Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kemarahan Marchel


__ADS_3

Sudah sebulan pernikahan Marchel dan Syeila, namun hubungan keduanya masih sama, Marchel selalu pergi pagi pulang malam, dia bahkan memilih tidur dikamarnya daripada bersama Syeila. Syeila yang sadar posisinya hanya bisa bersabar, namun lama kelamaan dia jenuh, disini dialah istri Marchel, terlepas dari siapa yang Marchel cintai, Syeila tetaplah istri sahnya, dia berhak atas Marchel. Sebulan sudah cukup untuknya bersabar, kali ini tidak lagi.


Ria sedang berada di luar kota, sedangkan Marchel sudah berangkat ke kantor, hari ini Syeila tidak pergi ke butik, dia berada di rumah.


"kalian bereskan barang barang ini"


"tapi nyonya, kami takut tuan Marchel akan marah"


"kalian tidak perlu khawatir, aku akan bertanggung jawab jika Marchel marah"


Syeila menyuruh pelayan membuang foto foto Davin dan Marchel, dia menggantinya dengan foto pernikahan mereka, sementara baju baju Davin, dia juga membuangnya dan menggantinya dengan baju bajunya.


Sudah cukup aku bersabar sebulan ini, kini saatnya kamu melupakan semua tentang Davin Chel, kamu harus mencintai aku, hanya aku..


******


Marchel baru tiba jam 10 malam, dia begitu lelah, dengan langkah gontai Merchel berjalan ke kamarnya


"kamu sudah pulang Chel" Marchel terkejut melihat Syeila berada di kamarnya, dia lebih terkejut melihat semua foto foto Davin telah berganti dengan foto pernikahannya.


"apa yang kamu lakukan dengan kamarku!!!?" bentak Marchel, Syeila terkesiap namun ia mencoba tetap tenang

__ADS_1


"kenapa? apa yang salah dengan kamar kita?"


"kamar kita? sudah kubilang jangan masuk ke kamar ini!!!, dimana foto foto Davin?"


"aku sudah membuangnya"


Marchel geram


"kenapa kamu membuangnya, kamu tidak punya hak menyentuh barang barangku, kenapa kamu lancang sekali?"


"Chel, sudah sukup aku bersabar sebulan ini, lupakan Davin, aku istrimu tidakkah kamu pernah melihatku, lupakan dia Chel, lupakan dia!!" ucap Syeila dengan nada yang tak kalah tinggi


"kamu tidak berhak menyuruhku melupakan wanita yang aku cintai!!!"


"apa maumu sebenarnya!!????"


"cintai aku"


"heh....kamu memintaku mencintaimu, bukankah dengan menjadi istriku sudah cukup bagimu, lalu untuk apalagi kamu ingin dicintai???"


"Marchel buka hatimu, aku istrimu, dan aku berhak atas semua yang ada padamu, lupakan perempuan itu, selama ini kamu selalu menangisinya tidakkah kamu tahu perasaanku, kamu selalu mengingat dia, membayangkan kenangan manis dengannya, bahkan kamu tidak menganggap keberadaanku, kamu tidak menoleh bahkan menyentuhku!!!!"

__ADS_1


"rupanya kamu mau aku sentuh????" suara Marchel tampak menyeramkan


Syeila mundur saat Marchel melangkah maju, Marchel terlihat sangat marah


"Chel....."


"kamu ingin aku menyentuhmu begitu?"


"Marchel" Syeila terus mundur, dia sudah ketakutan melihat kilatan amarah dari mata suaminya


"baiklah jika begitu"


Marchel menarik Syeila dengan keras dan menciumnya kasar, Syeila berontak namun kalah tenaga dengan Marchel, Marchel menariknya ke ranjang


"Chel, jangan lakukan ini"


"kamu bilang ingin disentuh tapi sekarang kamu melarangku, aku akan mengabulkan keinginanmu"


Marchel benar benar dikuasai amarah, dia tidak peduli dengan jeritan dan tangis Syeila, kasar, kasar dan kasar. Di tengah tengah kegiatannya yang baru dimulai Marchel teringat malamnya bersama Davin, dia segera turun dan pergi meninggalkan Syeila begitu saja.


"kamu jahat Chel, kamu jahat" Syeila terus menangis, dia memang ingin Marchel menyentuhnya tapi tidak kasar dan menyakitkan seperti ini.

__ADS_1


Marchel mengendarai mobilnya dengan cepat, dia menuju ke tempat dimana dia sering berkumpul dengan Al dan Panji dulu.


"Chel, kamu kemari?" tanya Al


__ADS_2