Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Akhirnya


__ADS_3

"tidak sayang, kau yang aneh, belakangan ini kau manja sekali, kau selalu ingin bersamaku, bahkan aku ke kamar mandipun kau ikut, kau juga suka memakan seafood padahal kau tak menyukainya, sayang jangan jangan kau.... hamil?"


Mata Davin membulat, apa mungkin dia hamil? tapi dia memang belum menstruasi bulan ini,


"ya, mungkin kau hamil, ayo kita ke dokter" ucap Marchel antusias, dia begitu bahagia jika istrinya benar benar hamil


"Chel, kalau ternyata tidak hamil bagaimana?" ucap Davin yang takut jika kenyataannya dirinya belum hamil dan membuat suaminya kecewa


"tidak apa hon, jika memang belum, kita bisa meminta saran dokter agar kamu segera hamil"


Davin tak tega menolak permintaan suaminya, ia ragu tapi bisa saja dugaan Marchel benar adanya, apalagi dia baru menyadari jika belakangan ini sikapnya memang berubah. Akhirnya mereka memutuskan akan pergi ke klinik milik Vita.


"kalian mau kemana? kamu tidak ke kantor Chel?" tanya Ria saat mereka sudah berada di meja makan


"hari ini aku tidak ke kantor ma, kami akan pergi ke dokter"


"siapa yang sakit dad?" tanya Vin


"mommy sayang" jawab Marchel membuat Ria segera berdiri


"Vin kamu sakit apa?" tanya Ria khawatir


"doakan semoga benar ada cucu mama dirahim istriku ma" jawaban Marchel membuat Ria berkaca kaca, dia langsung memeluk menantu kesayangannya


"mama doakan semoga memang ada cucu mama di rahim kamu nak?" Ria mengelus perut datar menantunya, Davin tersenyum, dirumah ini dia mendapatkan kasih sayang yang besar dari suami dan mertuanya


"apa aku akan punya adik dad?" si cerdas Vin bertanya


"Vin berdoa saja semoga memang ada adik Vin diperut mommy" Vin langsung berlari pada mommynya, dia memeluk wanita itu dan menyandarkan kepalanya di perut sang mommy,


"adik sayang, cepat besar ya, kakak menunggumu, kakak sayang kamu" Davin terharu mendengar ucapan putranya, dia berdoa semoga dia benar benar hamil,


Setelah selesai sarapan, Marchel dan Davin pergi ke klinik Vita. Dalam perjalanan Davin selalu berdoa semoga dia tak mengecewakan orang orang tersayangnya, dia berharap memang ada anak dirahimnya


Tiba di klinik, Davin dan Marchel langsung ke ruangan Vita karena mereka sudah membuat janji


"kalian sudah datang?" tanya Vita

__ADS_1


"iya" jawab Davin, mereka duduk didepan kursi Vita


"sebelumnya selamat atas pernikahan kalian dan maafkan aku karena tidak bisa hadir, kami harus pulang ke Bali karena mertuaku sakit"


"tidak apa kak, lagipula kami sudah menerima kado darimu" ucap Davin tersenyum


"baiklah mari kita periksa" Vita memeriksa tekanan darah Davin dan berat badannya, setelah itu Davin berbaring untuk segera melakukan USG


Marchel sejak tadi hanya diam, dia memperhatikan terus memperhatikan istrinya yang tengah diperiksa, Marchel benar benar gugup, ini pertama kalinya dia menemani Davin periksa kehamilan, tubuhnya terasa lemas, dia harap harap cemas,


"kalian lihat, ini bayi kalian, usianya sudah lima minggu" ucap Vita menunjukkan sebuah titik hitam yang merupakan anak Davin dan Marchel


Davin tersenyum bahagia, dia berterima kasih kepada Tuhan karena dia benar benar hamil. Davin menatap Marchel yang hanya diam,


"sayang..." panggil Davin pada Marchel


Mata Marchel berkaca kaca, dia bahagia, rasanya begitu senang bisa melihat anaknya sudah tumbuh dirahim sang istri


"Chel" panggil Davin lagi, dia sudah turun dari ranjang dan berada didepan suaminya


Marchel langsung memeluk istrinya, pria ini menangis, dia terus memeluk Davin erat


"jangan menangis, aku tahu kamu menyesal karena dulu kamu melewatkan semuanya, tapi kini kita sudah bersama dan akan melewatinya bersama juga, kita akan menjaganya hingga dia lahir ke dunia" Davin segera menghapus air mata suaminya


"selamat Vin, Chel, aku turut bahagia, semoga anak kalian tumbuh dengan sehat sampai dia lahir nanti" ucap Vita


"terima kasih kak, kalau begitu kami pulang dulu"


Davin dan Marchel pergi dari klinik Vita, senyum selalu terpancar dari bibir pria itu, walau matanya sembab tapi terlihat begitu menggemaskan dimata Davin, mereka segera pulang untuk memberikan kabar bahagia ini pada keluarga mereka khususnya pada putra mereka, Vin.


*********


Sekar sedang menanti kedatangan suaminya, sudah dua hari Al berada di luar kota untuk urusan bisnis. Sekar sengaja menunggu Al untuk memberikan kejutan pada suaminya, setengah jam lalu Al memberi kabar bahwa dia sudah dalam perjalanan pulang. Hingga bunyi klakson mobil terdengar memasuki halaman rumah yang menandakan jika Al sudah tiba. Sekar melihat jika suaminya itu tersenyum padanya, tentu dia merindukan pria itu, pria baik hati, penyayang dan juga lembut yang sudah menemaninya selama tiga bulan ini


"kau sudah sampai?" tanya Sekar


"iya, apa kau merindukan suamimu ini?" goda Al, begitulah yang selalu mereka lakukan selama ini,

__ADS_1


"tentu saja, sebaiknya kau segera mandi, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu"


Mereka berjalan memasuki kamar, Sekar membantu Al membuka jas dan dasinya, kemudian Al menuju kamar mandi.


Sekar tengah berdiri memandang ke luar jendela sembari menanti suaminya selesai mandi, dia memegang foto hitam putih yang dia dapatkan sehari yang lalu,


"kau merindukanku sayang" Al melingkarkan tangannya di perut sang istri, Sekar berbalik, dia menatap lekat wajah suaminya


Cup


wanita itu mengecup sekilas bibir sang suami, membuat Al tersenyum


"aku semakin yakin jika kau merindukanku" Al membalas kecupan istrinya


"sayang, ada yang ingin aku berikan padamu" ucap Sekar


"apa hm?"


"ini" Sekar memberikan foto hitam putih itu pada Al, pria itu terdiam, dia memandang foto pemberian istrinya dengan lekat, matanya berkaca kaca, lalu Al menatap sang istri


"dia sudah berusia 8 minggu" ucap Sekar tersenyum


"kamu....?" tanya Al tak percaya


"iya Al, dia sudah tumbuh dalam rahimku, anakmu ada disini, anak kita" tunjuk Sekar pada perutnya, Al tak bisa menggambarkan kebahagiaannya, dia senang, terharu


"terima kasih Sekar, terima kasih telah sudi mengandung anakku, darah dagingku, aku sudah menantikan kehadiran anak sejak dulu, terima kasih sudah membuatku menjadi pria yang laing bahagia dan paling beruntung didunia ini, aku mencintaimu" Al menangis sambil memeluk istrinya lalu berjongkok dan mencium perut Sekar yang masih rata


"sayang, terima kasih sudah hadir diantara ayah dan bunda, ayah menyayangimu, ayah akan menjagamu dan bunda, ayah mencintai kalian" Al berbicara dengan perut istrinya, seakan mengajak sang anak berbicara


Sekar mematung, dia tak percaya reaksi Al akan seperti ini, pria itu bahkan menangis karena bahagia, kehadiran anak dalam rahimnya telah memberikan kebahagiaan bagi suaminya dan juga dirinya


"Al, jangan berkata seperti itu, aku bahagia bisa mengandung anakmu, darah dagingmu, kita akan membesarkannya bersama sama"


"sekali lagi terima kasih Sekar, aku janji akan menjadi suami yang lebih baik lagi untukmu dan menjadi ayah yang baik bagi anak kita"


"kau sudah menjadi suami yang baik dan sempurna untukku Al, terima kasih sudah mau menerimaku sebagai istrimu, aku bahagia memiliki suami sepertimu"

__ADS_1


"akulah yang beruntung memiliki Istri sepertimu Sekar"


Kedua insan ini saling berpelukan dan menyalurkan kebahagiaan mereka berdua.


__ADS_2