Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Pernikahan Marchel dan Syeila


__ADS_3

Jika langit terlihat begitu cerah, tidak dengan hati Marchel yang mendung. Bukan pernikahan mewah seperti impiannya dengan Davin, pernikahannya dengan Syeila lebih sederhana namun tamu undangan juga cukup banyak.


Syeila tengah tersenyum dibalik kaca hias, dia menatap dirinya yang begitu cantik, dia sangat bahagia, lebih tepatnya bahagia di atas penderitaan Davin.


Hari ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya Marchel, aku akan menjaga dan membuatmu mencintai aku.


ceklek


Ayah Syeila masuk ke dalam kamar, dia menatap putrinya dengan nanar, bukan tidak bahagia dengan pernikahan putrinya, hanya saja dihatinya mengganjang sebuah rasa bersalah yang begitu besar.


"kau terlihat cantik sayang"


"terimakasih ayah, aku bahagia sekali hari ini"


"semoga kau selalu bahagia nak"


"sekali lagi terimakasih ayah"


Syeila memeluk ayahnya, satu satunya keluarga yang dia miliki, tapi sebentar lagi dia akan memiliki suami dan seorang ibu. Bayangan kebahagaiaan tampak nyata di benaknya. Syeila tak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.


tok tok tok


"masuk"


"maaf nona, ada paket untuk anda"


"dari siapa?


"tidak ada nama pengirimnya"

__ADS_1


"baiklah bawa kesini"


Syeila membuka kotak itu dan


"aaarrhhhhbggggggh" dia melemparkannya


"siapa yang berani mengirimkan ini pada putriku" teriak Pras,


Ria dan Marchel yang berada dikamar sebelah langsung menuju kamar Syeila, tampak Syeila sudah gemetar. Marchel berjalan dan mengambil kotak itu, isinya sebuah boneka pengantin yang bersimbah darah. Ngeri memang jika melihatnya, pandangan Marchel tertuju pada surat dibalik boneka tersebut.


Selamat berbahagia dengan istri pilihanmu wahai pria yang mencampakkanku, nikmati harimu yang bahagia ini, tunggu kejutan kejutan yang akan aku kirimkan pada keluarga kecilmu, ah...jika kau bersenang senang dengan istri barumu maka kami juga akan bersenang senang dengan kalian.


Marchel langsung menyimpan kertas itu di sakunya, dia tahu Davin lah yang mengirimkan hadiah ini. Lagi lagi dia bertanya tanya, kenapa Davin selalu mengatakan "kami". Otak Marchel terus berfikir namun tak menemukan jawaban.


Aku akan menerima semua hukuman darimu sayang.


"maaf sudah waktunya" ucap salah satu petugas WO


Acara berjalan dengan lancar, Syeila tersenyum bahagia, Marchel memasangkan cincin di jarinya dan sebaliknya, Marchel meneteskan air mata dan itu semua tak luput dari pandangan Pras.


Maafkan aku Marchel, maafkan aku karena sudah egois padamu, lirih Pras dalam hati


Setelah akad selesai acara selanjutnya adalah resepsi, pasangan pengantin ini duduk dipelaminan tanpa bicara satu sama lain. Banyak tamu undangan yang memberikan selamat,


"selamat Chel, Syei" ucap Panji, wajahnya tampak tak bersahabat, dia segera berlalu, Marchel terus mengawasi Panji, dia melihat sahabatnya itu langsung menuju pintu keluar. Marchel menghela nafas kasar


"selamat Chel, semoga bahagia dan segera memiliki momongan" ucap Al


Deg...., Marchel pucat, hal itu tidak akan pernah terjadi apalagi dengan kondisi Syeila dan sumpah dari Davin.

__ADS_1


"terima kasih"


"selamat pak Marchel, aku lega jika akhirnya istrimu bukan pelakor itu" ucap Mega yang langsung mendapat sikutan dari Al, suaminya


"ah, ya nona Syeila bukankah anda seorang desainer?"


"em, ya begitulah" Syeila tersenyum


"wah kebetulan sekali, mungkin kita bisa bekerja sama di kemudian hari"


"tentu dengan senang hati"


"baiklah sekali lagi selamat"


Al dan Mega turun dari panggung,


******


Acara telah selesai pukul 9 malam, Marchel, Syeila dan Ria akan kembali ke rumah Marchel, sementara Pras akan pulang kerumahnya


"nak, jadilah istri yang berbakti pada suamimu"


"tentu ayah, aku akan berbakti kepada suamiku"


"semoga kau selalu bahagia, sekarang pergilah Marchel dan mertuamu sudah menunggu"


"baiklah ayah, jaga diri ayah, sering seringlah mengunjungiku" Pras tersenyum, Syeila berjalan menjauh darinya dan menghampiri suami serta mertuanya.


"ayo Chel, ma" ucap Syeila

__ADS_1


"hm" jawaban datar itu yang Marchel ucapkan mereka berjalan menuju lobi dimana mobil Marchel sudah siap disana. Mereka bertiga pergi menuju ke rumah Marchel.


__ADS_2