Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Awal Kehancuran Syeila


__ADS_3

Mereka sudah sampai, Syeila merasa sikap Ria tak seperti dulu padanya saat ini. Dulu ketika mereka masih bersahabat, Ria begitu baik dan ramah, namun selama acara pernikahan mereka tadi, Ria tak berbicara sepatah katapun.


Marchel berjalan didepan Syeila, mereka menuju kamar di sebelah kamar Marchel.


"Chel, kenapa kita tidak ke kamarmu saja?"


"maafkan aku Syei, sementara kau tinggal di kamar ini tidak apa apa kan?"


"tapi kenapa? aku istrimu kenapa aku tidak boleh tinggal bersama di kamarmu"


"maafkan aku, kamar itu terlalu menyimpan banyak kenanganku dan Davin, aku tidak mau melukaimu jika berada di kamar itu"


Deg......., Syeila tercekat, kenangan dengan Davin, ya dirinya sadar, memang Davin dan Marchel telah lama bertunangan, mereka bertemu kembali setelah lulus SMA tepatnya 9 tahun lalu, bahkan Marchel bertunangan dengan Davin selama 5 tahun pastinya banyak kenangan yang telah mereka lewati dan Syeila harus terima resiko ini.


"baiklah tidak apa apa" jawab Syeila tersenyum

__ADS_1


"istirahatlah, nanti aku menyusul" Marchel meninggalkan Syeila di kamar itu. Syeila hanya meratapi kepergian Marchel, harusnya ini malam pertama mereka, tapi Syeila sadar, Marchel belum mencintainya jadi dia harus bersabar.


Marchel duduk di ruang tamu, tempat terakhir dirinya melihat Davin malam itu. Dia memendang cincin pernikahannya dengan Syeila,


Kau sudah menjadi bajingan dengan menyakiti wanita yang kau cintai Chel, tanpa sadar inilah awal kehancuranmu, seperti sumpah yang Davin ucapkan, kau akan hidup dibawah bayang bayang masa lalunya, bathin Marchel


Cincin yang dipegangnya jatuh ke bawah sofa, Marchel membungkuk, dia meraba bawah sofa dan Deg...., tangannya menemukan sebuah benda kecil panjang, dia tak bodoh untuk tahu benda apa itu. Jantungnya berdetak kencang


*Ini milik siapa? ingatan Marchel berhenti pada kejadian seminggu yang lalu, ya disini adalah tempat dimana tas Davin terjatuh dengan semua barang barangnya yang keluar. Mungkinkah ini milik Davin? Jika benar artinya Davin tengah mengandung buah hati mereka. Hancur sudah hidup Marchel, dia merasa dunianya runtuh seketika, inikah yang dimaksud Davin dengan "kami" saat dia pergi dan yang dia tulis dalam surat terornya tadi pagi. Marchel meneteskan air mata


"Chel" Ria melihat anaknya begitu kacau, "ada apa?" tanyanya lagi


Marchel segera memasukkan tespect itu dalam saku, dia tak ingin mamanya semakin menyalahkan dirinya sendiri jika tahu hal ini.


"kamu masih memikirkan Davin?"

__ADS_1


"tentu ma, ini tidaklah mudah bagiku, Davin adalah sumber kebahagiaanku selama ini, tapi aku menyakitinya begitu dalam, dia pasti hancur sehancur hancurnya ma" Marchel menitikkan air mata.


"inilah jalan yang kamu pilih Chel, kamu harus menjalani pilihanmu"


"apakah aku bisa bahagia ma?"


"tentu nak, kamu pasti bisa bahagia, bukalah hatimu pada Syeila, sekarang dialah istrimu"


Tanpa mereka sadari Syeila mendengar semuanya, Syeila begitu bahagia saat Ria menyuruh Marchel membuka hati untuknya.


Chel, aku akan membuatmu mencintai aku, hanya aku, bathin Syeila


"sulit ma, aku hanya mencintai Davin, mama tahu sendiri Davinlah sumber kehidupanku selama ini, aku merasa hidupku sudah tak berguna lagi ma, apalagi aku sama sekali tidak mencintai Syeila"


Deg... Syeila tercekat, begitu besarkah rasa cinta Marchel pada Davin, seperti apa wanita yang bernama Davin itu? tidak, Syeila tidak boleh menyerah, dia sudah melangkah sejauh ini. Dia harua bisa meluluhkan hati Marchel dan menjadi wanita satu satunya bagi Marchel.

__ADS_1


__ADS_2