Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Kartu As


__ADS_3

Davin akan berkunjung ke klinik milik Vita, anak dari Sani. Vita merupakan Dr kandungan yang memiliki klinik sendiri yang berada agak jauh dari kota. Tapi karena Vita adalah Dr yang bagus, tak heran dia memiliki banyak pasien.


Saat turun dari mobil, Davin tak sengaja di melihat Mega masuk ke dalam klinik,


Sedang apa dia disini? tanya Davin dalam hati.


Davin masuk kedalam klinik tak lupa dia memakai masker dan kacamata, dia memilih duduk dibelakang Mega. Karena saat ini sepi, maka sebentar lagi adalah giliran Mega yang masuk, tak lama pasien Vita keluar dan ternyata dia adalah Syiela, Mega dan Syeila sama sama terkejut saat mereka berpapasan didepan pintu, keduanya saling pandang. Davin tak menyianyiakan kesempatan. Dia mengambil gambar dua wanita yang terlihat sama sama panik itu.


Bagus, sepertinya aku memegang kartu As kalian berdua, Davin menyeringai.


Syeila buru buru pergi, dia terlihat tidak nyaman. Sementara Mega masuk ke dalam ruangan Vita. Sekitar 25 menit berlalu, Megapun keluar, dia juga buru buru pergi dari sana. Dengan santainya Davin masuk ke ruangan Vita.


"pagi kakak jelek" sapa Davin


"oh kau sudah datang, kemarilah" Davin berjalan lalu duduk di kursi pasien didepan Vita


"ada yang bisa saya bantu nona cantik?"


"seperti biasa, aku mau cek kesehatan"


"baiklah ayo"


Davin melakukan cek kesehatan khusus untuk alat reproduksi dan rahimnya, ia rutin melakukan hal ini untuk memastikan jika kondisinya baik baik saja.


"semuanya baik, kau bahkan bisa mengandung sepuluh anak lagi" canda Vita

__ADS_1


"kau kira aku kucing? hah sungguh tidak lucu"


"haha maaf, oh ya bagaimana keadaan di boy?" Vita juga sempat terkejut mendengar berita tentang Davin yang memiliki anak dengan Marchel, tapi Vita yakin Davin bisa melewati semua ini dengan baik.


"dia baik, saat ini dia berada dirumah papa"


"kau tidak mau meminta Marchel bertanggung jawab?"


"buat apa kak, aku sudah bahagia dengan Marvin, dia tak butuh ayah seperti Marchel"


"tapi bagaimanapun Marvin harus tahu siapa ayahnya Vin, suatu saat dia tetap membutuhkan Marchel"


"kau benar, hanya saja aku belum selesai bermain main dengan mereka, mungkin suatu saat nanti aku akan memberitahu Marvin siapa ayahnya, yang jelas saat ini dia hanya tahu jika ayahnya sudah meninggal"


"hah, sudahlah itu urusanmu tapi kalau boleh aku sarankan berdamailah dengan keadaan dan masa lalu, dendam hanya akan menyakiti dirimu sendiri, sakit hatimu akan terbayar tapi lukanya akan semakin besar"


"aku yakin suatu saat kau akan berhenti dengan sendirinya saat kau menyadari jika yang kau lakukan tidak ada gunanya"


"kau sudah seperti ustadzah kak" Davin terkekeh,


"ah benarkah?"


"tentu saja"


"Vin, kau tahu siapa pasienku tadi? yang pertama adalah istri Marchel yang kedua adalah Mega si pengusaha muda yang terkenal itu, aku heran dengan mereka berdua, bisa bisanya mereka memakai kontrasepsi dan memilih menunda kehamilan"

__ADS_1


"apa!!!!!" teriak Davin


"astaga kau mengagetkanku, kenapa harus berteriak segala? bukankah wajar jika wanita memakai kontrasepsi?" Vita memegang dadanya


"dia memakai kontrasepsi?"


"dia yang mana? istri Marchel atau Mega?"


"Syeila istri Marchel"


"ya iyalah kau pikir dia mau apa datang kesini?" kesal Vita


"bukankah dia tak memiliki rahim? mengapa dia memakai kontrasepsi?" tanya Davin heran


"apa maksudmu? dia memiliki rahim yang sehat kok"


"tidak mungkin, dulu dia mengalami kecelakaan yang mengharuskan rahimnya di angkat" jelas Davin


"kau tak percaya padaku?" Vita kembali kesal


"bukan kak, kau tahu alasan Marchel meninggalkanku dan menikahi dia? 3 minggu sebelum kami menikah, ayah Syeila menemui Marchel dan mengatakan jika rahim Syeila harus diangkat karena kecelakaan yang ia alami dulu saat mengejar Marchel, karena merasa bersalah Marchel menikahinya"


"tapi aku sudah memeriksanya Vin, dia memiki rahim yang sehat bahkan 4 tahun dia menjadi pasienku"


"jadi dia dan ayahnya membohongi Marchel?"

__ADS_1


"aku rasa begitu"


Kurang ajar, kau sudah membuatku menderita karena sandiwaramu itu, aku pastikan Marchel akan kembali padaku secepatnya, bathin Marvin,


__ADS_2