Dendam Dan Cinta Davina

Dendam Dan Cinta Davina
Penangkapan Syeila


__ADS_3

Akhirnya Davin dan Vin menginap dirumah Marchel. Keduanya sama sama gengsi padahal saling merindukan. Vin, bocah kecil itu seakan peka akan kecanggungan orang tuanya, tanpa dikomando otak pintarnya bekerja.


"mom, ayo tidur bertiga" pinta Vin, Davin tentu senang, ia melirik Marchel yang juga melihat ke arahnya. Mau tak mau keduanya merebahkan diri dikanan dan kiri putra mereka.


"dad, teman temanku banyak yang punya adik, kenapa aku tidak?"


Davin tercengang, dari mana Vin bisa berbicara seperti itu. Dia kembali melirik Marchel namun tidak ada respon dari pria itu.


"kamu ingin adik?" kata Marchel, Vin mengangguk. "mintalah kepada mommy"


"mom, aku ingin memiliki adik" ucap Vin polos, Davin diam, dia bingung harus menjawab apa, bagaimana bisa membuat adik seorang diri, dia butuh partner untuk mewujudkan permintaan putranya. Sayangnya saat ini belum ada partner, mungkin sebentar lagi ada. Ucap Davin dalam hati


"sebaiknya kamu tidur boy, bukankah besok kau harus sekolah" Davin mengalihkan pembicaraan


"mom, aku ingin seperti teman temanku yang ke sekolah selalu di antar mommy dan daddynya" Kedua orang dewasa ini sama sama diam, sebagai orang tua ada rasa bersalah atas permintaan Vin, inilah akibat keegoisan mereka, harusnya Vin bisa mendapat kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya. Bukan malah seperti ini.


"boy, daddy janji akan sering sering mengantarmu ke sekolah" Marchel berusaha membuat Vin senang, melihat diamnya Davin ia berfikir mungkin Davin enggan kembali padanya


"promise dad?"


"promise"


Mereka seperti keluarga kecil bahagia malam ini, setelah beberapa saat akhirnya Vin terlelap. Tapi tidak dengan Davin dan Marchel, keduanya larut dalam pikiran masing masing.


"kau belum tidur?" tanya Marchel yang melihat Davin masih membuka mata


"belum"


"Vin, bagaimana kabarmu? aku dengar kau tidak jadi menikah dengan Al?"


"aku baik, dan benar aku gagal menikah untuk kedua kalinya" Marchel menatap Davin lekat,


"maafkan aku" lirih Marchel


"untuk apa?"


"untuk semuanya"


"semua?"


"semua luka yang aku berikan"


"bukankah kau sudah meminta maaf untuk hal ini waktu itu?"


"ya, tapi meskipun beribu kata maaf aku ucapkan, pasti tidak akan cukup untuk membayar semua lukamu"


"aku sudah mengikhlaskan semuanya, saat ini aku serahkan semua takdirku kepada Tuhan" suasana kembali sunyi,

__ADS_1


"Chel"


"hm"


"terima kasih sudah menyelamatkanku waktu itu"


"sama sama"


"bagaimana bisa kau ada disana waktu itu?"


"aku hanya kebetulan lewat, ada urusan bisnis di daerah sana" bohong Marchel, ia tak mungkin mengatakan bahwa waktu itu dia menguntit Davin, mau ditaruh dimana mukanya, tentu dia gengsi "apa sudah ditemukan pelakunya?"


"belum, polisi masih menyelidikinya"


"semoga pelakunya segera tertangkap"


"semoga saja" suasana kembali canggung, mungkin karena sudah lama mereka tidak bicara baik baik seperti ini, " lalu kenapa kau menghilang waktu itu?"


"aku ada urusan mendadak, jadi aku pergi dari rumah sakit"


"apa lukamu sudah sembuh? kau terkena tembakan waktu itu"


"belum"


"apa lenganmu masih sakit?"


"maksudmu kau memiliki penyakit lain?" tanya Davin sedikit khawatir


"hm"


"sakit apa?"


"hati" jawab Marchel singkat


"hepatitis? sejak kapan?" kata Davin, ia salah mengartikan perkataan Marchel


"sejak kau meninggalkan dan menceraikan aku dengan cara tidak wajar"


Sekarang Davin paham sakit hati yang Marchel maksud.


"kau juga menikahiku dengan cara yang tidak wajar" balas Davin


"benar, dan aku minta maaf atas itu"


"sudahlah lupakan, apa kau sudah memiliki kekasih sekarang?" entah kenapa Davin menanyakan hal itu, ia hanya ingin memastikan apa Marchel juga memiliki rasa seperti dirinya


"tidak, aku tidak memiliki kekasih" jawaban Marchel membuat Davin senang, bibirnya membentuk sebuah senyuman, namun beberapa detik kemudian "tapi aku memiliki calon istri" kata Marchel lagi dan hal itu langsung membuat Davin membeku.

__ADS_1


*******


Syeila mengira dia akan terbebas dari jerat hukum karena telah melenyapkan mobil yang di pakai orang suruhannya saat menculik Davin, dia kembali bekerja seperti biasa, sayangnya dugaannya salah.


"maaf nona, ada polisi mencari anda?" ucap karyawan Syeila. Mendadak wajah Syeila pias, tubuhnya sedikit gemetar


"mau apa mereka?" tanyanya dengan nada sedikit bergetar


"saya tidak tahu nona, mereka mengatakan ingin menemui anda" Syeila berusaha untuk tak terlihat khawatir


"baiklah suruh mereka masuk"


Beberapa detik kemudian polisi masuk ke ruangan Syeila


"permisi nona Syeila, kami dari kepolisian membawa surat penangkapan untuk anda" Deg...surat penangkapan, apa itu artinya polisi berhasil menyelidiki kasus penculikan itu


"maaf pak polisi, atas dasar apa anda ingin menangkap saya?"


"nona dilaporkan atas kasus penculikan dan percobaan pembunuhan atas nona Davina" tubuh Syeila membeku, "mari ikut kami ke kantor nona"


"tidak!!!, kalian tidak bisa menangkapku, aku tidak bersalah dan kalian tidak bisa menangkap seseorang tanpa adanya bukti yang jelas" Syeila berontak


"semua bukti ada dikantor polisi, sebaiknya sekarang anda bekerja sama dengan baik"


Syeila berusaha berontak namun polisi segera membawanya dengan paksa. Dia menjadi pusat perhatian para karyawan dan pengunjung butiknya. Tak hayal hal itu langsung membuat beberapa orang berbisik bisik.


.


.


Evan mendapat kabar jika pelaku penculikan Davin telah tertangkap. Dia langsung menuju ke kantor polisi. Evan juga menghubungi Davin dan memintanya datang ke kantor polisi.


Davin berniat pulang dengan Vin karena putranya harus sekolah, sayang niat itu harus batal karena dia diminta datang ke kantor polisi oleh papanya.


"Chel, bisakah aku titip Vin padamu?, aku harus ke suatu tempat" Marchel sudah tahu Davin harus pergi kemana.


"apa ada masalah?"


"aku harus ke kantor polisi, mereka sudah berhasil menangkap pelakunya"


"sebaiknya aku antar kamu ke kantor polisi, dan Vin, aku akan membawanya ke kantor setelah mengantarmu"


"tidak usah Chel, lagipula aku membawa mobil, aku titip Vin padamu, son jangan nakal dan jangan buat daddy marah" tolak Davin, sejak semalam dia terus memikirkan ucapan Marchel tentang calon istrinya. Davin tidak mau di cap ingin merebut calon suami orang.


"beres mom"


Akhirnya mereka pergi membawa mobil masing masing

__ADS_1


__ADS_2