marchel siapa namamu?"
"Davin" gadis itu memberikan jari kelingkingnya, Marchel pun menautkan jarinya "berteman" ucapnya girang
Dari situlah mereka berteman, Marchel menjadi anak yang lebih terbuka, Davin kecil begitu dewasa dan mampu membuat seorang Marchel menaruh hati padanya, meskipun pada saat itu Marchel masih anak anak, tapi entah kenapa dia begitu suka ketika berdekatan dengan Davin, bahkan Marchel mengikuti bela diri agar bisa menjaga Davin, mereka begitu akrab, kedua orang tua mereka juga sudah mengenal dengan baik. Hingga suatu hari ayah Marchel mengalami kecelakaan yang mengharuskan mereka pindah ke kota agar ayah Marchel mendapat perawatan yang lebih baik. Marchel yang pada saat itu kelas 2 SMP sudah mengerti akan perasaan menyukai dan mencintai, dia berjanji akan mencari Davin suatu hari nanti.
"Jadilah gadis yang kuat, jagalah dirimu dengan baik, saat besar nanti aku akan kembali menemuimu, aku harap kita bisa bersama lagi suatu saat nanti"
Sejak hari itu Davin berubah menjadi sosok yang lebih berani, dia mengukitu bela diri untuk menjaga diri, dia juga memiliki banyak teman, dengan sifatnya yang humble. Iya selalu meyakini suatu hari dia akan bertemu lagi dengan Marchelnya.
Flash Back Off
tok tok tok
"sudah waktunya makan malam" ucap Ria dibalik pintu
"sayang, bagaimana kalau mama tiba tiba masuk?" Davin panik
"tenanglah, kamarnya terkunci"
__ADS_1
tok tok tok
"kalian dengar tidak?" ucap Ria lagi
"mmmmm, ya ma sebentar lagi kita turun" Davin menjawab ucapan Ria
"sayang, kondisikan tanganmu" ucap Davin karena tangan Marchel mulai menjalar kemana mana. "cepat bangun, mama sudah menyuruh kita untuk makan malam"
"ya, ya baiklah mau aku dulu yang mandi atau kamu atau kita mandi bersama?"
"aku dulu" Davin mengambil bajunya lalu bergegas ke kamar mandi
Marchel terbahak, Davin terlihat sangat menggemaskan.
Setelah selesai mandi, Marchel dan Davin segera turun ke ruang makan
"mama sudah berjamur menunggu kalian" kesal Ria
"hehe, maaf ma kita keasyikan" cengir Marchel
"keasyikan apa?" tanya Ria menyelidik
"nonton drama sambil pelukan" jawab Davin sambil tersenyum
"huh, dunia memang milik kalian berdua jika sudah bersama, kami semua hanya numpang"
"maaf mama yang cantik, bayi besarku cukup sulit ditaklukkan kali ini, dia begitu manja" ucap Davin melirik Marchel yang hanya tersenyum.
"sudahlah sebaiknya kita makan, cacing di perut mama sudah keroncongan"
__ADS_1