
Davin sudah berada di kursi yang mana banyak microfone di mejanya, bukan hanya wawancara namun lebih terlihat seperti konferensi pers, tentu saja ini adalah ulah Davin bahkan acara ini live di beberapa TV nasional.
"nona dimana selama ini anda berada?"
"Belanda"
"kenapa anda pergi tanpa jejak, apa karena mantan tunangan anda memilih menikahi wanita lain"
Davin menjawab dengan santai, pemburu berita tentu saja akan memancing untuk mengorek informasi pribadinya selama ini, dan tentu saja untuk keuntungan pihak media itu sendiri.
"salah satunya begitu, tapi disana saya memperdalam ilmu saya di bidang fashion"
"apakah anda sudah move on hingga memutuskan untuk kembali?"
"entahlah, yang jelas saya hanya ingin pulang" Davin sengaja menjawab dengan jawaban ambigu, biarlah mereka semakin penasaran dengan sosok dirinya.
"tadi terjadi kesalahan teknis pembacaan pemenang, bagaimana perasaan anda telah mengalahkan nona Syeila yang merupakan istri tuan Marchel, mantan tunangan anda?"
"biasa saja"
"apakah anda tidak cemburu melihat nona Syeila dan tuan Marchel bersama?"
__ADS_1
"entahlah, sejauh ini aku belum melihat mereka bersama"
"nona kenapa anda terlihat santai, padahal dulu anda ditinggalkan begitu saja disaat pernikahan kalian tinggal satu minggu?" pertanyaan ini muncul dari salah satu orang suruhan Panji, dialah yang menyiapkan semua ini untuk Davin.
"lalu aku harus menangis dan mengemis padanya begitu? oh ayolah masih banyak stok pria pecundang lain, lagipula aku bisa mendapatkan yang lebih baik darinya jika aku mau"
Marchel berdiri disudut ruangan, dia mendengar semua yang ditanyakan wartawan dan jawaban yang dilontarkan oleh Davin.
Kau benar Vin, aku yakin masih banyak pria yang mau denganmu dibanding pria pecundang seperti aku, bathin Marchel.
"lalu siapa pria yang anda sebutkan tadi? apakah dia kekasih anda yang baru?"
"kalian sungguh ingin tahu?"
"hahaha, aku bukan pemain drama tuan tuan dan nona nona jadi aku tidak menyimpan misteri seperti yang kalian katakan"
"lalu siapa sosok Marvin tersebut?"
"he's my son, my little man" semua mata tertuju pada Davin termasuk Marchel, dugaannya benar jika Davin pergi membawa buah hatinya kala itu.
"anda serius nona?"
__ADS_1
"tentu saja, tidak ada gunanya aku berbohong dan tidak ada gunanya juga menutupi semuanya"
"siapa ayah dari anak anda?" Davin tersenyum menyeringai, inilah yang dia tunggu tunggu
"kalian mengenal orang itu, dia adalah pengusaha muda terkenal dan sukses sayangnya dia mencampakkan aku saat aku mengandung darah dagingnya"
Marchel membeku, bahkan Davin tak menutupi apapun, dia dengan santainya menjelaskan semuanya pada wartawan
"apakah dia mantan tunangan anda?"
"kalian benar"
"nona, kenapa anda tidak meminta pertanggung jawaban pada tuan Marchel jika memang anda saat itu tengah hamil"
"dia bahkan tidak memberiku penjelasan, dia membuangku bak sampah menjijikan, untuk apa memberitahunya, aku bukan wanita lemah yang harus mengemis meminta keibaannya, kalian lihat sendiri kan, aku bisa hidup dengan baik tanpa campur tangannya, putraku tumbuh baik tanpa kasih sayangnya, lagipula sepertinya karma sudah berlalu, mereka belum memiliki anak hingga saat ini" Davin kembali menyeringai,
"lalu dimana anak anda? seperti apa rupanya?"
"dia adalah little star di DM Magazine, kalian bisa melihatnya sendiri"
"nona, anda mengeksploitasi anak anda? kenapa anda mempekerjakannya di usia yang masih kecil?"
__ADS_1
"jaga bicara anda tuan, asal anda tahu akulah pemilik DM mode tersebut, dia menjadi model atas kemauannya sendiri, dia suka bergaya didepan kamera, lagipula aku tidak akan kehabisan uang hingga harus mempekerjakan putraku, aku rasa cukup wawancara ini, terima kasih" Davin segera pergi meninggalkan para wartawan yang terbengong mendengar Davinlah pemilik DM mode, begitupun dengan Marchel, dia segera menyusul Davin.