Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Mulailah Hidup Baru


__ADS_3

Marchel sudah menyuruh anak buahnya mencari Davin, sayangnya nihil, semua usahanya tidak membuahkan hasil. Dia bahkan sudah mengecek jadwal penerbangan dan tidak ada yang bernama Davina Brigita dalam penerbangan tujuan manapun. Sepertinya Davin memang menutup akses dirinya dan Marvin agar tidak diketahui Marchel.


seminggu sudah dia bercerai dengan Syeila dan seminggu pula dia kehilangan separuh hidupnya. Marchel berubah menjadi sosok dingin yang kejam. Dia membantai habis lawan bisnisnya, bahkan dia tak segan memarahi bawahannya meskipun hanya melakukan kesalahan kecil.


******


Davin berada di rumahnya di Amsterdam, dia menggendong bayi perempuan mungil anak Cris dan Panji yang lahir sebulan yang lalu.


"mommy, aku mau punya adik seperti Mikha" ucap Marvin yang sudah lancar berbicara, sejak sibuk dengan balas dendamnya pada sang mantan tunangan, Davin lebih sering menitipkan anaknya kepada Evan dan Citra, dia baru sadar jika Marvin sudah tak cadel lagi, dan bulan depan putranya itu akan berulang tahun yang ke 4.


"Mikha kan adik Marvin sayang" ucap Davin lembut


"tapi aku mau adik dari perut mommy"


Davun terperangah, darimana putranya mengetahui kalimat seperti ini


"Marvin pengen punya adik seperti adik Mikha?" tanya Panji yang baru saja tiba di ruang tamu bersama Cris


"ini pasti ulah kalian kan? tidak mungkin Marvin bisa berkata seperti ini jika kalian tidak mengajarinya" selidik Davin


"heheh, ini ulah kak Panji Vin" Cris tersenyum pada suaminya


"bisa kan mommy?" tanya Marvin dengan gemasnya


"emh, sayang...begini ya mommy tidak bisa memberikan Marvin adik karena mommy sayang sama Marvin, nanti kalau ada adik mommy jadi lebih sayang adik bagaimana? Marvin sayang mommy kan?"


"iya mom, Marvin sayang mommy, tapi Marvin juga pengen adik kayak adik Mikha" Davin menghela nafas, putranya memang keras kepala persis seperti Marchel.


"sayang, kamu main dulu ya, mommy pasti memberikan Marvin adik asal Marvin janji untuk jadi anak yang baik" ucap Panji yang langsung mendapat pelototan dari Davin


"Marvin janji uncle, Marvin akan jadi anak yang baik biar mommy kasih Marvin adik" pria kecil itu pergi bermain di ruang bermain

__ADS_1


"Ji, kenapa kamu bicara seperti itu pada Marvin, aku kan tidak bisa memenuhi kemauannya yang satu itu"


"maka dari itu, kamu harus memulai hidup baru, mulailah semua dari awal, bukankah dendammu sudah lunas, Marchel dan Syeila sudah bercerai, sekarang saatnya kamu yang memulai hidup baru, Marvin sudah 4 tahun Vin, dia butuh sosok ayah"


"tidak semudah itu Ji, aku tidak mau kembali pada Marchel"


"siapa yang memintamu kembali pada Marchel, masih banyak pria yang mau menerimamu dan Marvin, jadi mulailah membuka hati untuk pria lain"


"siapa? apakah ada pria yang mau menerima anak dari pria lain dan bisa menyayanginya seperti anaknya sendiri apalagi Marvin lahir di luar pernikahan" lirih Davin


"Vin, selama ini kamu melawati hidupmu hanya untuk dendam, pikiranmu hanya fokus pada Marchel dan Syeila, bukankah ada pria yang berusaha mendekatimu? sayangnya dirimu menutup hati dan tak menyadarinya"


"siapa?" tanya Davin sambil mengernyitkan dahi


"Alfian" jawab Panji


"maksudmu Al mantan suaminya Mega?"


"benar"


"kamu tidak tahu jika Mega sudah kembali bersama dengan kekasihnya dulu? dia sekarang hidup bahagia bersama suaminya di Thailand"


"apa??!!"


"ya, Mega sudah menikah dengan Firman, orang yang dia cintai dulu, mereka baru menikah dua minggu yang lalu"


"sepertinya kamu tahu banyak tentang wanita lain" sindir Davin


"dia kan mantan istri sahabatku Vin, Al selalu menceritakan semuanya padaku"


"tapi aku tidak mau berurusan dengan laki laki lagi Ji, aku masih trauma" jawab Davin jujur

__ADS_1


"Vin, kamu harus belajar membuka hati, Al berbeda dengan Marchel walau keduanya sama sama baik, Al lebih menyayang, jika dia sudah mencintai seseorang maka dia akan menjaganya dengan sepenuh hati"


"jadi kau mau mencomblangkan aku dengan Al sahabatmu, kau tidak ingat jika dia juga sahabat Marchel?"


"aku tahu, tapi asal kau tahu saja, Al menyukaimu sejak kamu menolongnya beberapa tahun yang lalu, tepatnya saat kau dan Marchel kembali bertemu untuk yang pertama kalinya"


"aku tahu itu"


"darimana kau tahu?"


"Al pernah mengatakannya padaku"


"wah, aku rasa Al sudah lebih dulu bertindak!"


"Ji, aku tidak bisa memulai hubungan lagi, aku tidak mau memberi harapan yang ujung ujungnya hanya melukai hatinya"


"cobalah dulu Vin, jika kalian memang tidak cocok kalian bisa berteman" sahut Cris yang sedari tadi hanya jadi pendengar


"entahlah, aku hanya enggan berurusan dengan makhluk yang bernama pria"


"huh, kau memang keras kepala Vin, oh ya besok Al akan kemari, kau tidak keberatan kan?" tanya Panji


"untuk apa dia kemari?"


"dia akan bekerja sama dengan perusahaannku, Al sekarang sudah kembali mengelola perusahaan papanya, dan kebetulan perusahaan kami bergerak dibidang yang sama, maka dari itu kami akan bekerja sama"


"terserahlah aku mau ke butik dulu, titip Marvin sebentar, aku tidak akan lama" Davin memberikan Mikha pada Cris lalu mengambil tasnya dan pergi


"sayang kau yakin ini akan berhasil?" tanya Cris pada suaminya


"tentu, Al adalah pria yang tepat untuk Davin, dia juga pasti menyayangi Marvin seperti anaknya sendiri"

__ADS_1


"aku harap Davin menemukan kebahagiaannya"


"tentu, dia akan segera menjemput kebahagiaannya" Panji membelai lembut pipi sang putri dan menciun kening istrinya


__ADS_2