Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kau Bermain Di Belakang Marchel?


__ADS_3

Tiga hari setelah acara pertunangan, Al dan orang tuanya kembali ke Indonesia, selain untuk kembali bekerja, Al dan orang tuanya juga mempersiapkan pernikahannya dengan Davin. Meskipun pernikahan mereka akan di adakan di Amsterdam, ada beberapa yang mereka pesan dari Indonesia seperti kebaga akad dan juga cincin pernikahan. Aura bahagia jelas terpancar di wajah Al, sebagai calon pengantin, senyum selalu menghiasi wajahnya.


tok tok tok


"masuk" jawab Al


"permisi pak, ada yang ingin menemui bapak" ucap sekertaris Al


"siapa?"


"namanya Syeila pak"


Syeila, ada apa dia menemuiku, bathin Al


"baiklah, suruh dia masuk"


"baik pak, saya permisi" Al sedikit curiga dengan kedatangan Syeila, pasalnya sejak bercerai dengan Marchel, Syeila tak pernah menghubungi atau menemuinya, mereka dulu memang sahabat tapi kini hubungan mereka renggang dan saling menjauh.


"apa aku mengganggu Al?" tanya Syeila, dia berjalan dan duduk di sofa disusul Al yang ikut duduk disana


"tidak, ada apa kau menemuiku?"


"apa tidak boleh kalau sahabat saling mengunjungi?"


"kita sudah tak sedekat dulu Syei, sebenarnya apa tujuanmu menemuiku?"

__ADS_1


"kau memang orang yang peka Al, aku....hanya ingin memastikan sesuatu"


"apa?"


"aku tahu kau sedang bermain main di belakang Marchel" Syeila menyeringai membuat Al mematung, "diammu ku anggap jawaban Al"


"apa maksudmu?"


"kau diam diam bertunangan dengan pelakor itu kan? apa Marchel tahu jika kau menghianatinya?"


Deg....bagaimana Syeila bisa tahu hal ini?, bathin Al


"kau pasti penasaran dari mana aku mengetahui hal ini kan? tenang saja, aku tidak akan mengatakan hal ini pada Marchel"


"apa maumu sebenarnya?"


"jangan bohong Syei, aku tahu betul kamu seperti apa"


"oh, tentu saja, kita kan saling mengenal sejak SMA tentu kau hafal diriku seperti apa"


"jangan berputar putar Syei, apa maumu?"


"jika pelakor itu berhasil menghancurkan hidupku, apa aku akan membiarkannya bahagia?"


"kau akan balas dendam? bukankah yang kau alami adalah akibat dari perbuatanmu sendiri"

__ADS_1


"tidak sepenuhnya Al, jika saja pelakor itu tidak kembali dan mengusik rumah tanggaku, aku yakin, aku dan Marchel akan bahagia"


"berhenti menyalahkan Davin Syei, dari awal kau tahu jika cinta Marchel hanya untuk Davin"


"kau pun juga tahu jika Marchel mencintai Davin, kenapa kau menghianati Marchel"


"karena aku dan Davin saling mencintai"


"hahahaha, itu alasan klise Al, aku yakin pelakor itu tak mencintaimu, dia hanya kasihan padamu"


"kau tidak tahu apa apa, jadi berhenti bicara omong kosong"


"wah wah, kau menjadi sentimen saat membahas pelakor itu"


"Syei, aku harap kamu jangan macam macam"


"jangan khawatir Al, aku hanya akan melakukan satu macam saja"


"jika sampai kau menyentuh Davin, maka aku tidak akan tinggal diam"


"Al, kau sudah dibutakan cinta, aku sarankan kau mundur sebelum terluka"


"kau tidak berhak mengurusi hidupku"


"sebagai sahabat yang baik aku hanya mengingatkan, jangan sampai kau menyesal, baiklah itu saja yang ingin aku katakan, aku akan pulang" Syeila mengambil tasnya dan berlalu dari ruangan Al

__ADS_1


Darimana Syeila tahu hal ini? bagaimana jika sampai Marchel tahu, aku harus segera menghubungi Davin, dia harus berhati hati, Syeila bisa saja berbuat nekat.


Al langsung menelpon Davin dan menceritakan tentang kedatangan Syeila. Davin sedikit khawatir, pasalnya orang yang dibutakan dendam bisa melakukan apa saja, sama seperti dirinya dulu. Panji menyuruh orang orangnya untuk mengawasi Davin dan Marvin, Syeila bisa saja menyerang sewaktu waktu.


__ADS_2