
"yes, I will" ucap Davin dengan mata berkaca kaca
Al tercengang, apakah ini mimpi? apa yang baru dia dengar benar?
"Al..." panggilan Davin membuat Al tersadar dari lamunannya
"ka..u menerimaku?" tanya Al tak percaya
"iya, kau berharap jawaban lain?"
"ti..tidak, aku..." tanpa aba aba Al memeluk Davin, dia masih tidak percaya jika lamarannya "terima kasih sudah menerimaku, aku janji akan membuatmu dan Vin bahagia"
"ehemm, ada yang mau merried nih?" goda Cris yang datang bersama Panji, Al langsung melepas pelukannya
"akhirnya, si tuan tampan diterima juga" ledek Panji
"selamat Vin, akhirnya kamu mau membuka hati" Cris memeluk Davin
"selamat bro, akhirnya perjuanganmu berhasil" sambung Panji yang juga memeluk Al
"kita harus merayakan ini besok" ucap Cris
"tentu saja" sambung Panji lagi
Mereka tertawa bahagia, Al memandang wajah Davin sambil tersenyum, rasanya seperti mimpi, wanita dihadapannya ini akhirnya menerima cintanya, cinta yang ia perjuangkan setahun belakangan. Benar kata orang, tak ada usaha yang tak membuahkan hasil.
.
.
Esok harinya, Al sudah menghubungi orang tuanya, dia mengatakan jika lamarannya diterima, 2 minggu lagi mereka akan datang ke Amsterdam untuk acara pertunangan Al dan Davin, Davin juga memberi tahu kedua orang tuanya, tentu saja hal itu membuat Evan dan Citra bahagia, akhirnya putrinya mau membuka hati lagi, ini waktu yang tepat, memang sudah seharusnya Davin memulai hidup barunya.???
Al dan Davin berada di ruang tamu, mereka duduk bersebelahan, Vin sedang ikut Panji dan Cris berbelanja kebutuhan bahan untuk barbeque nanti malam. Tentu saja momen ini dimanfaatkan Al dan Davin untuk berduaan.
"Al, aku masih berstatus istri Marchel, kita tak mungkin menikah jika aku masih sebagai istrinya"
"aku tahu, lalu kamu akan menceraikan Marchel atau memilih poliandri?" goda Al, Davin langsung memukul lengan Al
"kau mau aku memiliki dua suami lalu bergantian tidur dengan kalian begitu? lupakan lamaranmu tadi malam" ucap Davin merajuk yang langsung membuat Al panik
"jangan marah, aku hanya bercanda"
__ADS_1
"aku tidak suka bercandamu!!"
"iya, iya, aku sungguh minta maaf, apa yang harus aku lakukan supaya kamu mau memaafkanku?"
"bantu aku" ucap Davin, Al mengernyitkan dahi
"bantu apa tuan putri?"
"bukankah kau juga bekerja sama dengan perusahaan Marchel? bantu aku agar dia menandatangani surat cerai dariku"
"maksudmu aku harus menyelipkan surat cerai itu di antara berkas kerja sama kami?"
"kau pintar" Davin tersenyum pada Al
"kenapa harus cara seperti itu?" tanya Al penasaran
"karena Marchel melakukan hal yang sama hingga aku menandatangani buku nikah itu"
"jadi kau balas dendam?"
"anggaplah demikian"
"kenapa kau tidak langsung menemuinya saja"
"kau benar, dia cinta mati padamu, tentu dia akan menolaknya"
"hei.., ini bukan waktunya cemburu, lakukan saja seperti permintaanku"
"apa kau yakin cara ini akan berhasil?" tanya Al ragu
"itu tergantung usahamu, jika kau serius untuk menikahiku kau harus membuat Marchel menandatanganinya tanpa membuatnya curiga"
"em, baiklah.., walau sebenarnya aku tidak enak hati pada Marchel tapi demi cintaku padamu aku akan melakukannya"
"kau mulai menggombal tuan"
"tidak, aku benar benar mencintaimu"
"ya aku tahu itu"
"apa kau juga mencintaiku?"
__ADS_1
"kalau tidak maka aku tidak akan menerima lamaranmu"
"jadi kau mencintaiku?" tanya Al lagi
"bukankah aku sudah menjawab pertanyaanmu"
"aku ingin mendengarnya langsung"
"tidak ada yang seperti itu"
"kau malu?"
"sudah jangan menggodaku" wajah Davin sudah memerah
"baiklah, tapi nanti jika kita sudah menikah aku ingin kau mengucapkannya langsung padaku"
"akan aku pikirkan"
"besok aku harus pulang"
"tentu saja, kau harus melakukan misi ini dengan baik"
"jangan khawatir honey, aku akan melakukan apapun untukmu"
"kau benar benar tukang gombal" kekeh Davin
"wah wah, kalian asyik berduaan disini, tidak lihat aku kesulitan membawa empat keresek belanjaan?" keluh Panji sok merajuk
"kamu kan tidak meminta kami ikut" jawab Al
"wah wah, mentang mentang sudah diterima kau jadi belagu ya, sekarang bawa semua kresek ini ke dapur"
"uncle, jangan menyuruh daddy, aku mau main sama daddy" ucap Vin tanpa dosa membuat Panji mendelik
"hahah, maafkan aku sobat, putraku mengajak bermain" Al menggandeng Vin masuk ke dalam ruang bermain meninggalkan Panji yang terbengong
"Ji bersikap sopanlah pada tamu" ledek Davin
"kau, huh kalian berdua sama saja"
"sudahlah kak, bawa saja semuanya ke dapur, kau seperti tidak pernah kasmaran saja" sahut Cris yang baru datang sambil menggendong Mikha
__ADS_1
"baiklah" ucap Panji pasrah membuat Davin dan Cris tertawa
Malam harinya mereka membuat pesta barbeque untuk merayakan momen di terimanya Al. Karena esok hari Al harus kembali ke Indonesia.