
Alfian baru saja sampai rumah, dia begitu lelah seharian bekerja ditambah harus lembur. Berharap menemukan ketenangan untuk istirahat nyatanya tidak
"haruskah kalian bertemu di cafe? kalian mau menunjukkan pada semua orang bahwa kabar perselingkuhan itu benar!!!!"
"Meg, aku baru pulang kerja, aku lelah, tidakkah kau ijinkan aku istirahat"
"kerja? bukankah kau baru bersenang senang dengan jalangmu itu, berapa ronde yang kalian habiskan hingga kamu pulang selarut ini?!!!"
"stop Meg, jangan keterlaluan, kami hanya makan siang dan membahas kerja sama, jangan mengarang cerita dengan omong kosongmu"
"lihat ini" Mega melemparkan foto foto Al dan Davin saat makan siang tadi. "apa ini yabg namanya membahas kerja sama? kalian saling tersenyum, lihat tatapanmu pada pelakor itu, bahkan kau tak pernah menatapku begitu, tatapan yang begitu mengagumi"
Alfian berlalu ke kamar mandi tanpa menghiraukan Mega, dia begitu pusing jika berhadapan dengan istrinya yang posesif dan egois.
"Al, kau belum jawab pertanyaannku, aarggggghhh, sialan, aku akan buat perhitungan denganmu jalang"
Mega keluar kamar lalu mengendarai mobilnya dengan cepat, sementara Al, dia menghela nafas melihat kepergian istrinya, selalu saja seperti ini setiap kali mereka bertengkar. Mega tak pernah pulang dan memilih tidur di hotel.
__ADS_1
********
Davin baru saja tiba di kantornya, dia turun dari mobil
"arrrwwww" Davin berteriak saat merasa ada yang menjambak rambutnya.
"dasar pelakor, sudah aku katakan jangan ganggu suamiku, ini akibatnya jika kamu tidak mendengarkan peringatanku" Mega masih menjambak rambut Davin, tanpa menunggu lama Davin memutar tangan Mega
"argggg lepaskan tanganku" teriaknya, mereka sudah menjadi bahan tontonan di pagi hari
"aku tidak perduli dengan kerja sama sialan itu, jauhi suamiku, dasar jalang"
"berkacalah sebelum berbicara, sudahlah kau memenuhi kewajibanmu sebagai istri, itulah kenapa aku menggantikanmu memenuhi kebutuhan Alfian, bahkan kebutuhan ranjangnya" Davin sengaja memanas manasi Mega
"berani sekali kamu tidur dengan suamiku, jalang tidak tahu diri, dia hanya mencintai aku, jangan mimpi untuk merebutnya dariku" Davin menyeringai, Mega sudah masuk perangkapnya
"sayangnya suamimu lebih menyukai servis dariku, lihatlah tubuhmu, datar!, tidakkah kau lihat tubuhku yang sexy, dan ini" Davin menunjuk dadanya, "suamimu sangat menyukainya, ah...dia begitu ganas dan menggairahkan"
__ADS_1
"pe...cur, akan ku bunuh kau!!!!" Mega terus mengamuk, mereka berdua terus berkelahi, satpam bahkan tak mampu melerai keduanya karena tenaga mereka yang sama sama kuat.
"kami mohon jangan buat keributan disini nona" satpam terus mencoba melerai, hingga Davin sedikit memakai tenaga bela dirinya membuat Mega terpental ke lantai.
"pergilah dari sini, atau aku akan memanggil polisi" ancam Davin
"silahkan, aku tidak perduli, aku juga akan melaporkanmu karena merusak rumah tanggaku" Mega balik mengancam
"terserah padamu, lagipula kamu tidak punya bukti, berkatalah panjang lebar agar polisi percaya, atau gunakan tubuhmu untuk meyakinkan polisinya" ucap Davin kemudian berlalu meninggalkan Mega
"wanita sialan, tunggu pembalasanku, akan ku buat hidupmu bagai di neraka" teriak Mega namun Davin sudah masuk ke kantor dan tak terlihat.
"sebaiknya anda pulang nona" ucap satpam
"tidak usah kau suruh aku juga tidak sudi berlama lama berada di kantor pelakor itu" Mega segera memasuki mobil dan melaju kencang
"kurang ajar kau Al, aku akan membuat perhitungan dengan kalian!!"
__ADS_1