Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Will You Marry Me Again


__ADS_3

Davin sudah sampai di kantor polisi, Evan menunggunya didepan pintu masuk


"kamu akan kaget saat tahu siapa pelaku yang berniat mencelakaimu" kata Evan, mereka berdua berjalan masuk ke dalam dan disana sudah ada Prasetyo dengan satu orang yang terlihat seperti pengacara


"jadi pelakunya adalah Syeila?" tanya Davin tak percaya, pasalnya dia ingat jika Pras adalah ayah Syeila, ternyata mantan istri kekasihnya dulu masih dendam padanya hingga saat ini.


Polisi segera membawa Syeila keluar dari sel, mereka duduk di kursi di depan meja polisi


"saudara Syeila, jika anda mau mengakui kejahatan anda maka hukuman anda akan diringankan" ucap polisi, namun begitulah Syeila, dia begitu angkuh apalagi ada Davin disana


"saya tidak melakukan kejahatan yang anda tuduhkan" elaknya. Pras menghela nafas, ia begitu takut Syeila akan di penjara karena ulahnya


"kalau begitu kasus ini akan kami lanjutkan" ucap Evan


"apa tidak bisa dibicarakan dengan baik baik pak Evan" ucap Pras


"anak anda saja tak mengakui kejahatan yang jelas jelas dia lakukan tuan Pras, untuk apa melalui jalur kekeluargaan, dia hampir saja menghilangkan nyawa saya jika saja Marchel tidak datang menolong saya" Syeila mendongak, dia terkejut yang menolong Davin adalah Marchel


"kau memang pelakor sialan, seharusnya kau mati saja agar tak mengganggu hidupku, kau selalu menjadi penghalang kebahagiaanku, apa salahku padamu hingga kau menghancurkan hidupku, kau merusak rumah tanggaku!!!" teriak Syeila


"seharusnya bukan kamu yang berkata demikian, tapi aku. Apa salahku padamu hingga kau menghancurkan hidupku, kau merebut Marchel dan membuat dia membuangku saat aku mengandung darah dagingnya, kau tak tahu betapa hancurnya aku kala itu, kau egois, kau dan ayahmu sama liciknya hingga membuat hidupku menderita" Pras menunduk mendengar ucapan Davin, semua yang dia dengar memang benar adanya


"pak saya menyerahkan kasus ini kepada polisi dan pengacara saya, lanjutkan semuanya kalau perlu percepat kasusnya agar perempuan ini segera masuk ke sel tahanan" sambung Davin


"nak Davin, saya mohon tolong jangan penjarakan Syeila" pinta Pras


"seharusnya anda malu mengatakan hal itu tuan Pras, sebagai sesama ayah, bagaimana perasaan anda jika berada di posisi saya, anda anda hampir membuat nyawa putri saya melayang, seharusnya anda tidak membela putri anda yang jelas jelas bersalah"


"sa...saya minta maaf tuan Evan"


"cukup yah, jangan mengemis pada mereka, aku tidak sudi mendapat maaf dari mereka, pelakor itu memang pantas mendapat semuanya!!!!"


"anda dengar sendiri kan tuan, anak anda tidak butuh kami, jadi silahkan siapkan pembelaan terbaik untuk putri anda" Evan dan Davin meninggalkan kantor polisi dan menyerahkan kasus ini pada pengacaranya


******


Hari ini Marchel tidak mengajak Vin ke kantor, tapi ke pantai, pantai yang sering dia kunjungi bersama Davin dulu. Kali ini Marchel tidak akan bertindak lambat. Ia harus gerak cepat agar tak semuanya segera beres, lagipula dia bukan ABG, meski umurnya masih muda. Apalagi setelah mendengar cerita Vin kalau mommynya itu berniat kembali padanya.


Mommy bilang ke aunty bulu begini : aku masih mencintai Marchel, semoga takdir menyatukan kami.


Marchel tak henti tersenyum, dia telah menyiapkan lamaran spesial untuk Davin tentunya dibantu putranya, Vin. Vin mirip sekali dengan Marchel, meskipun umurnya masih 6 tahun tapi dia begitu cerdas. Bahkan Vin yang memberikan ide lamarannya untuk sang mommy


Pakai balon yang banyak dad, aku pernah lihat mommy tersenyum gembira saat melihat pelepasan ratusan balon ke udara

__ADS_1


Putranya begitu pintar dan untungnya dia mendukung Marchel yang ingin kembali pada mommynya


.


.


Davin mendatangi rumah Marchel karena Marchel tidak ada di kantornya. Namun sayang, dirumah pun Marchel tidak ada. Ada rasa khawatir yang Davin rasakan, bagaimana jika Marchel membawa Vin pergi jauh darinya lalu Vin akan di asuh oleh istri baru Marchel. Pikiran itu yang menghantui Davin, dia terus menghubungi nomor Marchel tapi tak mendapat jawaban, Davin sudah menangis, dia membayangkan jika dirinya harus terpisah dengan Vin, separuh nyawanya. Dia berkeliling mencari Vin, mulai di apartemen Marchel ternyata juga tidak ada, dia menyusuri jalanan , mungkin saja dia akan melihat Marchel dan Vin, tapi lagi lagi usahanya tak membuahkan hasil. Saat dirinya tengah bingung, ponselnya berbunyi. Dari Marchel, Davin langsung mengangkatnya


"kau bawa kemana putraku!!" teriak Davin


Diseberang sana Marchel tersenyum, dia sudah menduga respon Davin akan begini


"dia ada bersamaku, kami ada dipantai tempat kita dulu, datanglah kemari, maaf merepotkanmu karena aku tak bisa mengantar Vin pulang. Aku akan melamar calon istriku" ponsel Davin luruh begitu saja, air matanya kembali mengalir, tanpa pikir panjang dia melajukan mobilnya menuju pantai, karena hari sudah petang. Ia tak mau Vin melihat daddynya melamar wanita lain. Setelah ini Davin janji akan membawa Vin pergi dan tak akan mengijinkan Marchel menemui putranya lagi. Toh dia akan memulai hidup baru dengan istri baru juga, pikir Davin.


*****


Davin tiba di pantai, dia langsung disuguhi pemandangan romantis yang menyayat hatinya.



Davin terdiam, dia melihat Marchel membawa sebucket bunga mawar merah, kesukaannya. Tapi sayang bunga itu bukan untuknya. Vin juga ada disana, putranya berdiri disamping Marchel sambil memegang ikatan balon yang mungkin berjumlah seratus, Davin menghela nafas lalu berjalan ke arah mereka, dia tak melihat ada wanita disana, mungkin calon istri Marchel belum datang pikir Davin,


"Vin, ayo pulang son"


"tidak mau" ucap Vin, Davin ingin menangis, dia harus bagaimana, apa dia harus ikut menyaksikan moment lamaran Marchel pada calon istrinya? lalu memberikan selamat pada mereka? yang benar saja. No Way...


"kenapa mommy mau pulang, mommy tidak mau melihat daddy melamar mommy baru?" tanya Vin, pertanyaan itu adalah suruhan Marchel yang ingin menguji Davin, ia ingin melihat ekspresi wanita itu.


"tidak mau" jawab Davin singkat, dia sudah memalingkan wajahnya saat Marchel menatapnya, sedari tadi Marchel mengamati wajah Davin yang sembab, Marchel yakin jika belahan jiwanya itu habis menangis, dan kali ini dia juga seperti akan menangis, Marchel yakin jika Davin sedang cemburu dan mengira Marchel akan melamar wanita lain


"Vin," panggil Marchel


"apa???" jawab Davin ketus, Marchel terkekeh, dia berjalan ke arah Davin lalu menyerahkan bunga mawar itu kepada Davin, Davin membeku maksudnya apa coba? apa Marchel mau menitipkan bunga itu padanya


"apa???" tanya Davin


"untukmu?"


"kau memintaku memegangnya sampai calon istrimu datang begitu? Big No"


"hahahah, kau memang menggemaskan sekali honey, ini untukmu, calon istriku"


"maksudmu?" Davin kebingungan, mungkin dia salah dengar

__ADS_1


"daddy melamar mommy untuk menjadi mommy baru" jawab Vin, Davin terkejut bukan main, jadi calon istri Marchel adalah dirinya? jadi Marchel masih mencintainya? jika tak menjaga gengsi, Davin pasti sudah mencak mencak kegirangan


"Vin, will you marry me again?" ucap Marchel sembari membuka kotak cincin yang berisi cincin berlian yang sangat indah


"say yes mom" pinta Vin, Davin tersadar dari keterkejutannya, jadi Marchel mengerjainya, baiklah dia akan membalasnya


"em...I say..." Marchel tersenyum, dia begitu yakin jika Davin akan mengatakan yes, tapi. "No" seketika senyum Marchel pudar, Marchel menatap Davin tak percaya, apa barusan dia ditolak? dia langsung diam membeku. Vin juga melongo mendengar jawaban mommynya


"why mom?" tanya Davin


"em, I mean not no, Iam say yes" Davin tersenyum


Marchel masih membeku mungkin dia tidak mendengar ucapan Davin barusan


"dad, mom say yes" Vin menarik lengan Marchel


"hah!!!, what boy?"


"mom say yes" ulang Vin


"really?" tanya Marchel tak percaya


"yes" bukan suara Vin tapi ucapan itu dari Davin.


Marchel menatap tak percaya, dia langsung memeluk Davin,


"thank you" Marchel bahagia hingga meneteskan air mata


"mom, dad kalian melupakan aku" kata Vin, keduanya melepas pelukan mereka, lalu Marchel menggendong Vin,


"aku lepas ya?" pinta Vin


"ok" jawab Marchel


Vin melepas ikatan balon yang sedari tadi dia pegang, dan benar saja balon itu melayang ke udara, mereka bertiga tersenyum bahagia. Lalu melakukan makan malam bersama.


.


.


.


.

__ADS_1


Belum end ya kakak kakak, masih ada beberapa bab lagi, semoga suka


lop yu pul


__ADS_2