Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Selalu Merindukanmu


__ADS_3

Jika manusia bisa berencana, maka Tuhanlah pengatur segalanya. Sekuat apapun manusia berusaha, jika Tuhan tak berkehendak maka semua tidak ada gunanya. Begitu juga dengan yang namanya kebahagiaan, semua yang terjadi adalah takdir dan tidak ada seorangpun yang bisa menyangkalnya.


Davin dan Marchel sudah kembali bekerja, pernikahan mereka sudah berjalan tiga bulan. Setiap hari Davin selalu melakukan kewajibannya sebagai istri, ibu dan menantu yang baik, ia selalu menyiapkan sarapan untuk mereka, bahkan makam malam juga. Davin juga mengurus semua kebutuhan Marchel dan Vin sendiri, ia tak mau pelayan yang melakukannya. Meskipun bekerja, Davin sadar akan kodratnya sebagai perempuan dan sebagai istri serta ibu bagi putranya, sesibuk apapun dirinya, dia selalu mengutamakan keluarganya.


Mereka saling menatap, baru saja mereka menikmati pagi panas yang nikmat. Selagi ada waktu dan kesempatan, Marchel tak pernah memberikan Davin waktu istirahat, dia selalu meminta hak nikmatnya pada sang istri.


Davin memeluk pinggang suaminya erat, saat seperti ini yang selalu dia rindukan, pelukan hangat dari pria yang telah menjadi suaminya, rasa bahagia selalu memenuhi hatinya, dibawah selimut yang menutupi tubuh polos keduanya, tersimpan cinta yang begitu kuat.


"i love you hon" bisik Marchel, kata kata ini selalu Davin dengar setiap saat, bukankah sangat membahagiakan mendengar kata cinta dari orang yang kita cintai


"love you too sayang" Davin membenamkan wajah didada bidang suaminya,


Entahlah....beberapa hari ini rasanya ia tak ingin jauh dari Marchel, bahkan dia sering merengek seperti anak kecil agar Marchel tak pergi ke kantor. Namun karena kesibukan dan banyaknya meeting penting mau tak mau Marchel tetap berangkat ke kantor dan hal itu akan membuat Davin menangis bak anak kecil yang kehilangan mainannya. Marchel khawatir atas perubahan istrinya, namun sebisa mungkin dia meyakinkan Davin untuk segera menyelesaikan semua pekerjaannya agar bisa pulang secepatnya.


"hon" panggil Marchel


"hm"


"aku harus berangkat ke kantor"


"tidak mau"


Marchel menghela nafas, tiga hari sudah Davin melarangnya ke kantor, sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita ini


"ada meeting penting, nanti setelah meeting selesai, aku janji akan segera pulang"


Davin tak menjawab, ia berbalik dan memunggungi suaminya, tentu Marchel tahu kalau istrinya tengah merajuk. Dia memeluk Davin dari belakang, mencoba membujuk nya agar tak marah


"sayang, aku janji hanya sebentar"


Tak ada jawaban, namun beberapa saat kemudian, terdengar isak tangis dari mulut istrinya. Marchel kembali menghela nafas, dia bingung dengan sikap Davin belakangan ini

__ADS_1


"honey, lihat aku" Marchel membalikkan tubuh istrinya dan benar saja, air mata mengalir di wajah cantik itu, dengan segera Marchel menghapus air mata Davin


"hei, kenapa kamu selalu menangis saat aku akan pergi ke kantor? ada apa hm?"


"jangan tinggalkan aku" lirih Davin, air mata terus mengalir di pipinya


"sayang aku hanya ke kantor untuk meeting, aku tidak akan meninggalkanmu"


"aku tidak mau kamu ke kantor"


"sayang, meeting ini dengan investor dari luar negeri, jika aku tidak datang mereka pasti akan membatalkan kerjasamanya"


"ya sudah, berangkat saja, bawa sekalian baju bajumu, tidak usah pulang lagi ke rumah" ketusnya


Marchel frustasi, drama ini selalu ia alami dipagi hari, dia semakin bingung, ada apa dengan istri tercintanya ini


"lalu aku harus bagaimana sayang?" tanya Marchel pasrah


"sayang, kamu tahu, keluarga kita tahu, bahkan seluruh dunia tahu jika aku sangat mencintaimu, jadi tidak mungkin aku akan meninggalkanmu"


"dunia bagian mana maksudmu? Indonesia? Singapura? Eropa, Antratika? yang mana, kenapa malah selebay itu mengatakan dunia tahu kau mencintaiku" Davin semakin sewot membuat Marchel lagi lagi menghela nafas panjang


"hon, apa kau tidak merasa jika belakangan ini kau berubah?"


"berubah bagaimana? menjadi power rangers?" jawabnya ketus


"ya bukanlah sayang" sahut Marchel gemas, ingin rasanya dia mencubit pipi wanita dihadapannya ini, sayangnya jika Marchel lakukan hal itu yang ada Davin akan semakin merajuk


"lalu?"


"sikapmu berubah"

__ADS_1


"itu karena aku selalu merindukanmu"


Marchel tersenyum


"ternyata kau sangat mencintaiku ya?" goda Marchel


"ck, kenapa kau sangat menyebalkan sayang, jika aku tidak mencintaimu, tentu aku tak akan menikah denganmu, hah seharusnya dulu aku menikah saja dengan Al" Marchel melotot


"kau masih mencintai Al?" tanyanya heboh


"ck, kau semakin bodoh Chel, jika aku mencintainya, aku tidak akan berada disini dan melakukan pagi panas denganmu!!"


"lalu kenapa mengatakan hal seperti tadi?"


"sudah, aku tidak mau membahasnya lagi"


"fiks, kau aneh sayang"


"kau yang aneh Chel" geram Davin


"tidak sayang, kau yang aneh, belakangan ini kau manja sekali, kau selalu ingin bersamaku, bahkan aku ke kamar mandipun kau ikut, kau juga suka memakan seafood , padahal kau tidak menyukainya, sayang jangan jangan kau....."


.


.


.


.


Hampir tamat guys, selalu simak kisah Davin dan Marchel ya, bakalan happy ending semua deh, janji...

__ADS_1


lop yu pul


__ADS_2