
Persahabatan Al dan Marchel masih berjalan baik, memang ada sebersih rasa curiga dihati Marchel, kanapa Al rajin ke luar negeri dan akhir akhir ini Al terlihat begitu bahagia, sejenak Marchel mengingat Davin, tapi segera ia tepis karena dia percaya pada sahabatnya.
Malam ini mereka akan menghadiri undangan ulang tahun salah seorang pengusaha terkenal, tentu saja pengusaha seperti Al dan Marchel pasti di undang.
Meski malas, Marchel menyempatkan diri untuk hadir, selain merupakan orang penting, pemilik acara merupakan salah satu rekan bisnis yang menjalin kerjasama dengan Madav Grup.
Dengan setelan jas yang pas di tubuhnya, Marchel mengendarai mobil menuju hotel D, tempat dimana pesta di laksanakan. Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit, Marchel tiba di tempat pesta.
Banyak mata yang memandanginya, dengan wajah tampan dan status yang diketahui masyarakat sebagai duda, Marchel berhasil mencuri perhatian kaum hawa. Melangkah dengan tegas, Marchel menghampiri pemilik acara.
"selamat ulang tahun tuan Mahendra, semoga anda diberkati kesehatan dan kebahagiaan" ucap Marchel
"terima kasih tuan Marchel, silahkan nikmati pestanya, banyak wanita yang memperhatikan anda, apa anda tidak berminat membuka hati lagi?" ucap Mahendra bercanda
"hahah, hati saya sudah terikat oleh seseorang dari masa lalu tuan" jawab Marchel
"ya, saya tahu itu, jika kalian berjodoh, saya yakin kalian akan bersama lagi, kalau begitu saya akan menemui tamu yang lain"
"silahkan tuan"
__ADS_1
Marchel berjalan menuju meja yang memang disediakan untuk para tamu, memilih tempat di ujung ruangan, Marchel mengamati suasana. Dia kembali teringat pada Davin, dulu saat menghadiri pesta bisnis, Davin selalu menemaninya, tapi saat ini, entah kemana wanita itu berada.
"kau datang sendiri?, dimana pelakor itu?" tanya Syeila yang tiba tiba duduk di sebelahnya. Tentu Marchel merasa risih, apalagi mereka dilirik beberapa tamu.
"kau juga disini Syei?" tanya Al yang baru datang, Syeila tersenyum menyeringai kepada Al
"bukankah kita dulu sahabat? aku juga di undang di pesta ini, sepertinya takdir selalu membuat kita bertemu"
"lebih kau pergi dari sini" ucap Marchel
"oh ayolah Chel, kita kan pernah hidup bersama selama 3 tahun jangan berlagak tidak mengenalku"
"sejak kapan kau berubah menjadi wanita tak tahu malu" sindir Al
Marchel menghela nafas setelah Syeila pergi,
"kau sudah lama datang?" tanya Al menghilangkan kecurigaan Marchel atas ucapan Syeila
"20 menit yang lalu"
__ADS_1
"kau sudah bertemu dengan tuan Mahendra?"
"sudah" jawab Marchel singkat
Acara berlangsung dengan meriah, semua tamu dibuat kagum dengan konsep pesta tersebut, banyak pengisi acara dari kalangan artis.
Marchel mengamati Al yang sedang asyik dengan ponselnya, sesekali pria itu tersenyum. Tiba tiba mereka disapa salah satu rekan bisnis mereka, Al dan Marchel sedikit berbincang dengan rekan rekan sesama pebisnis.
"Chel, aku ke toilet dulu"
Al berjalan menuju toilet, tanpa sengaja Al meninggalkan ponselnya di atas meja. Tadi dia menaruh ponselnya begitu saja saat disapa rekan rekan bisnis mereka.
Entah karena takdir atau keberuntungan bagi Marchel, tiba tiba ponsel Al berbunyi, awalnya Marchel mengabaikan panggilan itu, namun saat berbunyi untuk yang ketiga kalinya Marchel melirik ponsel Al dan Deg.... Marchel mengambil ponsel tersebut, jantungnya berdetak cepat
Terpampang foto Davin dan Al dengan baju senada di ponsel Al, tangan Al juga melingkar di pinggang Davin, mereka berdua tersenyum bahagia.
Awlanya Marchel mengira dirinya salah lihat, namun dugaanya salah, foto tersebut benar foto sahabatnya dan wanita yang selama ini dia cari. Dengan penasaran Marchel mengambil dan mencoba membuka ponsel tersebut, di kunci..., entah kenapa terbersit tanggal lahir wanita yang dia cintai, tangan Marchel mengetikkan nomor dan berhasil, ponsel Al terbuka dan tentu saja itu kembali membuat jantung Marchel berdetak cepat. Menoleh kekanan dan kiri, Marchel membuka galeri, lagi lagi dia dikejutkan dengan banyaknya foto Al dan Davin, juga Al dengan Marvin putranya, terlebih foto mereka dengan orang tua Al dan Davin ditambah Panji.
Apa mereka sudah bertunangan? Jadi selama ini mereka menghianati aku? tanya Marchel dalam hati
__ADS_1
Tanpa kata Marchel meninggalkan pesta, dia kecewa dan marah, ternyata selama ini Panjilah orang dibalik hilangnya Davin. Seharusnya Marchel bisa menduganya saat Panji marah dan berbicara tentang Davin apalagi Panji memutuskan persahabatan mereka karena membela Davin. Dan yang lebih membuatnya kecewa adalah Al yang ternyata diam diam menghianatinya dan merebut Davin serta Marvin dari tanganya.
"arrrggghhhhhh" Marchel memukul setir mobil berkali kali meluapkan amarahnya