Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Rencana


__ADS_3

Pernikahan Al dan Davin akan berlangsung seminggu lagi, karena Marchel telah mengetahui semuanya, pihak keluarga meminta pernikahan dilangsungkan di Jakarta. Semua orang menyetujuinya hal ini, lagipula pernikahan Davin dan Al hanya akan dihadiri pihak keluarga dan orang orang terdekatnya, hari ini mereka telah kembali ke tanah air.


Namun ada kecemasan dihati Davin, entah apa? Sejak Marchel mengikhlaskannya, hatinya seolah mati rasa, entah apa yang terjadi padanya. Sulit ia jabarkan perasaannya, moodnya tiba tiba naik turun, akhir akhir ini dia sering bermimpi tentang Marchel, ingatan manis mereka kembali berputar di benak Davin. Tapi dia sudah memutuskan menerima Al sebagai pendamping hidupnya, sebenarnya perasaan apa yang ia punya untuk Al. Selama ini Davin meyakini jika ini perasaan cinta. Jika cinta kenapa sekarang dia bimbang. Tidak, Davin berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika Al adalah masa depannya, pria yang akan menjadi pendamping hidupnya hingga menutup usia.


.


.


Marchel memulai hidup barunya di kota J, dia dan mamanya menempati rumah mendiang papanya dulu. Rumah itu masih sangat terawat karena Ria menyuruh orang untuk merawatnya. Alasan kenapa dia pindah kemari karena disinilah orang orang tak akan bisa menemukannya, ditempat yang tak pernah Marchel katakan kepada siapapun termasuk sahabat sahabatnya, hanya Davin yang tahu tempat ini, sembilan tahun menjalin cinta tentu mereka pernah mengunjungi kota ini. Meskipun Davin mungkin tahu keberadaannya, toh dia tak akan mencarinya bukan, jadi tempat inilah yang Marchel pilih untuk menjalani hidup barunya.

__ADS_1


Pekerjaan Marchel dia handle dari sini, Marchel mempercayakan semuanya kepada sekertarisnya. Di kota J, Marchel belum memiliki kegiatan apapun, dia hanya berkeliling dan melihat lihat kebun teh milik papanya. Kebun warisan dari kakeknya ini begitu luas, tapi karena sibuk menjadi seorang pengusaha, mendiang papa Marchel tak sempat mengurusnya, kebun ini masih berfungsi dengan baik sebab disinilah warga sekitar mengais rejeki. Rencana kedepan Marchel akan membuka pabrik pengolah teh sendiri. Selama ini hasil panen kebun tehnya selalu ia jual kepada distributor pabrik teh kota sebelah. Dengan membuka pabrik, peluang pekerjaan bagi warga sekitar akan meningkat dan pendapatan mereka juga akan meningkat, tentu kesejahteraan mereka akan lebih terjamin. Dengan kecerdasan yang dimilikinya tentu hal itu merupakan hal yang mudah.


****


Syeila dibuat kelimpungan dengan kepergian Marchel, pasalnya tak ada satu pun yang tahu kemana mantan suaminya itu pergi. Rencana pernikahan Davin dan Al tentu menguntungkan baginya. Davin tidak akan pernah kembali pada Marchel dan dirinya memiliki kesempatan untuk kembali meraih hati pujaan hatinya itu. Anggaplah dia tak tahu malu, meski kemarin Marchel menolaknya, tapi Syeila yakin bisa menaklukkan hatinya. Sayang beribu sayang, Marchel menghilang bak di telah bumi.


Dirinya semakin marah ketika mendengar pernikahan Al dan Davin akan berlangsung seminggu lagi dan dilangsungkan di Jakarta. Entah memiliki dendam kesumat kepada Davin atau tidak, yang jelas Syeila tidak rela jika Davin berbahagia di atas perderitaannya. Cintanya kepada Marchel telah membutakan hatinya, dia selalu diliputi rasa dendam, sejak pernikahannya dengan Marchel berakhir, Syeila berjanji akan membuat hidup pelakor itu menderita, tapi lagi lagi niatnya tak bisa terlaksana lantaran Davin kembali menghilang setelah berhasil memporak porandakan rumah tangganya. Siapa sangka jika Dewi fortuna begitu menyayanginya. Dia tak sengaja melihat Al dan Davin disalah satu butik terkenal di Amsterdam. Saat itu Syeila sedang berlibur, dia memanfaatnya liburannya untuk melihat brand brand internasional. Sebagai seorang desainer, dia dituntut untuk mengikuti tren baik dalam negeri dan luar negeri. Saat itulah dia menemukan Davin, wanita yang paling dia benci di dunia ini.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Davin mulai bimbang

__ADS_1


Syeila akan memulai perang


yuhu....akan semakin seru nih..


__ADS_2