
Syeila berjalan ke ruangan suaminya, hingga sampai didepan ruang kerja Marchel. Syeila terdiam, dia menghela nafas, lalu masuk
"oh, maaf, aku tidak tahu jika ada tamu, aku akan menunggu diluar" Syeila hendak keluar namun dicegah oleh Marchel
"tidak apa, duduklah, kami sudah selesai"
Setelah tamu Marchel pergi, Syeila duduk di sebelah suaminya.
"Chel ada yang ingin aku katakan"
"akupun sama, kalau begitu kau duluan saja"
"apa benar kau dan Davin sudah menikah?"
"iya" jawab Marchel enteng
"kenapa?" tanya Syeila yang mulai berkaca kaca
"karena aku mencintainya"
"lalu bagaimana denganku, aku istrimu, bisa bisanya kamu menikahi wanita lain tanpa memberitahuku"
"jika aku memberitahumu apa kamu akan mengijinkannya?" Syeila terdiam, tentu dia akan melarang Marchel menikahi wanita lain
__ADS_1
"tapi kenapa Chel?"
"kenapa kamu bertanya lagi, bukankah pertanyaanmu sudah aku jawab"
"apa artinya aku dalam hidupmu?" Syeila sudah menangis
"sejak dulu aku hanya menganggap kamu sahabat Syei"
"hanya sahabat?" Syeila tersenyum kecut, "aku mencintaimu Chel, 3 tahun kita bersama tapi kamu sama sekali tidak menganggap keberadaanku, aku merasa seperti istri pajangan"
"bukankah kamu sendiri yang membuatnya seperti itu"
"apa maksudmu?"
"sejak awal kamu sudah memaksakan pernikahan ini, pernikahan yang seharusnya tidak pernah terjadi"
"cacat dibagian mana? kau bahkan wanita sehat dan sempurna"
"jika aku wanita sempurna kenapa kamu tidak bisa mencintai aku"
"Syei, urusan hati tidak pernah bisa dipaksakan, aku harap kamu mengerti, kamu terlalu memaksakan diri, setelah ini aku harap kamu bisa lebih dewasa" Marchel menyerahkan amplop coklat kepada Syeila, Syeila membukanya dan
"kamu menceraikan aku??" ucap Syeila terkejut, badannya langsung lemas
__ADS_1
"benar dan seharusnya sudah lama aku melakukan hal ini"
"kamu tega Chel, kamu kejam, demi pelakor itu kamu menceraikan aku? dimana hati kamu, dimana!!!!!"
"kamu bertanya tentang hati, lalu dimana hati kamu yang tega merebutku dari Davin, aku frustasi kala itu, aku dilema, aku harus mengambil keputusan yang menyakiti banyak orang, hanya demi kamu Syei, demi kamu yang terang terangan telah menipuku dan membuat aku menelantarkan wanita yang seharusnya menikah denganku apalagi dia sedang mengandung anakku!!!!" bentak Marchel
"a...apa maksudmu?" tanya Syeial gugup
"sejak kita kenal waktu SMA, aku selalu menghormati ayahmu, aku menghargai beliau karena aku tidak memiliki ayah, aku mempercayainya bahkan aku masih percaya padanya saat dia mengatakan kebohongan tentang keadaanmu setelah kecelakaan itu"
Deg...Marchel telah mengetahui semuanya
"ap..pa maksudmu Chel?"
"kamu tidak usah berbohong lagi, kamu masih memiliki rahim, bahkan kamu sengaja memakai kontrasepsi agar tidak hamil dan seolah olah kamu memang tidak bisa hamil"
"Chel" Syeila semakin menangis
"kenapa kamu tega Syei, kenapa kamu menghancurkan hidupku dengan kebohongan mu bahkan ayahmu ikut berbohong dan menipuku" Marchel mengeluarkan emosinya
"Chel, a....aku, aku mencintaimu, aku mohon jangan ceraikan aku, aku mencintaimu"
"kamu tidak mencintaiku, kamu hanya terobsesi padaku, awalnya aku rela meninggalkan Davin demi menikahi kamu walaupun hidupku sudah tidak ada artinya lagi, sekuat tenaga aku menghapus Davin dari pikiranku, nyatanya kau hanya menipuku, saat aku menemukan bukti kalau kau memakai kontrasepsi, aku tak mempercayainya, lama kelamaan aku penasaran dan mengecek pada klinik tersebut dan nyatanya kamu memang menggunakannya, 2,5 tahun aku mengetahui hal ini, aku diam, aku berharap kamu mau jujur tapi kamu terus berbohong hanya untuk tetap bersamaku, aku lelah, kamu telah membuatku menjadi pria brengsek yang tidak bertanggung jawab, kau dan ayahmu menjadikanku pria pecundang, kau dan ayahmu sudah keterlaluan!!!!"
__ADS_1
"Chel aku minta maaf, aku melakukan semua itu karena aku sangat mencintaimu"
"sekarang kita tidak memiliki hubungan lagi, kau bukan lagi istriku, aku harap kau akan menemukan kebahagiaan dengan pria lain, jadi segeralah pergi dari hidupku dan ingat satu hal, jangan pernah mengganggu kehidupanku dan Davin lagi, jika tidak, maka kau tahu apa akibatnya!!" Marchel meninggalkan Syeila yang masih menangis diruangannya, semua telah usai, hidup Syeila sudah berakhir.