
Davin masih sibuk dengan pekerjaannya, hingga ponselnya berdering
ya hallo
^^^maaf nona, saya Naura asisten ibu Mega^^^
ah, iya ada apa?
^^^sebelumnya kami minta maaf atas sikap ibu Mega pada anda, bisakah kita melanjutnya kerja samanya?^^^
tentu saja nona Naura, suruh suami nonamu itu yang datang menemuiku
^^^tuan Alfian sudah dalam perjalanan ke kantor anda nona^^^
beritahu dia, aku ingin bertemu di Morris Cafe
^^^baiklah nona, terimakasih^^^
panggilan berakhir.
"bagus, kita mulai permainannya nona Mega" Davin tertawa menyeringai, dia mengambil tas dan segera pergi menuju tempat pertemuannya dengan Alfian.
Alfian harus memutar balik mendapat telepon dari Naura, dia berdecak sebal, jika bukan karena perusahaan dia malas bertemu dengan orang seperti ini.
Setelah sampai Al langsung duduk di salah satu meja, dia begitu penasaran seperti apa orang yang akan ia temui, Mega saja bisa dibuat marah, pasti dia orang yang hebat.
"maaf aku terlambat" ucap seorang gadis cantik yang duduk didepannya
DEG......Mata itu....ucap Alfian
"anda pasti Miss Gi?" tebak Alfian
"ah ya benar, Saya Davina, saya lebih suka dipanggil Davin daripada Miss Gi, anda pasti tuan Alfian kan? suami nona Mega Aulia" Davin sengaja menekankan kata suami
__ADS_1
"benar, saya Alfian"
Alfian menatap wajah cantik wanita didepannya, dia kembali teringat seseorang di masa lalu, seseorang yang menarik hatinya
"ternyata anda lumayan tampan, pantas saja istri anda over pritective" Davin tersenyum
"terima kasih dan maafkan tindakan istri saya nona, anda pasti mengalami hal tidak menyenangkan akibat kejadian itu"
"rupanya anda tipe suami cinta istri ya"
Alfian hanya tersenyum tanpa menanggapi, dia masih mengingat perempuan bernama Gita yang dulu mengusik hatinya.
"maaf, saya harus ke toilet" ucap Davin,
"tentu, silahkan"
Sepeninggal Davin, Al mendengar bisik bisik dan tatapan ke arahnya dari pengunjung lain. Dia merasa risih, ini pasti karena video yang beredar akibat ulah Mega. Setelah ini pasti banyak lagi gosip yang akan muncul. Tiba tiba ponsel Davin berbunyi, Al melirik ponsel tersebut, lagi lagi jantungnya berdetak cepat, dia melihat foto Davin dan Marchel di layar ponsel wanita itu.
Marchel, apa mungkin Davin kekasih Marchel? mereka terlihat mesra sekali, setelah kejadian 9 tahun lalu sekarang kamu dengan wanita lain, bahkan kamu tidak mau mendengar penjelasanku hari itu, kamu bahagia saat ini tanpa tahu apa yang terjadi dulu, bathin Al. Entah kenapa dadanya terasa nyeri melihat foto itu
"eh kamu tahu video pelakor yang viral itu tidak? orangnya disini loh bersama seorang pria, apa mungkin itu suami nona Mega? pantas saja suaminya berpaling, wanita ini begitu sexy, dadanya montok pasti oplas dan bodynya uh....,sayang cantik cantik kok pelakor!"
"benar, kalau buka urusan duit mah, ga akan mau dia jadi pelakor"
Davin langsung keluar dari kamar mandi
"anda membicarakan saya?" dua wanita itu langsung pias melihat Davin ada didepannya
"ti....ti..dak, " ucap keduanya gugup
"huh, rupanya ada netizen maha benar disini, kenapa kalau saya pelakor? apa ada masalahnya dengan anda berdua? jangan menilai seseorang dari luarnya saja, tanpa jadi pelakorpun saya sudah kaya, dan ini!" Davin meraba dadanya. " ini asli, tidak seperti milik kalian yang pasti disumpal tisu toilet, jadi jangan merasa anda paling baik, oh satu lagi, kurangi dempul di wajah kalian, kalian bahkan terlihat seperti ondel ondel monas!" skak Davin, dia segera keluar dari kamar mandi meninggalkan dua wanita yang masih mematung itu.
Banyak mata yang menatapnya remeh, Davin tak peduli dia terus melangkah penuh percaya diri,
__ADS_1
"maaf saya lama, toiletnya penuh"
"tidak masalah, apa kita bisa membahas kerja sama kita?
" tentu, anda tidak perlu khawatir, saya akan meneruskan kerja sama ini"
"terimakasih nona, ah ya tadi ponsel anda berdering"
"ah benarkah?"
Davin segera mengecek ponselnya, ternyata dari Marchel, Davin menghubungi tunangannya lewat video call
hallo sayang darimana saja? terdengar suara manja Marchel membuat Davin tersenyum
^^^aku ada pertemuan dengan klien, tadi baru dari toilet, ada apa? kau merindukanku?^^^
tentu, aku ingin seperti tadi malam
^^^honey, aku sedang bersama klien, bisakah tidak membahas masalah pribadi^^^
maaf honey, aku sungguh rindu padamu
^^^i know, me too^^^
Tanpa sengaja Davin memencet mode belakang dan terlihatlah Alfian di sana
Deg......jantung Marchel berpacu cepat, dia tahu dimana mereka sekarang, Marchel segera menuju dimana Davin berada.
"yah kok mati" keluh Davin karena panggilannya tiba tiba terputus
"kekasih anda?" tanya Alfian basa basi
"tunangan saya" Davin kembali tersenyum
__ADS_1
Senyum itu sama seperti senyum Gita, bathin Al lagi.
"honey....." Davin dan Al menoleh pada sumber suara, dia melihat Marchel datang dan berjalan ke arah mereka.