
Syeila berada di butiknya, ia mengerjakan beberapa rancangan.
Ting, ponsel Syeila berbunyi menandakan datangnya pesan, Syeila memeriksa ponselnya
Pesan suara? dari siapa? nomor tak dikenal
Syeila membuka pesan tersebut dan mendengarkannya. Betapa hancur hatinya mendengar rekaman tersebut, rekaman Marchel dan Davin, dia membayangkan ucapan Marchel yang akan meninggalkannya, ucapan Davin yang akan mempertimbangkan untuk kembali dengan Marchel dan malam panas mereka yang bahkan Syeila sendiri tak pernah merasakannya bersama Marchel.
Tidak, aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi, aku istrinya Marchel, akulah pemilik Marchel, aku harus menjaganya dari pelakor seperti Davin, Marchel hanya milikku, bathin Syeila.
Dia membereskan barang barangnya dan segera menemui Marchel, dia menelpon Marchel tapi tidak diangkat. Tak patah semangat, Syeila langsung ke kantor suaminya.
*******
Syeila sudah sampai di kantor Marchel, dia segera ke ruangan suaminya.
"Mel, apa Marchel ada?" tanya Syeila pada Meli sekertaris Marchel
"ada bu, baru saja datang" tanpa pikir panjang Syeila masuk keruangan Marchel
"Chel?"
"ada apa?"
"apa maksudmu kau mau berpisah denganku?" tanya Syeila to the point
"apa maksudmu?"
"kau baru bertemu dengan wanita murahan itu kan?"
"jaga bicaramu Syei, kau datang dan mengatakan omong kosong, sebaiknya kau pulang"
__ADS_1
"ini!!" Syeila memutar dan memberikan rekaman itu pada Marchel, pria itu sedikit terkejut
"kau berniat meninggalkan aku?"
"aku tidak mengatakan hal itu"
"tapi kau ada rencana untuk itu!, "Chel tidakkah kau mau membuka hati untukku?"
"aku sudah mencobanya tapi aku tidak bisa"
"kita belum mencobanya Chel, mari memulai semuanya dari awal sebagai suami istri yang sesungguhnya" pinta Syeila dengan sendu
"maksudmu?"
"semuanya, aku sebagai istri dan kau sebagai suami, kita lakukan semua seperti suami istri lain, makan bersama, tidur bersama, jalan jalan bersama dan bercinta bersama"
"Syei, a...ku...tidak bisa melakukan semuanya denganmu"
"Syei, dari awal aku hanya mencintai Davin, kau tahu itu"
"tapi aku istrimu Chel, aku juga berhak mendapatkan itu"
"bukankah kau pernah mendapatkannnya?"
"dengan kasar maksudmu?"
"itu semua karena kau memancing amarahku"
"maka dari itu Chel, ayo mulai semua dari awal"
"aku tidak bisa, maafkan aku"
__ADS_1
"4 tahun Chel, 4 tahun!!, tidakkah waktu 4 tahun cukup untukmu membuka hati, aku istrimu dimata hukum dan agama, tapi kau sama sekali tak menjalankan kewajibanmu sebagai suami"
"aku menafkahimu Syei, apa itu belum cukup?"
"lalu bagaimana dengan nafkah bathin, ingatkah berapa kali kau menyentuhku?"
"sudahlah Syei, aku tak mau membahas hal ini"
"kenapa? kau lebih suka melakukannya dengan Davin daripada denganku?"
"Syei, aku pusing, pekerjaanku banyak dan aku juga harus mengejar para klien yang membatalkan kerja sama, jika kau datang hanya untuk menambah pikiranku sebaiknya kau pulang"
"kau tega padaku Chel, untuk apa kau menikahiku jika hanya dijadikan istri pajangan"
"bukankah kau tahu alasanku menikahimu?"
"tapi aku ingin bahagia denganmu Chel, sebagai istri yang sesungguhnya, apakah aku tak pantas mendapatkan itu?"
"pulanglah Syei"
"Marchel...?"
"aku bilang pulanglah!!!!" bentak Marchel
"baik, aku akan pulang tapi ingat satu hal, aku adalah istrimu, aku tidak akan membiarkan kau meninggalkan aku demi pelakor itu, sampai kapanpun selama aku hidup kalian tidak akan bisa bersama" ancam Syeila
"jangan lupakan wanita yang kau sebut pelakor itu adalah wanita pertamaku dan ibu dari anakku" ucapan Marchel menusuk hati Syeila, inilah derita yang harus ia tanggung dari keegoisannya. Dengan air mata Syeila pergi dari ruangan Marchel
******
oh mbak Syeila egois sekali ya, tapi kasihan juga, siapa tema Davin dan team Syeila?
__ADS_1