Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Di Nikahkan


__ADS_3

Belum, Al belum menanyakan kepastian perasaan Davin padanya. Tapi dia sudah psimis akan nasib pernikahannya. Lusa, seharusnya adalah hari bahagianya dengan Davin. Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi, Al yakin jika Davin masih mencintai Marchel.


Entah setan apa yang meracuni dirinya hari ini, Al yang notabene pria baik, dan tidak neko neko tiba tiba melangkahkan kakinya ke sebuah club malam. Memesan segelas minuman beralkohol, lalu meminumnya. Awalnya dia meringis, tenggorokannya terasa asing menerima apa yang baru dia tenggak. Tanpa dia sadari, hatinya merasa tenang, memintanya lagi pada bartender, Al kembali meminum minuman haram tersebut. Sebagai pemula, dua gelas telah membuatnya mabuk. Setelah membayar, dia melangkah ke luar club. Melupakan mobilnya, Al terus melangkah sambil bergumam tidak jelas. Sesekali berteriak, Al mirip orang yang tidak waras.


Brug....


"hei, dimana matamu?!!!" teriak seorang perempuan kepada Al, namun apa daya sepertinya Al sudah teler dan tak ingat apa apa. Al menindih tubuh wanita itu, susah bergerak itulah yang wanita itu rasakan, berusaha menyingkirkan Al dari tubuhnya namun mereka terlanjur kepergok beberapa orang yang tengah melintas


"wah wah, ada pasangan mesum disini, sebaiknya kita bawa ke kantor polisi" ucap salah satu bapak bapak


"pak pak tolong saya, tolong singkirkan pria ini"


"wah, jangan pura pura setelah enak enak mbak, mesum kok dipinggir jalan ga punya duit buat bayar hotel?"


"eh eh, jangan salah paham bapak bapak, saya ga kenal pria ini" belanya


"aku mencintaimu" gumam Al meracau


"itu buktinya, sudah sudah, untuk menghindari perzinahan, mari kita bawa mereka ke kantor polisi"


"pak jangan, saya tidak mau!!" teriak si wanita namun kalah, dia dan Al dibawa ke polsek terdekat oleh bapak bapak tersebut.


****


Disinilah mereka berada sekarang, Al dan wanita itu sudah berada di polsek karena bapak bapak tadi membawa mereka kesana.


Wajah gadis itu tampak pasrah, berkali kali dia menghela nafas, sementara Al kesadarannya mulai pulih, dia sempat bingung akan situasi ini


"jadi apa benar kalian mesum di pinggir jalan?" tanya polisi mengintrogasi mereka


"tidak pak!!" jawab Al dan wanita itu bersamaan


"wah, jawabannya kompak sekali, mencurigakan" sahut polisi tersebut


"pak saya tidak mengenal wanita ini!!"


"saya juga tidak mengenalnya pak" sahut si wanita


"siapa nama kamu?"


"Alfian pak"


"kalau kamu?"


"Sekar Ayu pak"


"status??"


"duda..janda" sahut Al dan Sekar bersamaan

__ADS_1


"wah, jadi kalian duda dan janda? lalu kalian merasa bisa berbuat zina tanpa ikatan pernikahan begitu?"


"pak, kami tidak saling mengenal" bela Al


"tapi ini buktinya" polisi menyodorkan video dimana Al menindih Sekar dan mengatakan jika dia mencintainya


"itu semua tidak benar pak" bela Sekar


"silahkan hubungi keluarga kalian, kalian harus segera di nikahkan"


"APA!!!!??"


"hubungi orang tua atau kerabat kalian" ulang polisi tersebut


"pak saya akan menikah lusa, saya tidak mungkin menikahi wanita ini"


"aduh mas, sudah mau menikah kok mesum sama perempuan lain, bibit bibit pria pendua, sudah hubungi keluargamu!!"


Frustasi, itulah yang Al rasakan, dia tak bisa lagi meyakinkan polisi. Dengan berat hati dia menghubungi orang tuanya.


"kenapa kamu diam saja, hubungi keluargamu!" pinta polisi pada Sekar


"saya dari kampung pak, orang tua saya jauh, saya orang rantau pak"


"ck, jadi kamu merantau tapi berkelakuan begini bagaimana jika orang tuamu tahu kelakuanmu disini, apa kamu tidak memiliki wali yang dekat disini?"


"tidak ada pak"


Tak lama orang tua Al datang,


"permisi pak, kami orang tua Al"


"oh baiklah silahkan duduk"


"sebenarnya ada apa ya pak?" tanya Rudi kepada polisi


"mereka berdua mesum dijalan, dan ini buktinya" Silvia dan Rudi tampak terkejut setelah melihat video tersebut


"Al apa semua ini benar?" tanya Rudi


"ini cuma salah paham pa, semua ini tidak benar" sangkal Al


"maaf pak, sebaiknya kita nikahkan mereka lagipula status mereka duda dan janda, untuk menghindari perzinahan jalan terbaik adalah menikahkan mereka"


Silvia memandang Sekar, entah kenapa dia tak marah melihat perempuan itu, sama seperti melihat Davin, Silvia merasa jika Sekar wanita yang baik.


"tapi anak saya akan menikah lusa pak, mereka tak mungkin menikah"


"jika mereka tidak dinikahkan maka terpaksa saya menahan anak bapak karena kasus perzinahan"

__ADS_1


Tak punya pilihan, itulah yang dialami Al dan orang tuanya. Akhirnya dia menikahi Sekar secara siri dengan mas kawin beberapa lembar uang seratus ribuan.


Tuhan, apalagi permainan takdirku, kenapa aku harus menikah dengannya. Siapa dia sebenarnya? jika tahu akan begini aku tak mungkin menyentuh minuman laknat itu, Davin maafkan aku. ucap Al dalam hati.


******


Mereka pulang ke rumah orang tua Al. Sekar pun ikut serta karena sekarang dia adalah istri Al. Setelah sampai Al meninggalkan Sekar begitu saja dihalaman rumah. Silvia menghela nafas lalu menghampiri menantunya


"nak maafkan putraku, mungkin dia masih marah atas semua ini, ayo aku antar ke kamar kalian"


Silvia mengantar Sekar ke kamar Al. Rudi hanya menghela nafas, sekarang apa yang akan dia katakan kepada Davin dan orang tuanya. Mereka pasti akan marah, kecewa dan juga malu. Apalagi Davin gagal menikah untuk kedua kalinya.


"pa.." panggil Silvia, suaminya itu duduk di tepi ranjang


"apa yang harus kita lakukan sekarang ma?"


"mau apa lagi pa, kita harus jujur kepada Davin dan orang tuanya"


"mereka pasti akan marah dan kecewa"


"tapi kita tidak bisa melakukan hal lain pa, Al juga tak mungkin menceraikan istrinya yang baru beberapa jam dia nikahi dan mama rasa dia bukan wanita biasa, dia juga sepertinya perempuan baik baik"


"papa tidak tahu, semoga saja begitu dan ini kedua kalinya Davin gagal menikah, mereka kembali harus menanggung malu dan sekarang karena putra kita"


"pasti Tuhan sudah menyiapkan rencana baik dibalik semua ini pa, mungkin saja Al dan Davin tidak berjodoh, sebaiknya kita istirahat dan besok kita harus menemui Davin juga orang tuanya"


"baiklah"


Di dalam kamar Al, Sekar duduk di sofa sepertinya suaminya itu tengah mandi. Dan benar tak lama Al keluar dari kamar mandi


"kenapa kamu ada di kamarku?"


"mamamu yang menyuruhku disini."


"ck, keluar sekarang"


"tidak mau, lagian aku kan istrimu aku mau tidur disini, sudah lama aku tidak tidur di kasur empuk" Sekar langsung merebahkan diri di kasur Al, dia bahkan tak mandi


"kamu jorok sekali, kamu belum mandi, lagipula siapa yang memberimu ijin tidur di ranjangku?" ucap Al namun sayang tidak ada sahutan dari Sekar, sepertinya wanita itu sudah masuk ke alam mimpi


Ya Tuhan, wanita ini. Kenapa nasibku harus begini Tuhan, apa yang harus aku katakan kepada Davin dan keluarganya besok. Al menghela nafas lalu memilih tidur di sofa.


.


.


.


Hai hai, maafkan aku yang lama up. Urusan kerjaan nyata lagi banyak dan ga bisa ditinggal

__ADS_1


maaf jika alur ga sesuai dengan harapan kalian, karena nanti endingnya, semua akan bahagia ya. Terima kasih buat para pembaca yang masih setia membaca cerita recehan saya. Jangan lupa tinggalkan komen dan bagi yang penasaran sama sosok Sekar akan terjawab di bab selanjutnya. ma'acih lop yu


__ADS_2