Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Firasat


__ADS_3

Marchel terbangun dari tidurnya. Dia bermimpi buruk. Dalam mimpinya, dia melihat Davin tersenyum padanya lalu menghilang. Apakah arti mimpinya ini? kenapa hati Marchel begitu gundah. Ingin sekali Marchel pergi ke Jakarta, tapi untuk apa? tidak akan ada yang berubah, Davin akan segera menjadi istri Al. Duduk di tepi ranjang, Marchel berperang dengan hatinya. Setelah lama berfikir, akhirnya dia memutuskan untuk ke Jakarta besok pagi.


.


.


"halo nona Davina, kita bertemu lagi" Syeila tersenyum menyeringai


Orang suruhan Syeila membawa Davin ke hadapan bosnya. Di luar dugaan, Davin tertawa


"hahahah, rupanya dugaanku benar jika kau yang melakukan semua ini nona Syeila, apa kau rindu padaku hingga membawaku kemari?" pancing Davin


"jangan mimpi pelakor sialan, ah selamat untuk pernikahanmu, kudengar kau akan menikah dengan Al, aku tidak menyangka jika kalian akan menikah, ternyata pelakor berjodoh dengan penghianat" sindir Syeila


"hahaha, bukankah itu bagus, setidaknya aku akan menikah dengan orang yang mencintaiku, aku juga tak melakukan trik licik murahan untuk menggaet calon suamiku" balas telak Davin, Syeila mengeratkan giginya, dia berniat menampar Davin tapi kalah cepat


Plak..., tangan Davin berhasil mendarat di wajah Syeila


"jangan pernah main main denganku!!" peringat Davin, "bukankah aku sudah berbaik hati untuk tidak membuat hidupmu hancur!!"


"dasar pelakor sialan, beraninya tangan kotormu menamparku"


"kau mau lagi?"

__ADS_1


"dasar wanita licik, kau..." tunjuk Syeila pada Davin, "kau sudah menghancurkan hidupku, kau menghancurkan rumah tanggaku, aku bersumpah kau juga akan kuhancurkan!!"


"lakukan saja jika kau bisa!!" Syeila semakin marah


"pengawal!!!!" teriak Syeila, lalu muncullah dua pria berbadan besar tadi "seret wanita ini dan ikat dia" perintah Syeila, dua pria ini segera melangkah, sayangnya mereka langsung mendapat tendangan dari Davin, Davin segera menghajar dua pria ini tanpa ampun hingga keduanya ambruk, Syeila semakin marah dibuatnya


"dasar tidak berguna!!! kalian sudah kubayar mahal, ternyata kalian hanya pria pria pecundang!!!"


"hahaha, jika kau mau melawanku, setidaknya carilah orang orang yang memiliki kemampuan bela diri lebih tinggi dariku nona Syeila, dan sepertinya kau lupa jika aku memiliki ilmu bela diri" Davin segera berjalan menuju pintu, tapi Syeila segera berlari ka arahnya dan sret


"awhh..." teriak Syeila, niat hati ingin melukai Davin, malah dia sendiri yang terluka.


"kau melawan orang yang salah Syeila" Davin menghempaskan tangan Syeila dan pergi meninggalkan rumah kosong ini.


Aku akan membalasmu lebih parah dari ini Davin!!!


.


.


Davin memilih kembali ke rumah, ia urung datang ke peragaan busana karena bajunya sudah kotor.


"Vin, kamu kenapa?" tanya Citra panik, semua orang berjalan ke arahnya

__ADS_1


"tidak apa ma, hanya insiden kecil, aku tidak apa apa"


"sebenarnya ada apa?"


"sudahlah ma, aku tidak apa apa, aku mau ke kamar dulu" Davin meninggalkan semua orang dan berjalan menuju kamarnya. Ia segera berganti baju dan merebahkan diri ke ranjang.


Rupanya Syeila menaruh dendam padaku, huh..aku lelah. Kapan semua ini akan berakhir. Davin memandang langit langit kamarnya.


"Vin, kamu didalam?" tanya Al, Davin menghela nafas, ia yakin mamanya yang memberi Al kabar. Dengan malas dia berjalan membuka pintu


"kau tidak apa apa?" tanya Al


"tidak apa?" Davin berjalan memasuki kamar lagi, dia berdiri didepan balkon


"hei, ceritakan yang sebenarnya terjadi?"


"hanya insiden kecil, tadi ada beberapa orang yang menghadang mobilku, sepertinya mereka perampok, tapi sudah berhasil aku kalahkan" bohong Davin, ia tak mau membuat masalah lagi dengan mengatakan yang sebenarnya


"kau yakin tidak menyembunyikan sesuatu"


"kau mulai meragukanku?" tanya balik Davin


"tidak, aku percaya padamu"

__ADS_1


Aku tahu kau tidak berkata jujur Vin, kenapa sejak pertemuanmu dengan Marchel aku merasa kamu berubah, sebenarnya apa yang kalian bicarakan dan apa yang kamu sembunyikan dariku, tanya Al dalam hati


__ADS_2