Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kedatangan Pras


__ADS_3

Persiapan pernikahan Marchel dan Davin sudah 80%, kurang 3 minggu lagi mereka akan menikah, sesuai permintaan Davin mereka akan menikah jika proyek dengan perusahaan Mega sudah selesai ia kerjakan. Peluncuran produk perusahaan Mega berjalan lancar dan disambut antusias oleh masyarakat apalagi desain yang dibuat Davin sangatlah kekinian dan modis.


Saat ini Davin dan Marchel sibuk untuk memilih cincin pernikahan mereka sekaligus fitting baju pengantin. Citra dan Rianti begitu antusias dengan pernikahan putra putri mereka mulai dari undangan, gedung, catering dan lainnya.


*****


Dibelahan kota lainnya, seorang perempuan sedang menangis, dia mendengar jika pujaan hatinya akan menikahi gadis yang ia cintai. Sudah 9 tahun berlalu namun rasa itu masih sama, rasa cinta yang ia miliki untuk Marchel masih sangat besar, dia hanya mau Marchel hanya Marchel.


"sayang, sudahlah Marchel memang bukan jodohmu, dia akan menikah dengan wanita yang ia cintai" tegur Pras, dia iba melihat putri satu satunya menangisi laki laki yang sama sekali tidak mencintainya.


"tapi ayah tahu kan aku sangat mencintai Marchel, aku tidak rela jika dia menjadi milik wanita lain"


"kamu tidak boleh egois nak, masih banyak laki laki yang mau denganmu"


"aku hanya mau Marchel ayah hanya dia, jika ayah menyayangi aku maka bantulah aku agar bisa bersatu dengan Marchel"


"jangan keras kepala Syeila" ya, dia adalah Syeila, sahabat Marchel, Alfian dan Panji. Syeila memang menyukai Marchel sejak mereka SMP namun Marchel hanya menganggapnya sahabat.


"jika ayah tidak mau membantuku, lebih baik aku mati saja" Syeila berlari menuju dapur dengan cepat Pras mengikutinya, dia melihat Syeila mengambil pisau, Pras segera mengambil pisau itu dan melemparkannya.


"sayang, ayah mohon jangan seperti ini, ayah sudah kehilangan bunda kamu, ayah tidak mau kehilangan kamu juga"


"kalau begitu temui Marchel dan buat dia menikahiku" Pras terperanjat, dia kaget dengan permintaan putrinya, namun ia juga bingung, jika dia menolak ia takut putrinya akan bunuh diri.


"apa yang harus ayah katakan pada Marchel, dia tidak akan mau menikahi kamu"


"katakan saja tentang kecelakaan yang menimpaku" Syeila tersenyum pada ayahnya, entah dia memiliki rencana apa.


*******


Marchel tengah berada di kantornya, dia sedang berkutat dengan pekerjaannya.


tok tok tok


"masuk"

__ADS_1


"maaf tuan, ada tamu yang ingin bertemu" ucap sekertaris Marchel


"siapa?"


"beliau mengaku bernama Prasetya, dia bilang dia ayah sahabat anda Syeila"


Marchel sedikit terkejut, karena dia tak pernah mendengar kabar Syeila sejak kecelakaan yang menimpa gadis itu, kecelakaan yang membuat persahabatannya dengan Al hancur.


"suruh beliau masuk"


"baik tuan"


Tak lama tampak pria paruh baya masuk, pria yang 9 tahun tak Marchel temui lagi. Pria yang sudah Marchel anggap seperti ayahnya sendiri. Marchel berdiri lalu menyalami Pras


"silahkan duduk paman"


"terima kasih Chel"


"bagaimana kabar paman dan Syeila? kalian ada dimana selama ini?"


"apa Syeila baik baik saja paman? dimana dia sekarang?"


"sebenarnya kondisi Syeila tidak baik sejak kecelakaan itu"


"maksud paman?"


"kecelakaan itu membuat Syeila harus kehilangan rahimnya, dia bukan lagi wanita sempurna, dia bahkan terpukul akan hal itu".


Marchel tercekat mendengar hal ini, dia tak tahu harus berkata apa


"ini semua salah Alfian!" hardik Marchel


Prasetyo diam, dari dulu Marchel memang tak tahu jika Syeila menyukainya.


"Chel, sebenarnya semua bukan salah Alfian"

__ADS_1


"maksud paman apa? aku tidak mengerti, bukankah mereka dekat? dan kecelakaan yang menimpa Syeila karena Syeila sedang menunggu Alfian untuk pergi berdua"


"kamu salah Chel, selama ini yang disukai Syeila itu kamu, bukan Alfian"


Marchel kembali tercengang, dia benar benar tidak mengerti semua ini


"apa maksud paman?"


"selama ini Syeila menyukai kamu, hanya saja kamu terlalu cuek hingga Syeila dekat dengan Al, dia meminta Al untuk membantunya agar bisa dekat denganmu dan kecelakaan yang menimpanya juga karena dia tahu kamu akan menemui seorang gadis yang kamu cintai sejak kecil, dia mengejarmu, Syeila berfikir lebih baik mengatakan perasaannya padamu meskipun kamu akan menolaknya, sayangnya dia tertabrak mobil dan menyebabkan rahimnya harus di angkat"


Marchel terkejut bukan main, dia tak ingin mempercayai hal ini tapi selama ini Pras tidak pernah berbohong padanya, dia semakin bingung harus berbuat apa.


"Chel, Syeila bukan wanita sempurna lagi, tidak akan ada yang mau menjadikannya seorang istri saat mereka tahu Syeila tidak bisa memberikan keturunan, paman datang kesini memohon sudinya kamu mau menikahi Syeila"


Bak di sambar petir, Marchel tercekat, apakah ini sebuah permintaan seorang ayah yang menyayangi anaknya? tapi bagaimana mungkin Marchel menikah dengan Syeila sementara 3 minggu lagi dia akan menikah dengan Davin, wanita yang ia cintai.


"paman, aku tidak tahu jika kejadiannya seperti itu, aku masih belum percaya akan hal ini, dan untuk menikahi Syeila sepertinya tidak bisa karena aku akan menikah 3 minggu lagi"


"kalau kamu tidak percaya pada ucapan paman, kamu bisa bertanya langsung pada Al dan Panji mereka tahu bagaimana perasaan Syeila padamu dan maaf jika paman egois memintamu menikahi Syeila karena paman fikir hanya kamulah laki laki yang mau mempersuntingnya, dia hanya menggantungkan harapan besarnya padamu"


Lagi lagi Marchel terdiam, dia jadi dilema, Syeila sahabatnya, jika benar kecelakaan itu karena Syeila mengejarnya maka semua yang menimpa Syeila adalah kesalahannya sementara Davin tunangannya, Marchel begitu mencintainya, bagaimana mungkin Marchel bisa hidup dengan wanita lain yang tak dia cintai.


"paman aku belum bisa berfikir untuk saat ini"


"paman paham kamu butuh waktu dan paman juga menaruh harapan besar padamu sama seperti Syeila, kalau begitu paman pamit dulu"


Sepeninggal Pras, Marchel terdiam dia bingung, apa yang harus dia lakukan saat ini, apakah dia harus menemui Alfian sementara hubungan mereka buruk sejak kecelakaan Syeila yang Marchel kira karena salah Alfian.


*****


Hei hei gimana episode kali ini?


terima kasih sudah menyempatkan waktu membaca novel amatirku


salam

__ADS_1


AfkaRista


__ADS_2