Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Davin Menghilang


__ADS_3

Davin mendapat kabar dari orang suruhannya jika Marchel sudah menceraikan Syeila. Ada sedikit rasa senang di hati Davin karena dia menjadi satu satunya istri Marchel, namun semua tak bisa mengubah keputusan Davin. Tanpa Marchel tahu, Davin berencana kembali ke Amsterdam, dia dan Marvin akan menetap disana, Evan dan Citra juga sudah mengetahui hal ini. Awalnya mereka melarang Davin pergi, namun ketika Davin bercerita tentang Marchel, maka orang tuanya langsung setuju jika Davin dan cucunya tinggal di Amsterdam. Davin sudah berangkat 2 jam yang lalu.


Seperti kemarin, Marchel berada di depan apartemen Davin, ia berdiri dan sesekali melirik jam tangannya, biasanya jam 4 sore Davin sudah datang bersama Marvin, namun hingga pukul 16.40 Davin tak kunjung datang


"permisi bapak, apa bapak akan bertamu dengan pemilik apartemen ini?" tanya seorang petugas kebersihan


"iya, apa ibu melihat pemilik apartemen ini sudah masuk ke dalam?"


"pemiliknya sudah pergi sekitar 3 jam lalu pak, membawa 3 koper besar"


Marchel terkesiap


"mereka pergi kemana ya bu?"


"katanya tadi mau pindah, tapi ga tahu kemana, dan apartemen ini sudah dijual"


Marchel membeku, Davin memang sulit ditebak. Marchel segera pergi, dia mengendarai mobilnya menuju rumah Evan. Setelah menempuh kemacetan yang cukup parah, Marchel sampai dirumah Evan, dia segera turun dan berlari


tok tok tok


"eh, mas Marchel, tumben mas, cari bapak ya?" sapa pembantu rumah Evan, mereka memang sudah mengenal sejak dulu


"apa Davin ada disini bi?"


"oh, non Davin sama tuan muda sudah pergi, bapak sama ibu tadi mengantar mereka ke bandara"

__ADS_1


Deg.....Kemana Davin pergi, bandara? apa Davin akan menghilang seperti dulu? semoga saja Marchel bisa segera menemukannya


"kalau papa Evan ada bi?"


"bapak sama ibu ada urusan ke luar kota mas"


Marchel lemas, baru saja dia merencanakan kebahagiaan nyatanya semua malah pergi


"ya sudah terima kasih bi" Marchel melangkah dengan gontai, dia berdiam didalam mobil.


Kamu pergi kemana Vin, kenapa kamu meninggalkan aku, saat aku akan menebus semuanya kenapa kamu pergi. Inikah yang kamu rasakan dulu saat aku meninggalkanmu tanpa penjelasan, aku memang pria bodoh, seharusnya aku mendengarkan Panji dan menyelidiki semuanya, aku bodoh, bodoh Marchel memukul setir mobilnya, dia menumpahkan semua kekesalannya.


.


.


"ada apa bi?"


"nona Syeila, di...dia" Ria langsung masuk ke kamar putranya, ia melihat Syeila dengan mulut berbusa, ditangannya ada botol racun serangga


"astaga..., Syeila..., bi cepat suruh siapkan mobil"


Ria dan ART nya membawa Syeila ke rumah sakit, Ria begitu takut jika Syeila kenapa napa, pasalnya Syeila mencoba bunuh diri dirumahnya. Ria segera menghubungi Marchel


"halo Chel, kamu dimana?" tanya Ria panik

__ADS_1


"ada apa ma?" jawab Marchel lesu


"kamu harus ke rumah sakit Medika segera, Syeila meminum racun serangga, mama sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit"


Marchel mengumpat, belum masalah Davin sekarang ditambah Syeila yang mencoba bunuh diri, dia langsung menuju rumah sakit yang diberitahu mamanya. Marchel juga memberikan kabar kepada Pras untuk segera ke rumah sakit


15 menit, Marchel sudah tiba dirumah sakit


"Chel, syukurlah kamu sudah datang"


"bagaimana keadaan Syeila?"


"masih diperiksa dokter"


Tak lama dokter keluar, dan bertepatan dengan kedatangan Pras


"bagaimana kondisi putri saya dok?" tanya Pras


"untung dia segera dibawa kemari, racun serangga yang dia minum belum menyebar jadi pasien masih bisa diselamatkan, untuk beberapa hari sebaiknya pasien dirawat agar kondisinya lekas pulih"


"apa sekarang dia baik baik saja?"


"kondisinya sudah stabil, sebentar lagi pasien akan sadar, dia sudah dipindahkan ke ruang perawatan, kalau begitu saya pamit"


Setelah dokter pergi

__ADS_1


Bugh.....Marchel teriak Ria


__ADS_2