Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Harap Harap Cemas


__ADS_3

Al sudah berada di kantornya, tadi malam dia sudah menghubungi Marchel untuk membicarakan kerja sama dan penandatanganan beberapa berkas. Jam 9 pagi Marchel sudah tiba di kantor Al


"apa urusanmu di luar negeri sudah selesai?" tanya Marchel yang baru masuk ke ruangan Al


"kau sudah tiba? tentu saja, jika tidak maka aku tidak akan berada disini"


"aku jadi penasaran, siapa sebenarnya yang kau temui disana?"


"bukankah sudah kukatakan jika dia rekan bisnisku"


"baiklah, seperti yang telah kita bahas beberapa hari yang lalu, aku akan menanamkan 10% sahamku di perusahaanmu, aku harap kau bisa menjalan perusahaan dengan baik dan memberikan keuntungan sesuai dengan kesepakatan kita"


"tentu saja, dalam hal bisnis aku selalu profesional" jawab Al


"aku percaya padamu, baiklah mana berkas yang harus kita tanda tangani"


Al sedikit gugup, dia telah menyelipkan surat cerai Davin dan Marchel di antara berkas berkas tersebut, sedikit was was Al berusaha untuk tidak membuat Marchel curiga


"ini" Al menyodorkan map tersebut


"aku akan membacanya terlebih dahulu"


"kau tidak percaya padaku?" pancing Al, dia tahu jika Marchel orang yang detail, Marchel selalu teliti jika menyangkut urusan bisnis, tapi bisa mati dia jika Marchel tahu soal surat cerai tersebut


"tentu aku percaya, aku hanya mengeceknya saja, siapa tahu ada kesalahan"


"aku sudah mengeceknya berulang kali, kau tidak perlu khawatir, kita sudah kenal lama Chel, aku tidak mungkin mencurangimu"

__ADS_1


"tapi ketelitian sangat dibutuhkan sebelum kerja sama dimulai"


"baiklah terserah kau saja" jawab Al pasrah, jika dia ketahuan, mau tak mau dia harus menjelaskan semuanya pada Marchel


"kau merajuk layaknya anak kecil"


Tanpa pikir panjang Marchel menandatangani semua berkas tersebut.


"silahkan kau periksa, mungkin ada tanda tangan yang tertinggal"


Al mengecek semuanya, dia tersenyum melihat surat cerai itu sudah ditanda tangani Marchel.


"sudah semua, aku akan mengcopinya untuk salinanmu" Al beranjak dari sofa berjalan ke mejanya, dia menyimpan surat cerai Davin dan Marchel di dalam laci lalu mengcopi berkas kerjasamanya dengan Marchel


Maafkan aku Chel, aku tahu aku salah telah menghianatimu, tapi Davin berhak bahagia, kau telah menyianyiakan batu berlian seperti Davin, kini sudah waktunya Davin menerima kebahagiaanya,


"ini salinan untukmu"


"tentu saja"


"bagaimana kondisi tante Ria, aku dengar di jatuh dikamar mandi?"


"sudah mendingan hanya keseleo biasa"


"syukurlah kalau begitu, maaf belum bisa menjenguk mamamu"


"tidak apa apa, aku tahu kau sibuk"

__ADS_1


Marchel masih duduk di ruangan Al, Al tahu jika Marchel ingin mengatakan sesuatu, selama setahun ini Al menjadi tempat curhat bagi Marchel, sayangnya Al harus menjadi penghianatan dalam hubungan Davin dan Marchel


"apa yang mengganggu pikiranmu?"


"Davin" jawab Marchel singkat


"kau sudah menemukannya?" pancing Al


"belum, aku rasa ada seseorang melindunginya, terbukti sudah setahun aku tak berhasil menemukannya bahkan bayangannya sekalipun"


"kenapa kau yakin jika ada seseorang yang melindungi Davin?"


"kau tahu betul orang suruhanku bukan orang sembarangan, dan aku kembali mengingat Panji, dia termasuk orang yang bisa melindungi identitas seseorang tanpa bisa dilacak keberadaannya"


Deg..., ternyata Marchel sudah mulai curiga, aku harus waspada, jangan sampai Marchel menemukan Davin hingga tiba saatnya kami menikah, bathin Al


"Panji tidak mungkin bersama Davin"


"ya, kau benar, tapi kita juga tidak tahu Panji ada dimana, yang jelas dia ada diluar negeri"


"benar juga, lalu kau memikirkan apa" jawab Al


"entahlah, tapi akhir akhir ini hatiku cemas, aku seperti akan kehilangan Davin dari hidupku"


Ternyata bathin kamu begitu kuat Chel, aku yakin kamu benar benar mencintai Davin


"mungkin hanya perasaanmu saja Chel"

__ADS_1


"ya semoga saja, aku akan kembali ke kantor" Marchel beranjak dan meninggalkan ruangan Al


Sekali lagi maafkan aku Chel, lirih Al


__ADS_2